Purnama Yang Terbelah

Purnama Yang Terbelah
Bab 17


__ADS_3

Dirumah Vanessa pun mengadakan acara tahlilan selama 7 hari berturut turut dan selama itu pula Bu Dian beserta Hanum turut membantu mempersiapkan segala macam hal yang diperlukan dalam acara tersebut, salah satunya adalah konsumsi


"Mama pulang dulu ya" ucap Bu Dian pada Vanessa yang masih memandang Bu Dian dengan tatapan sayunya


"Iya ma, terima kasih" jawab Vanessa mencoba menyunggingkan senyumannya


"Aku sama Mas Adnan juga pamit dulu" kata Hanum mengikuti Bu Dian


"Makasih" jawab Vanessa sembari menganggukkan kepalanya pelan


"Kalau ada apa apa, kamu hubungi aku ya" ucap Hanum lagi


"Iya" jawab Vanessa


..........


Didalam mobil Adnan yang berisi Adnan sendiri, Hanum dan juga kedua orang tuanya kini tampak sepi karena tak ada yang memulai pembicaraan terlebih dahulu


"Nan" panggil Bu Dian pada Adnan yang sedang menyetir


"Iya ma" jawab Adnan sembari melirik Mamanya sekilas, kemudian kembali melihat kedepan


"Kasian Vanessa ya" ucap Bu Dian


"Udahlah ma" sahut Pak Basuki yang tak ingin mendengar hal hal yang mengundang hawa kesedihan lagi


"Bukan gitu pa, kan kasian Vanessa lagi hamil juga" jawab Bu Dian menggerutu pada suaminya


Hehhh....Pak Basuki menghembuskan nafas kasar, ia sendiri juga merasa kasian. Namun apalah yang bisa dilakukannya saat ini mengingat status Vanessa didalam keluarganya, meskipun ia juga merupakan istri dari Adnan namun itu hanya sebatas terpaksa karena memberi bantuan semata


"Gimana kalau Vanessa tinggal sama kalian" ucap Bu Dian tiba tiba membuat Adnan sontak langsung menginjak pedal rem nya


"Aduhhh" keluh mereka semua hampir bersamaan saat jidatnya hampir terbentur


"Adnann" kesal Bu Dian


"Maaf ma" sesal Adnan


"Maksud mama ngomong kayak gitu apa ya?" tanya Adnan yang tak suka mendengar ucapan mamanya barusan

__ADS_1


"Vanessa kan lagi hamil Nan, kasian kalau ditinggal sendiri. Hamil itu nggak mudah lo" jelas Bu Dian


Adnan mencuri curi pandang pada Hanum saat Mamanya menjelaskan apa yang dimaksudnya, terlihatlah jika Hanum tampak tak suka dengan apa yang disarankan Mamanya. Sudah pasti Hanum keberatan akan hal ini nantinya dan Adnan juga tidak akan memaksakan Hanum agar menyetujuinya


"Nanti Adnan akan bicarain soal ini sama Hanum dirumah ma" jawab Adnan yang kemudian langsung melajukan mobilnya kembali


"Kamu keberatan num?" tanya Bu Dian penuh selidik pada menantunya tersebut. Hanum memejamkan matanya beberapa kali untuk menguatkan dirinya sebelum menjawab pertanyaan mama mertuanya tersebut


"Udahlah ma, Mama nggak usah ikut campur ini bukan ranah kita" sahut Pak Basuki yang langsung menjawab sebelum Hanum membuka suara


"Ya bukannya gitu pa" jawab Bu Dian yang sedikit kesal dengan perkataan suaminya tersebut


............


Setelah mengantarkan Mama dan Papanya pulang, Adnan dan Hanum langsung berpamitan tanda jika keduanya tak mampir terlebih dahulu dengan alasan mereka sudah merasakan lelah pada tubuhnya


"Kita mau langsung pulang kerumah atau mau mampir kemana dulu?" tanya Adnan memberikan sebuah penawaran


"Langsung pulang aja" jawab Hanum singkat, entah mengapa moodnya langsung down begitu saja setelah mendengar ucapan Mama Mertuanya tadi


"Yakin?" tanya Adnan sekali lagi hanya untuk memastikan


"Iya" jawab Hanum singkat


.............


