
Akhirnya kini Adnan sampai juga dirumahnya dengan selamat, sesampainya dirumah ia langsung mencari keberadaan sang istri
"Hanummm" teriak Adnan memanggil manggil sang istri
"Sayangggg" teriaknya lagi karena tak kunjung mendapat sahutan dari sang istri, dicarinya keberadaan Hanum dimana mana mulai dari ruang keluarga, dapur bahkan diteras samaping rumahnya
"Mungkin ada dikamar" gumam Adnan karena sedari tadi ia mencari keberadaan Istrinya hanya dilantai satu saja. Adnan pun langsung menaiki anak tangga menuju kamarnya
Ceklekkkk.....dan benar saja, rupanya Hanum tengah berselonjoran kaki diatas ranjang dengan memakai earphone hingga tak mendengar teriakannya sedari tadi
Adnan pun langsung berdiri dengan tangan bersendekap didada dihadapan Istrinya, percuma saja jika ia berteriak pagi. Toh....rasanya tenggorokannya juga sudah kering karena kebanyakan berteriak
"Eh...Mas udah pulang?" kaget Hanum karena tiba tiba saja suaminya berdiri dihadapannya, sontak ia pun langsung melepaskan earphone yang melekat ditelinganya
"Enak ya disini santai santai, sampe Mas tadi teriak teriak nyari kamu" kata Adnan geleng geleng kepala melihat kelakuan sang Istri
"Hehe, ya kan aku dirumah nggak ada temennya Mas. Jadi aku dengerin musik sambil baca baca novel" jawab Hanum yang kemudian langsung beranjak berdiri mengambil tas yang dibawa suaminya
"Mas telat satu jam" ucap Hanum dengan tatapan menusuk
"Mas ada banyak kerjaan" jawab Adnan cepat yang langsung mengecup pipi istrinya, ia tidak ingin jika Hanum dengan cepat mengetahui perubahan wajahnya
"Mas mandi dulu ya, capek" kata Adnan yang kemudian langsung pergi berlalu meninggalkan Hanum
"Massss, Mas mau dimasakin apa?" tanya Hanum sebelum suaminya hilang dibalik pintu kamar mandi
"Mie rebus" jawab Adnan sedikit berteriak, sebelum kemudian ia menghilang dibalik pintu kamar mandi
"Mie rebus? oke" kata Hanum pada dirinya sendiri
__ADS_1
Hanum pun langsung menyiapkan pakaian ganti untuk suaminya kemudian turun kedapur untuk memasak Mie pesanan suaminya
Kali ini Hanum memasak mie instan yang ditambah dengan irisan cabai, sawi, telur dan sosis. Makanan ini memang enak dimakan kapan saja, atau bisa juga dibuat sebagai camilan. Namun kali ini Hanum akan membuatnya dengan porsi yang cukup besar karena ini bukan camilan melainkan menu makan malamnya
Hanya sekitar 10 menit bagi Hanum untuk menyiapkan semua ini dan entah kebetulan apa karena apa saat Hanum selesai menyajikan mie buatannya diatas meja, saat itu pula Adnan nampak turun menyusuri anak tangga
"Wahhhh baunya enak banget" ucap Adnan sembari menghampiri Hanum
"Pas banget udah mateng" ucap Hanum sembari menuangkan air kedalam gelas
"Buruan dimakan Mas" ucap Hanum sembari meletakkan gelasnya didepan sang suami
"Makasih sayang" jawab Adnan
Pada awalnya keduanya hanya makan dalam keadaan tenang, enatah karena sangat menikmati makanan yang tersaji atau karena memang tak ada hal yang akan mereka katakan
"Mas hari ini pasti capek banget yah?" tanya Hanum memulai percakapan
Hanum yang melihat sang suami makan dengan lahabnya pun tak jadi melanjutkan pembicaraannya dan ia juga memilih untuk melanjutkan kembali makannya
.................
