
Sebuah mobil lamborgini memasuki pekarangan mansion itu, lepas setelah terparkir kedua bocah laki-laki itu turun dan di sambut oleh banyak anggota keluarga mereka, seperti saat ini mereka semua memilih untuk tinggal di LA karena alasan tertentu dimana mereka semua ingin melupakan kejadian dimana mereka kehilangan salah seorang anggota keluarga mereka beberapa tahun yang lalu serta mencoba untuk mencari princess mereka di kota ini. Karena hanya di kota inilah tempat dimana mereka belum mencari princesss M.H.C.V Mereka berharap di kota inilah harapan mereka satu-satunya berada, banyak harapan dan mimpi mereka tertanam di kota ini sejak begitu lama, terutama harapan di setiap lubuk hati mereka. Dimana mereka berharap bisa menatap wajah cantik dan tumbuh kembang princess.
Mereka semua duduk berkumpul di ruang keluarga, melepas rindu bersama. Disana terdapat oma dan opa mereka, uncle andre beserta keluarga kecilnya, bunda melan dan ayah lucas, serta ketiga bocah laki-laki itu yang entah apa yang mereka sedang perbincangkan saat ini sampai mereka tidak sadar bahwa semua mata telah tertujubpada mereka.
"Ada apa dion?" Kini opa hans angkat bicara
"Hn, tidak ada" ucapan singkat dan dingin telah keluar dari bibir bocah itu
Memang sejak kejadian itu wajah ceria yang di tunjukkan oleh ketiga bocah itu sekarang sudah menghilang tak ada lagi mereka yang mengundang canda tawa, tak ada lagi mereka yang menggemaskan dan tak ada lagi mereka yang gembira dan selalu menebar senyum. Sekarang hanyalah mereka dengan wajah datar yang tanpa ekspresi sedikitpun, dingin dan tak tersentuh.
"Oh ayolah boys, sampai kapan kalian akan seperti ini" tanya oma hellen pada ketiga cucu mereka itu
"Sampai kami menemukan adik kami kembali" ucapan serentak itu keluar dari bibir mereka membuat semua orang yang ada di sana hanya terssnyum simpul. Setelah itu mereka berdiri dan berjalan bersamaan hendak ingin menaiki anak tangga
"Kalian ingin pergi ķemana?" Ucap ayah lukas pada ketiga bocah laki-laki itu
"Kamar" itulah dion, seorang bocah laki-laki dengan kedataran dan kedinginan yang hampir tak tersentuh
Setelah itu mereka melanjutkan langkah kaki mereka yang terhenti tadi, menaiki anak tangga dan masuk ke salah satu ruangan yang bernuansa biru laut. Dion berjalan mengambil sebuah laptop yang sudah di modifikasi oleh mereka, di bukanya laptop itu lalu berjalan menuju kedua saudaranya itu.
__ADS_1
"Sekarang apa yang akan kita lakukan" gio mulai angkat bicara
"Hmm.. apa lagi jika bukan mencari sinyal itu" sekarang kenned yang mulai angkat bicara setelah sejak tadi ia terdiam.
Dion tidak menghiraukan perkataan kedua bocah itu yang tidak berbeda jauh dari umurnya, baginya sekarang hanyalah ia memfokuskan diri pada barang yanga ada di depannya itu agar dengan cepat ia bisa menemukan sinyal yang merupakan harapan bagi mereka. Meskipun sebenarnya dalam hati memang sangat tidak mungkin karena umur princess yang belum mencapai 15 tahun, tapi walaupun begitu bagi dion meskipun sudah di atur sedemikianpun pasti bisa ada celah dimana ia bisa menembusnya. Sekarang mereka bertiga melakukan aktifitas tersendiri dio dengan laptopnya, gio dengan ken yang sedang memperebutkan video game yag mereka temukan di atas meja di ruangan itu beberap menit yang lalu.
"Hei, aku yang menemukannya duluan" ucap ken pada gio
"Hei,kita menemukannya bersama jadi kita seharus memakainya bersama" balas gio
" tidak mau"
"Tega kau tak ingin berbagi dengan saudara sendiri"
Entah mengapa jika mereka hanya bertiga, sikap dingin dan datar mereka menghilang dan di gantikan oleh sebagian dari diri mereka yang sesungguhnya. Khususnya gio dan kenned mereka berdua jika bertemu pasti akan seperti kucing dan anjing yang memperebutkan suatu hal, berbeda dengan dion yang masih saja kadang irit ngomong ketika mereka berkumpul bertiga. Bagi dion ia akan menabung semua stok suarannya untuk adiknya nanti ketika sedang bersama dan bercanda gurau.
"Bisa diam gak" kini dionlah yang angkat bicara, kupingnya sudah lelah mendengar ocehan dari kedua saudaranya itu.
"Gak" ucap mereka berbarengan membuat dion hanya menggelengkan kepala lalu kembali fokus pada elektronik yang ada di hadapannya itu dan meninggalkan kedua bocah itu yang masih saja memperebutkan snack.
__ADS_1
"Ayo berbagilah"
"Baiklah, ini"
Dion, bocah laki-laki itu masih saja fokus pada pekerjaannya
dan tidak memperdulikan kedua bocah lainnya. Sampai pada ketika matanya tidak sengaja terbelalak kaget melihat apa yang ada di depannya kini, membuat kedua bocah lainnya menatap bingung pada dirinya
"Ada apa!!" Tanya mereka di dalam pikiran masing-masing, yang snagat terlihat mengherankan karena baru saja mereka melihat dion mengeluarkan ekspresi bahagia yang sudah jarang mereka lihat selama ini.
"Akhirnya" ucap dio yang membuat gio dan ken semakin penasaran karenanya
"Apaan!!" ken mulai berbicara seraya mewakili saudara sepupunya itu
"Sinyalnya ketemu, princess kita memang berada di kota ini" ucap dion dengan begitu bahagianya
"Yang benar" ucap ken dan gio bersamaan
"Bukankah umur princess belum mencapai 15 tahun bagaimana bisa" tanya gio pada kembarannya itu
__ADS_1
"Aku tidak peduli akan hal itu yang jelas aku sudah menemukan sinyalnya" acuh dion pada saudara kembarnya itu
"Ini bagus kita harus segera memberitahu mereka berita ini" ucap gio kesenangan dan hendak berlari ke luar ruangan itu hendak ingin menemui anggota keluarga yang lain