QUEENESYA

QUEENESYA
Episode 13 Hari Menyebalkan


__ADS_3

PS: Nama sekolahnya cuma ngasal


~♡~


Pagi ini di sekolah, Dion,Gion, dan Kenned mulai menjalankan rencana yang telah mereka susun tepat pada satu minggu yang lalu. Semua kebutuhan yang diperlukan telah siap dan tersusun rapi di atas meja yang ditempatkan di dalam salah satu ruangan khusus untuk stend pendaftaran minat dan bakat para siswa. maybe, tapi itu menurut gion saja dengan sedikit persetujuan dari kenned tentunya.


"Akhirnya Selesai"


"Hn"


Dion menatap kedua manusia itu dengan malas, bagaimana tidak!! Jika pagi buta tadi Gion bersama dengan partner usilnya itu datang mengganggu tidurnya, padahal jelas-jelas tadi jam masih menunjukkan pukul 06.30 pagi. Padahal,Masih banyak waktu untuk mengerjakan hal itu nanti.


Dion tidak habis pikir dengan saudara beda 3 menitnya itu, seminggu yang lalu ia memang mengatakan ide yang tidak masuk akal dengan rencana tersebut. Namun, sejujurnya niatnya hanya ingin mencoba sesuatu yang berbeda di tahun ini dan sasaran utamanya adalah Gion yang menjiplak penuh dirinya, tak disangkah ia malah mendapat respon lain darinya.


"Lembar pendaftaran, pena, penjepit kertas, penggaris,pensil,penghapus, hm... kamera"


Ucap Gion sembari mengabsen barang-barang yang ada.


"Berhentilah mengoceh"


"Ckckck.. sebaiknya kau pergi mengambil stand pendaftaran di mobil, tadi aku lupa membawanya" Ucap Ken, yang sepeŕtinya memang berada di pihak Dion untuk hari ini.


"Kenapa tidak kau saja"


"Ck,menyebalkan"


Kenned kini mulai berjalan meninggalkan ruangan tersebut tanpa pamit pada kedua saudara sepupunya itu. Dalam perjalanan menuju parkiran banyak mata yang memandangnya dengan penuh pujian, namun begitulah dirinya sama seperti saudaranya yang lain datar diluar, hangat di dalam.


"Cool banget"


"Aah.. abang adek gak kuat"


"Jadi pacar aku yo kak"


"Gak kuat atuh mas"


"Ck" Ken tidak habis pikir dengan para gadis di sekitarnya bisa sealay itu, ia tau bahwa wajahnya ini sangat tampan dan rupawan masih mengalahkan wajah tampan Manurios fernandez Idola kaum hawa yang berasal dari tanah kelahirannya itu California.


Tidak membutuhkan waktu lama, sekarang ia sudah tiba di parkiran khusus untuk orang penting. Di bukanya pintu mobil tersebut, namun sebelum ia memegang poster untuk stand itu, matanya perlahan tertujuh pada dua orang gadis yang sepertinya sedang berbicara dengan serius, salah lebih tepatnya sedang bertindak kasar di sekolah milik keluarganya ini


"Arght.. sakit aurel" ringis gadis itu kesakitan ketika rambutnya ditarik dengan paksah sampai beberapa rambutnya ada yang rontok

__ADS_1


"Ingat, lu itu cuma debu di sepatu gua jadi lu harus selalu tau diri. Masih untung mami papi gua masih nampung lu, dasar anak yatim" Ucap gadis yang diketahui bernama Aurel itu sambil dengan kerasnya menjambak rambut gadis itu.


"Arght..."


"STOP" Kenned berteriak sambil menekankan setiap hurup tersebut. Mata ken tidak sengaja terfokus pada salah satu aksesoris yang melengkapi tangan gadis itu.


'Gelang itu seperti milik princess' batinya seraya otaknya berpikir sebentar.


Dilihatnya gadis yang membully tadi sudah mulai pergi menjauhi gadis itu lebih tepatnya meninggalkan gadis itu yang sedang menunduk lesuh menatap jauh kedepan dengan tatapan kosong. Ken mulai menghampiri gadis itu, entah mengapa perasaanya sangat sakit melihat komdisi gadis itu, mata sembam, rambut yang rontok karena tarikam gadis tadi, lalu nenerapa bekas goresan di pergelangan tangan bahkan kaki gadis itu.


"Apa Kamu Baik-baik saja?"


"Hn, Terima Kasih"


Gadis itupun bangkit dan perlahan mulai berjalan menjauhi kenned yang masih diam menatap tubuh gadis mungil itu yang semakin jauh dari jaraknya.


"Hei...kita belum saling kenal"


"Namaku...Esya" Ucap gadis itu sambil mencoba berdiri dan melangkah pergi.


