Purnama Yang Terbelah

Purnama Yang Terbelah
Bab 20


__ADS_3

"Udah lama datengnya num?" tanya Adnan yang tiba tiba masuk kedalam ruangan begitu saja, Hanum yang sedang berbaring disofa pun langsung bangun begitu saja karena terkejut


"Mas ngagetin aja deh, pelan pelan napa kalau ngomong apa salam dulu kek. Main asal masuk aja" omel Hanum dengan bibir yang langsung mengerucut usai bicara


"Kan diruangan Mas sendiri" jawab Adnan yang tak perduli dengan kekesalan sang Istri


"Kamu masak apa? Mas udah laper banget nih" ucap Adnan sembari berjalan kearah Hanum, ia langsung mengecup sekilas puncuk kepala Hanum dan Hanum pun langsung melingkarkan tangannya dipinggang Adnan sembari menikmati adegan romantis seperti ini


"Mas buruan deh makan" ucap Hanum sembari melepaskan tangannya dari tubuh Adnan


"Iya" jawab Adnan kemudian langsung duduk disamping Hanum


Dengan telaten Hanum mengambilkan nasi beserta lauk pauknya untuk sang suami, Hanum benar benar sudah menikmati perannya sebagai seorang istri, andai saja ia sudah hamil tentu saja ia akan kebih bahagia lagi bisa berperan ganda sebagai seorang istri dan seorang ibu


"Ini, Mas mau makan sendiri atau mau aku suapin?" tanya Hanum pada suaminya


"Suapin dong" pinta Adnan dengan manja


"Yaudah...buka mulutnya, Aaaaa" ucap Hanum memberi aba aba, Adnan pun langsung membuka mulut sesuai arahan dari Hanum


Hanum pun pada akhirnya harus menyuapi bayi besarnya tersebut hingga pada suapan terakhirnya dengan diiringi cerita cerita ringan yang banyak mengundang gelak tawa


"Akhirnya bayi besarku selesai juga makannya" ucap Hanum sembari kedua tangannya menjembeng kedua pipi Adnan dan menggoyangkannya kekanan dan kekiri


"Mananannya enak banget bunda" jawab Adnan yang kemudian ikut ikutan menjembeng kedua pipi Hanum dan menggerakkannya kekanan dan kekiri


Bhahahahahaha.....tawa keduanya pun pecah bersamaan, menertawakan kelakuan kekanak kanakan mereke berdua. Benar yang dikatakan orang orang jika tingkah kekanak kanakan dapat menghidupkan suasana jika dilakukan pada situsi yang membutuhkan, sikap kekanak kanankan pada laki laki pun akan terbawa sampai mereka dewasa dan tua sekalipun


.............


"Hanum sayang, kamu temenin Mas disini aja ya? nanti pulangnya bareng Mas sekalian" pinta Adnan dengan wajah menghiba pada sang istri

__ADS_1


"Gimana yah mas ya? disini sama Mas sampe Mas pulang kan pastinya gabut banget" jawab Hanum yang juga bingung


"Nanti Mas kan bakalan fokus sama kerjaan Mas, Lah aku musti ngapain?" tanya Hanum sembari menunjuk pada dirinya sendiri


"Kamu bisa nonton drakor kesukaan kamu" jawab Adnan cepat


"Atau kamu juga bisa nyemil, tidur atau apa pun terserah kamu deh" lanjut Adnan, entah mengapa ia tiba tiba ingin Hanum disini menemaninya bekerja hari ini


"Yakin aku nggak bakalan ganggu Mas nanti?" tanya Hanum memastikan jika suaminya telah memikirkan resiko yang akan ditanggungnya nanti


"Yakin" jawab Adnan mantap


Hal pertama yang dilakukan oleh Hanum adalah menonton drakor kesukaannya melalui ponselnya dengan ditemani oleh beraneka ragam camilan. Mulai dari pudding, keripik, cilok dan jus buah jambu kesukaannya


2 episode telah terselesaikan dengan baik hingga kemudian Hanum merasakan kantuk telah datang menyerangnya, tak lama kemudian Hanum pun tertidur bersama mimpi terbang ke koreanya