Kini Adnan telah naik ke kamar terlebih dahulu, sementara Hanum masih harus mencuci piring bekas makannya barusan. Setelah selesai dalam membenahi urusan dapur, Hanum pun ikut ke kamar menyusul sang suami. Tampaklah Adnan yang duduk diatas ranjang dengan menyandarkan punggungnya pada dipan
"Mas" panggil Hanum dengan nada manjanya sembari merangkak naik keatas ranjang, sementara Adnan hanya diam dan menyimak apa yang dilakukan Hanum
"Mas" panggil Hanum lagi, namun kini tangannya terlah bergerilya didada bidang Adnan
"Apa?" tanya Adnan pada Hanum
__ADS_1
"Aku pengen" jawab Hanum lirih
"Mas cape sayang" jawab Adnan yang kemudian langsung mengubah posisinya menjadi berbaring
Hanum pun turun dari ranjang dengan wajah cemberut, tapi ia turun bukan untuk menyerah melainkan untuk membuat sebuah revolusi. Entah dari mana tepatnya Hanum sendiri lupa, tapi yang jelas ia pernah mendengar jika seorang suami yang telah bekerja keras seharian sebagai seorang istri ia berhak memberikannya sebuah apresiasi. Salah satunya adalah memberi pelayanan yang menyenangkan sebagai hadih dari kerja keras suami dalam mencari nafkah
Pertama tama Hanum mengubah tampilannya menggunakan pakaian dinas yang dibelikan oleh Adnan dengan warna favoritnya yaitu hitam. Selepas itu Hanum menyemprotkan parfum dengan wangi sensual, tak lupa juga ia memoles wajahnya agar lebih menggairahkan
Hanum kembali lagi kepada suaminya, Adnan yang sudah memejamkan matanya itu merasa terusik dengan gangguan gangguan yang dilakukan sang istri. Adnan pun membalikkan badannya menghadap sang istri yang kini tengah berbaring dengan baju dinas dengan pose yang menggairahkan, apalagi bau parfum yang digunakan Hanum tersebut
"Mas, Mas yakin mau nggangguri aku" bisik Hanum sensual sembari tangannya telah menjalar membelai rahang kokok Adnan dan terus menerus turun hingga nangkring didada bidangnya
"Aku tau Mas udah cape seharian ini, makanya aku mau kasih hadiah buat Mas" ucap Hanum lagi masih berusaha menggoyahkan suaminya
"Mas nggak perlu ngapa ngapain kok, Mas cukup berbaring biar sisanya aku yang kerjain" lanjut Hanum lagi
Adnan pun langsung mencekal tangan istri nakalnya tersebut, jika saja ia tak melakukan itu dengan Vanessa saat ini tentu saja ia sudah menerkam tubuh Istrinya yang nakal tersebut
"Mas cape, udah ya besok aja" ucap Adnan pada Hanum
Untuk kedua kalinya Hanum harus menerima kekecewaan atas penolakan suaminya tersebut, mungkin suaminya itu saat ini benar benar lelah hingga tak ingin diganggu. Tak ada pilihan lain, Hanum pun harus puas dengan penolakan ini
"Yaudah Mas istirahat aja, aku mau minum sebentar" ucap Hanum kemudian beranjak turun dari ranjangnya, Hanum mengambil cardigan untuk menutupi tubuh bagian atasnya dan tak lupa juga ia membawa ponsel untuk menemaninya nanti
Adnan hanya bisa menatap kepergian Hanum dengan sejuta perasaan sesal dihatinya, namun semua telah terjadi begitu saja tanpa ia duga sebelumnya
Glek....glek....glek....Hanum meneguk segelas air hingga tandas mengatur nafasnya, usai meredakan kerongkongannya yang tadi kering Hanum berjalan menuju ruang keluarga
Didudukkannya bokongnya pada sofa, ia memejamkan matanya dalam dalam mengatur emosinya yang tadi terasa akan memuncak namun harus ditahannya. Suaminya tak menolaknya, dia hanya sedang lelah saja....kira kira begitulah cara Hanum untuk mempositifkan pikirannya
__ADS_1
Hanum kemudian berselancar didunia maya sembari berbaring, entah sudah berapa lama ia hanya menarik ulur beranda sekedar untuk menghilangkan kejenuhannya. Tanpa diundang, kantuk pun datang dan perlahan lahan merenggut kesadaran Hanum. Hanum pun tertidur diatas sofa
Adnan yang sebenarnya belum tidur lagi pun merasa gelisah karena istrinya tak kunjung kembali lagi kekamar, ia juga takut jika Hanum merasa sakit hati atas penolakannya barusan. Tanpa pikir panjang, Adnan pun langsung turun dari ranjangnya berniat untuk mencari keberadaan Hanumnya