QUEENESYA

QUEENESYA
Episode 104 Hubungan yang terjalin kembali


__ADS_3

Briand dan Evan masih berada di bangku taman, padahal hari sudah mulai larut.  Mereka sudah menunggu Esya selama kurang lebih empat jam namun tidak memiliki tanda-tanda dari gadis berlesung Pipit itu. Ini juga sudah sekian kalinya, Evan mencoba menghubungi ponsel Esya namun sama sekali tidak ada jangkauan.


Briand berjalan kesana dan kemari sejak tadi, taman ini juga sudah mulai sepi dari pengunjung. Ia juga mencoba menghubungi ponsel Esya namun sama seperti Evan, tak ada jawaban dari gadis itu. Entah kemana Esya pergi sekarang sehingga melupakan mereka berdua.


"Huah, astaga. Aku bisa langsung di bunuh oleh Gion kalau tahu adik kesayangannya itu menghilang lagi" 


"Tenanglah dulu, bagaimana kalau kita menghubungi teman-temannya bisa saja Esya bersama dengan mereka sekarang"


"Bagaimana aku bisa tenang, aku takut jika kejadian yang terjadi dua tahun lalu kembali terulang"


"Aku memang tidak terlalu tahu apa yang terjadi dulu, aku juga tidak mengenal Esya lebih dulu darimu. Tapi, aku yakin dia akan baik-baik saja..."


"Di sekeliling Esya banyak yang menyayangi dia, aku juga tidak tahu pesona apa yang dia miliki sehingga membuat aku memiliki ketertarikan padanya...."


"Namun rasa ketertarikan itu perlahan berubah menjadi rasa ingin melindungi, kau tahu sendiri apa yang terjadi pada Anya 4 tahun yang lalukan? Aku tidak ingin kejadian itu terjadi pada Esya..."


"Jadi tenanglah, aku tidak akan merebut dia darimu. Selama ini aku hanya suka mengganggu mu seperti yang sering Anya lakukan dulu tapi kau selalu mengira  segala hal yang aku lakukan ada kaitannya dengan persaingan bisnis keluarga"


"Cukup keluarga kita yang bersaing hubungan kita jangan, aku juga belakangan ini mengikuti kalian terus karena permintaan dari kak Gion, karena dia tahu kau sudah beberapa kali mencuri kesempatan pada Esya"


Evan terdiam, mendengar penjelasan yang tidak terduga akan keluar dari mulut Briand. Sejak dulu ia selalu mengira jika alasan dibalik Briand yang selalu mencari masalah dengannya hanya karena persaingan bisnis keluarga mereka di bilang teknologi. Ternyata semua itu karena Anya sepupunya.


Anya adalah saudara jauh Evan, dulu mereka sering bermain bersama,  ada Orion dan Briand juga. Meski memang sejak dulu Briand dan Anya selalu menjadi satu tim yang kompak dalam menjahili dirinya dan juga Orion. Sifat Briand juga sepertinya tidak pernah berubah, masih tetap sama seperti dulu, tidak mau mengakui kekalahannya.


Sayang sekali, Anya sudah berpulang ke sisi sang pencipta tepat empat tahun yang lalu. Kasusnya hampir sama dengan Esya, bedanya Esya masih diberi   kesempatan untuk hidup sedangkan Anya ia meninggal saat perjalan menuju rumah sakit dulu, karena pendarahan yang hebat.


"Maafkan aku, Sobat. Mungkin selama ini akunya saja yang terlalu childish dan tidak mengenal dirimu, tapi kau benar tidak akan bersaing denganku kan?"


"Tentu saja tidak, sampai sekarang ini belum ada yang bisa menggantikan Anya meski Esya sekalipun. Mereka orang yang berbeda dan akan selalu seperti itu"


"Baiklah, aku akan coba percaya padamu dan bisakah kita seperti dulu lagi?"


"Tentu saja"


Treeettttrrrrrr.....


Ponsel Briand bergetar, diambilnya benda pipih itu lalu dilihatnya nama yang tertera di layar ponselnya. Seketika matanya melebar, Evan yang semakin gusar melihat kearah Briand, melihat ekspresi Briand membuatnya semakin gemetar.

__ADS_1


"Gion Menelpon"


"Bagaimana sekarang?"


"Tenang dulu, aku akan mencoba berbicara padanya"


"H,-hallo"


"...."


"I-itu Esya.... Esya gak tahu kemana kak, tadi masih ada bersama kami t-tapi sekarang...."


"...."


"I-iya kak, M-maaf"


"...."


Tuttttt....


Dari sisi Gion sendiri, lelaki itu sudah menyambar kunci mobilnya dan segera masuk kedalam mobilnya bersama dengan Dion dan Ken. Kedua saudara laki-lakinya itu hanya mengikuti Gion karena memang yang paling sibuk belakangan ini adalah dia, Gion juga sering keluar bersama dengan Opa Robert.


"Ayo, cepat masuk. Aku tahu dimana mereka berada"


"Kapan kau menemukan dia?"


"Lusa kemaren, aku masih tidak tahu pasti tapi tidak ada salahnya kita kesana"


"Katakan yang jelas, ini menyangkut keselamatan princess loh"


"Makanya kita harus kesana dan memeriksanya"


"Memang tempatnya di mana?"


"Di dekat bukit tempat pengejaran kita terakhir kali"


"Tapi bukankah disana sama sekali tidak ada pemukiman warga?"

__ADS_1


"Tidak ada bangunan belum tentu tidak ada tempat persembunyian kan?"


"Kau benar tapi, apa iya?!" Pikir Ken sembari menopang dagunya.


Perjalanan mereka membutuhkan waktu yang agak lama karena jalanan yang terbilang cukup macet saat ini. Mereka juga sudah mengabari Briand dan Evan untuk langsung ke titik lokasi yang sudah di kirim oleh Dion tempo hari itu. Mereka akan bertemu disana dan melakukan pemeriksaan dengan detail.


Untung saja Bunda Melan dan para wanita lainnya sedang berada di luar kota mengurus bisnis dan hanya Opanya saja yang sedang ada di mansion karena mengurus Opa Gilbert yang keadaannya sudah semakin membaik dan tinggal menunggu beliau bangun dari tidurnya.


Dari sisi Esya sendiri gadis berlesung pipi itu sedang berbaring di sebuah kasur setelah lama melakukan tawar menawar dengan Alvian. Ia di izinkan untuk bergerak bebas dengan syarat segala elektronik dan aksesoris miliknya harus di simpan oleh lelaki itu.


"Hei, apa kau punya sebuah film?"


"Film? Maksudmu?"


.


"Aku ingin nonton, tempatmu begitu pengap dan membosankan"


"Kau berani memerintah aku?"


"Bukankah kau mau bekerja sama denganku? Kalau mau yah penuhi keinginanku kalau tidak yah pulangkan aku sekarang"


"Kenapa kau sangat cerewet apa kau mau aku letakkan di tempat itu lagi?"


"T-tidak. Baiklah, kau menang, Puas?!"


"Bagus, jadilah kelinci yang baik hati"


"Janagn samakan aku dengan hewan peliharaan mu itu"


"Haha, baiklah-baiklah tidurlah sekarang sepertinya kakakmu sedang menuju kemari"


Alvian keluar dari ruangan dimana Esya berada. Setelah ia menceritakan tentang apa yang ia dengar Tiempo hari tentang Opa Gilbert, sebuah tabung yang entah apa isinya pada Alvian, lelaki itu langsung berubah dan membiarkan Esya sedikit kebebasan meski dengan pengawasan yang terbilang ketat.


Tbc


.

__ADS_1


__ADS_2