QUEENESYA

QUEENESYA
Episode 55 Rencana Keluarga


__ADS_3

Seorang gadis masih saja terbaring di atas kasur ruang inap itu, dikelilingi oleh banyaknya selang infus. Semakin hari keadaan Esya semakin menurun drastis, seluruh orang terdekatnya tak henti memanjatkan doa untuk kesembuhan Esya.


Sudah dua hari dari sejak kejadian dimana Esya untuk pertama kalinya memanggil Melan sebagai bundanya. Meskipun tidak dapat dipungkiri jika sebelum semuanya terbongkar Esya juga memanggilnya dengan sebutan itu.


Namun tentunya kali ini berbeda, karena perasaan yang di alami oleh bunda Melan adalah perasaan seorang ibu pada anaknya. Berbeda ketika sebelumnya, wanita itu merasakan kerinduan akan sosok putrinya.


Sama halnya dengan apa yang dirasakan oleh bunda Melan, hal itu juga turut dirasakan oleh ayah Yohan bahkan untuk semuanya. Terlebih Dion, remaja lelaki itu kembali teringat akan memori kecilnya. Dimana di depan baby Esya ia berjanji akan terus menjaga gadis itu.


Berbeda dengan kembarannya, yakni Gion. Lelaki itu justru terus saja mengumpat dalam hatinya untuk seluruh orang yang sudah mengakibatkan kondisi Esya seperti sekarang ini. Terlebih umpatan kasar yang ditujukan untuk Aurel dan organisasi milik Sehan, paman dari Aurel sendiri yang bahkan untuk menyebutkan namanya saja sangat tidak ia minati.


"Ken, apa kau sudah mengurus mereka!?"


"Hn, sudah kulakukan sejak kemarin"


"Andai saja aku punya izin untuk menggores wajah mereka, pasti sudah aku lakukan sejak lama" ucap Gion, sembari mengepalkan tangannya


Awalnya ketika Esya tersadar, remaja lelaki itu sudah mulai tidak kuatir lagi akan keadaan kesehatan Esya kedepannya. Namun sekarang, setelah kejadian di mana Esya mengucapkan terima kasih dan memeluk tubuh Bunda Melan. Rasa kuatir kembali mendominasi dalam benaknya.


Andaikan saja Gion memiliki sisi gelap seperti layaknya Oma Helen, Uncle Andreas, atau bahkan seperti Kenneth saudara sepupunya yang memiliki dua sisi yang berbeda yakni sisi hangat seperti Bunda Melan dan aunty Sasha serta sisi gelap seperti Oma dan Papanya.


Sayangnya, dalam diri Gion semuanya didominasi oleh sisi hangat. Namun tidak berarti ia tidak memiliki sisi gelap seperti Oma Hellen, ia juga punya hanya saja ia tidak tahu harus berbuat seperti apa. Meskipun dirinya mahir dalam persenjataan.


"sayangnya hal itu tidak mendominasi dalam dirimu"


"Kau benar, apa kita bisa bertukar tubuh saja?"


"Jika itu bisa, aku pasti akan setuju. Kau menjadi saudara sepupu Esya dan aku menjadi saudara kandungnya" ucap Kenned sembari melangkah mendekati ranjang gadis itu.


Gion masih memikirkan perkataan Kenned barusan, menjadi saudara sepupu Esya tentu saja hal yang sangat Gion tidak inginkan. Tidak perduli dengan apa yang terjadi dengan Esya, gadis itu akan selalu menjadi ratu dihatinya, tidak akan ada yang bisa menggantikan bahkan menggeser posisi itu.


Sejak semula, Gion masih memiliki keraguan akan status gadis itu, namun ia tidak pernah mau menceritakan keraguannya pada orang lain. Melainkan dengan sendirinya, Gion mencoba mencari tahu tentang perasaan yang dulu ia miliki terhadap Baby Esya, dan benar saja pada akhirnya ia memang menemukan perasaan itu.


Perasaan yang sudah begitu lama hilang dari dirinya akhirnya muncul kembali. Sama seperti apa yang di rasakan oleh Dion sendiri,kesan hangat yang memang menjadi ciri khasnya sudah kembali bersamaan dengan hadirnya Queenesya lagi.

__ADS_1


Disisi lain dari ruangan ini. Ruangan bernuansa putih itu terdapat keempat orang tua yang sudah lanjut usia sedang bercengkrama, banyak hal yang sepertinya sudah mereka pertimbangkan sejak beberapa hari ini, terutama yang bersangkutan dengan Queenesya mereka.


"Sebaiknya kita segera membawa princess ke Singapura"


"Kau benar Hans, pengobatan disana sudah tidak dapat diragukan lagi"


"Aku juga setuju dengan hal itu, bagaimana menurutmu Mel?"


"Aku setuju, karena hal ini menyangkut keselamatan cucu kita"


Semua orang tua yang sudah lanjut usia itu, sudah setuju dengan usul yang diberikan oleh opa Hans. Namun, mereka tentunya harus mendapatkan izin terlebih dahulu dari Bunda Melan dan ayah Yohan untuk keputusan ini berhubung karena merekalah orang tua biologis dari Esya.