Sesampainya dirumah Adnan dan Hanum langsung masuk kedalam kamar berdua, tubuh mereka sudah gerah rasanya


"Kamu mandi dulu sana gih" perintah Adnan pada Hanum


"Iya Mas" jawab Hanum sembari melepaskan sepatunya


Hanum pun langsung berjalan menuju lemari dan mengambil beberapa potong pakaian yang hendak dipakainya kemudian membawanya masuk kedalam kamar mandi


Sementara itu Adnan langsung merebahkan dirinya diatas ranjang, ia terus menerus teringat akan ucapan Mamanya tadi. Haruskah ia membawa Vanessa untuk tinggal bersama dirumahnya bersama Hanum? meskipun dalam hatinya ia juga merasakan kasihan akan kondisi Vanessa yang tengah hamil jika harus tinggal sendirian, namun bagaimana dengan Hanum? akan kah dia akan menyetujuinya? ia tak mungkin mamaksanya dengan dalih merasa kasihan lagi, sudah cukup baginya telah melukai Hanum selama ini


Ceklek.....tiba tiba saja pintu terbuka membuat Adnan langsung tersadar dari lamunannya, entah telah berapa lama ia melamun hingga Hanum telah selesai dengan prosesi mandinya


"Mas buruan mandi juga gih" ucap Hanum sembari berjalan menuju meja rias, kemudian duduk dikursi yang berhadapan langsung dengan kaca riasnya

__ADS_1


"Iya" jawab Adnan yang kemudian langsung berjalan menuju kamar mandi


Hanum pun menyisir rambutnya dan mengoleskan krim pada wajahnya, lepas itu Hanum pun mengeluarkan pakaian dari dalam lemari yang nantinya akan dikenakan oleh Adnan


Hanum pun memutuskan untuk turun kebawah, tujuannya adalah membuat makanan untuknya dan Adnan nanti. Setelah melihat bahan bahan yang tersedia didalam kulkas, Hanum memutuskan untuk membuat menu tumis kangkung, ayam goreng, tempe tahu goreng berserta sambal terasi saja


Tap...tap...tappp....terdemgar langkah kaki yang menuruni anak tangga, tanpa melihatnya sekalipun Hanum juga sudah tahu siapa pemilik langkah kaki tersebut


"Hanummm sayangggg" teriak Adnan sembari mencari dimana istrinya berada


"Disini maaasss" teriak Hanum yang menjawab panggilan suaminya tersebut. Tanpa sahutan lagi telah terdengar suara langkah kaki yang mengarah kedapur


"Lagi masak ya?" tak lama kemudian terdengar suara


"Iya" jawab Hanum sembari tangannya menggoreng ayam tersebut


"Masak apa?" tanya Adnan kemudian serayan menghampiri Hanum kemudian melingkarkan tangannya dipinggang Hanum, sementara hidungnya malah mengendus endus ceruk leher Hanum


"Mas, apaan sih. Geli tau" ucap Hanum yang merasakan rasa geli dari apa yang dilakukan suaminya


"Kamu wangi banget" jawab Adnan tanpa memindahkan hidungnya dari ceruk leher Hanum


"Mas aku lagi goreng ayam lo, nanti kalau kecipratan minyak gimana?" kesal Hanum karena suaminya masih menempel padanya


"Masss" sentak Hanum lagi karena suaminya tak mengindahkan sama sekali kekesalannya


"Iya iya" jawab Adnan sembari melepaskan tangannya dari pinggang Hanum dan kemudian berjalan menuju meja makan


Hampir 30 menitan Adnan harus menunggu masaknya makanan yang tengah dimasak Hanum tersebut, hingga pada akhirnya Hanum datang dengan membawa 2 piring berisi lauk pauk dan meletakkan dihadapan Adnan kemudian berlalu kedapur lagi untuk mengambil lauk yang lainnya


"Mas mau makan pake apa?" tanya Hanum pada suaminya, memang sudah kebiasaannya untuk mengambilkan nasi suaminya terlebih dahulu


"Semuanya" jawab Adnan cepat, melihat semua masakan istrinya yang tampak sangat enak langsung membuatnya ingin merasakan semuanya


"Oke" jawab Hanum kemudian mengambilkan semua lauk pauk untuk suaminya tersebut


"Makasih" jawab Adnan sembari menerima piring yang telah berisi nasi penuh lauk yang disodorkan Hanum padanya


Adnan pun langsung menyantap makanan dengan lahap, sesuai instingnya makanan yang dimasak istrinya selalu enak dan tak pernah mengecewakan lidahnya

__ADS_1


"Pelan pelan dong mas makannya" tegur Hanum saat melihat suaminya makan dengan tergesa gesa


"Ini enak banget tau" jawab Adnan dengan mulut yang penuh dengan nasi tersebut membuat Hanum geleng geleng kepala disertai dengan senyuman


__ADS_2