Adnan yang sedari tadi terus fokus pada pekerjaannya secara tidak sengaja melihat Hanum yang sudah tergeletak terbang kealam mimpinya, Adnan memandang wajah Hanum yang tampak cantik dengan intens memperhatikan dari ujung rambut hingga ujung kaki dan senyum pun mengambang dari bibir Adnan mengingat pergulatan panasnya semalam


"Tidur yang nyenyak sayang" ucap Adnan yang kemudian berjalan meuju mejanya kembali untuk menyelesaikan pekerjaannya yang sempat tertunda tadi


Adnan menyelesaikan pekerjaannya pada sore hari tepat pada saat jam pulang kantor


"Sayang...bangun" Adnan pun membangunkan Hanum dengan penuh kelembutan


Eughhh....Hanum melenguh dan malah berganti posisi membelakangi Adnan


"Hey...ayo bangun" ucap Adnan sembari mengguncang guncang tubuh Hanum, namun sayangnya yang dipanggil tidak bergeming sama sekali. Tak ada pilihan lain Adnan pun harus menggendong istrinya


Adnan mengambil jass yang menyelimuti kaki Hanum dan dipakainya kembali, ia pun menggendong tubuh mungil Hanum ala ala Brydal style. Banyak pasang mata yang menyaksikan aksi Adnan yang menurut sebagian banyak orang sangat romantis tersebut, dan semuanya memberi salam hormat pada Adnan saat ia melewati karyawan karyawannya


"Pak tolong bukain mobilnya" perintah Adnan pada satpam yang tengah berjaga

__ADS_1


"Baik pak" jawab satpam tersebut yang langsung membukakan pintu mobil, Adnan pun merebahkan Hanum dikursi belakang dengan hati hati agar tak mengganggu tidur Hanum


"Pak, bawa mobil itu kerumah saya yah" pinta Adnan menunjuk mobil Hanum


"Baik pak" jawab satpam tersebut


Saat Adnan berbalik, secara tak sengaja ia seperti melihat sosok Vanessa yang berdiri disamping pagar. Namun dengan cepat sosok tersebut menghilang dibalik pagar setelah beberapa detik Adnan melihatnya, sebenarnya Adnan sangat penasaran pada sosok tersebut dan ingin memastikan apakah yang dilihatnya tadi Vanessa atau bukan. Namun ia tak tega jika harus membiarkan Hanum tertidur dalam ruang yang sempit tersebut terlalu lama


..........


Sesampainya dirumah Adnan pun kembali harus menggendong Hanum, namun saat ia baru berjalan beberapa langkah tiba tiba hujan langsung turun dari langit membuat Hanum mengernyipkan matanya dan bangun


"Mas" pekik Hanum saat menyadari jika dirinya tengah berada didalam gendongan sang suami


"Diam" ucap Adnan yang kemudian mempercepat langkahnya, ia baru menurunkan tubuh Hanum saat sudah sampai diteras rumah


"Kok nggak bangunin aku sih Mas?" tanya Hanum sembari membersihkan bajunya dari tetesan air hujan


"Kebo" sinis Adnan yang kemudian langsung berjalan masuk kerumah disusul Hanum


"Mana kuncinya?" pinta Adnan saat sudah sampai tepat didepan pintu dan baru menyadari jika pintunya tengah terkunci


"Huh...coba aja tadi aku masih Mas gendong, mau buka pintunya gimana?" desis Hanum sembari merogoh kuncinya didalam tas yang dibawanya dan menyodorkannya kepada Adnan begitu ketemu


"Ya Mas taro dilantai lah" jawab Adnan sembari melirik kelantai


"Emangnya aku barang apa ditaro sembarangan" kesal Hanum yang refleksnya memukul lengan Adnan


"Ayo masuk, buruan mandi nanti masuk angin lo" ucap Adnan begitu pintu terbuka


"Iya" jawab Hanum singkat yang kemudian berjalan mendahului Adnan

__ADS_1


Sementara Hanum berjalan menuju kamarnya, Adnan malah membelokkan langkah kakinya menuju dapur untuk mengambil air minum


__ADS_2