"Nanti aku akan mencoba berbicara dengan Melan, semoga ia akan setuju dengan keputusan kita" ucap Oma Amel sebagai orang tua dari bunda Melan


"Aku juga akan mencoba berbicara dengan kedua bocah kembar itu" dilanjutkan dengan ucapan Oma Hellen.


🌺Queenesya 🌺


"Apa!!! Tidak Oma, bagaimana bisa Kalian melakukan hal itu!?" Ucap Dion menentang keputusan Oma Hellen.


"Dengarkan Oma dulu sayang, ini semua demi kebaikan Esya" ucap Oma Hellen berusaha membujuk kedua cucunya itu.


Sudah sekitar hampir sejam mereka berbicara di ruangan ini namun sampai sekarang belum menemukan solusinya. Kedua lelaki kembar itu sama-sama keras kepala dan tidak ingin mengalah dengan Omanya. Mereka sama sekali tidak ingin terpisah lagi dengan Esya.


Siang tadi, Oma Hellen meminta ketiga cucu laki-lakinya itu untuk menemani dirinya mengambil beberapa barang di mansion sekaligus untuk membicarakan beberapa hal penting. Selagi Oma Amel mencoba untuk berbicara empat mata dengan Melan putrinya.


"Sebenarnya, aku juga kurang setuju dengan keputusan Oma. Hanya saja jika dipikir kembali, keputusan itu juga ada baiknya untuk Esya" ucap Ken yang sudah sejak tadi terdiam mengamati ketiga orang di hadapannya sekarang.


"Oma tidak akan membawa Esya lama, hanya sekitar 1-3 tahun saja"


"Itu waktu yang sangat lama Oma..." Ucap Dion dan Gion bersamaan.


"Lagi pula kita bisa setiap waktu mengunjungi Esya bukan!?"

__ADS_1


Kedua lelaki itu terdiam cukup lama memikirkan kembali keputusan sang Oma. Membawa Esya dalam kurun waktu 3 tahun bisa membuat mereka mulai frustasi, tetapi perkataan Kenned ada benarnya juga. Mereka masih bisa pergi mengunjungi Esya sesering mungkin dan semau mereka.


"Hm..."


"Baiklah Oma, kami setuju asalkan dengan satu syarat"


"Apa itu!?'


"Setiap akhir Minggu kami bisa bertemu dengan Esya dan satu lagi Oma, disana Esya tidak boleh dekat dengan cowok lain"


Benar bukan!? Apa yang mereka katakan. Di dalam hidup Esya hanya boleh ada beberapa lelaki dan yang jelas mereka semua adalah keluarga Esya sendiri. Diluar hubungan keluarga Esya tidak boleh berinteraksi dengan lelaki lain dengan begitu dekatnya.


Yang boleh dekat dengan Esya hanyalah mereka yang memiliki hubungan darah dengan gadis itu, bahkan hal ini juga berlaku untuk Evan, tidak boleh terlalu dekat dengan Esya mereka. Karena sekarang, kedua lelaki kembar itu sama-sama memiliki prinsip dan tujuan yang sama. 'Mulai sekarang dari detik ini juga hanya kebahagiaan yang boleh mengisi hari-hari Esya' mereka tidak akan membiarkan seseorang pun untuk melukai Esya lagi, meski itu dengan seujung kuku pun ataupun dengan seujung rambut Esya.


"Baik, Oma setuju dengan persyaratan kalian"


"Jadi, kapan kalian akan berangkat Oma?"


"Lebih cepat itu lebih baik bukan?" Tanya balik Oma Hellen dengan ditemani senyumnya.


Ketiga remaja lelaki itu, menatap Omanya dengan penuh tanda tanya. Memang benar apa kata orang-orang, Omanya ini selain memiliki dua sisi nyatanya juga adalah orang yang misterius dan sulit untuk ditebak.


"Kenapa opa bisa nikah sama Oma yah?" tanya Ken dengan polosnya.


"Itu karena Oma adalah cantik bukan?"


"Sudah jelaslah Oma cantik. Kalau Oma jelek tampang kami tidak akan seperti sekarang" ucap ketiganya bersamaan.


"Sudahlah, ayo kita harus segera bergegas ke rumah sakit"


Oma Hellen memimpin perjalanan mereka dari pada terus berada disini dan membahas sesuatu yang kurang penting. Lebih baik mereka bergegas kembali ke RS untuk menjaga Esya, berhubung karena sudah sejak tadi bunda Melan dan ayah Yohan selalu berada didekat putrinya itu. Mereka juga butuh istirahat bukan!?.


TBC

__ADS_1


ini tempatnya ngasal aja yah, soalnya yang author mikir pertama kali itu yah negara Singapura, author tahu masih banyak negara dengan pengobatan terbaik di dunia cuma yah, gitu deh berimajinasi itu adalah hal yang bebas.


__ADS_2