'nama yang indah seperti nama...' batinnya mulai hening sejenak sembari memikirkan suatu hal, yang terlihat mengganjal dalam benaknya.


Kenned mulai berlari kembali pada salah satu ruangan tempat dimana mereka berkumpul tadi, sambil membawa brosur serta poster untuk pendaftaran lintas minat bakat para siswa. Sebenarnya, sama seperti Dion,dirinya juga tidak setuju dengan rencana mereka seminggu yang lalu. Hanya saja, Gion sebagai partner keusilannya itu bahkan sudah turun tangan lebih dulu tanpa sepengetahuan mereka berdua.


Mengurus semuanya sendiri adalah hal yang paling gampang mereka lakukan, seperti saat seminggu yang lalu di pagi hari mereka mendapatkan pesan persetujuan pengajuan kepengurusan pendaftatan lintas minat bakat dari kepsek QHS selama seminggu penuh.


KWANG!!!


*Ps: anggap aja itu suara pintu yang lagi di banting


"Kambing goreng, dasar saudara onyet" Kaget Gion karena ulah saudara sepupunya itu


"Hn" sejujurnya Dion ingin tertawa melihat ekspresi yang dikeluarkan oleh saudara beda 3 menitnya itu namun ia tahan, karena ia tidak mau reputasinya sebagai Ice boy hancur hanya karena ulah Gion.


"Ngapainsih pakai banting pintu, untung adek gak jantungan bang" ucap Gion dengan nada yang agak menjijikan menurut Dion. Tatapan merekapun tertuju pada Ken seperti menunggu penjelasan dari sang tersangkah.


"Huh... itu tadi aku lihat seorang gadis imut sedang dibully" Ucap Kenned sembari mengatur napasnya


"Terus apa hubungannya dengan kita" Ucap Gion yang masih tidak terima dengan kelakuan Ken tadi


"Hmm..siapa nama gadis itu?" Tanya Dion dengan sedikit penasaran

__ADS_1


"Namanya...Esya"


"Oh, Esy... hah apa siapa namanya tadi" Ucap Gion yang sedikit kaget mendengar nama gadis itu.


"Bagaimana ciri gadis itu?"


"Dia terlihat menggemaskan,berkulit putih, berlesung pipi di kedua pipinya, dan ice girl " Ucap ken lagi, sambil seraya mencoba mengingat gadis itu


"Lalu matanya seperti apa??"


"Matanya biasa saja seperti kebayakan orang Tapi...."


"Tapi apa cepatlah berbicara" Potong Gion karena kekesalannya tadi


Pletek "Diamlah, Menyebalkan" Ucap Dion yang sudah menjitak saudara kembarnya itu sakin kesalnya dengan kelakuan Gion Sedari tadi pagi, sedangkan yang menjadi korban jitakan hanya meringis dalam diam.


"Lanjutkan Ken"


"Ada satu benda yang menarik perhatianku, gadis itu memiliki gelang ukir yang sama persis seperti milik Princess" kata Ken dengan panjang lebar


"Ada yang aneh"


Dion perlahan merogoh saku baju seragam sekolahnya, mengambil benda pipih itu yang berlogo Iphone, perlahan meninggalkan ruangan itu sembari mencari sebuah kontak di dalam handphone pintarnya itu untuk ia hubungi.


"Ada apa dengan dia"


"Entahlah, yang jelas dia bukan kembaranku"


"Kau menyinggungku?"


"Baguslah kalau kau merasa"


"Kau benar-benar...."


"Terima kasih aku tau kalau aku tampan jadi tidak perluh memujiku lagi" Ucap kenned, memotong perkataan Gion. Benar-benar kali ini ia sangat merasa puas karena telah membuat sepupunya itu kesal seharian ini


"Dasar kau benar-benar sepupu yang menyebalkan, berhenti kau kentang goreng" Teriak Gion memanggil sepupunya itu yang mulai berlari mengikuti Dion keluar dari ruangan itu, meninggalkan dirinya sendiri mengurus stand.


"Lah aku kenapa ditinggal sendiri" Ucap Gion yang mulai sadar kembali ke dunianya itu, Hari ini dirinya benar-benar dibuat kesal oleh sepupunya itu.


Tapi untung Gion sayang pada kedua saudaranya itu jika tidak, sudah dipastikan Dion Selaku kembarannya itu akan ia kirim ke kutub utara mungkin saja disana Dion akan banyak bicara dengan Pinguin dan Beruang kutub tentunya... dan Kenned selaku saudara sepupunya itu akan dia kirim ke sekolah sirkus setidaknya disana Kenned bisa bertemu dengan Badut serta teman-teman skrobatiknya itu yang menurut ia memiliki sifat usil yang sama dengan Ken.

__ADS_1


__ADS_2