QUEENESYA

QUEENESYA
Episode 29 Penasaran


__ADS_3

Pertama-tama sepertinya kita harus mengenal terlebih dulu latar belakang dari salah satu pemain penting didalam cerita ini selain Esya, keluarga dan teman-temannya.


William Stevand Shakespeare adalah putra tunggal dari keluarga Shakespeare yang merupakan salah satu keluarga yang cukup berpengaruh dalam bidang teknologi informasi.


Anak dari  seorang pengusaha William Alresca Shakespeare dan salah satu desainer ternama Elisabeth alister Shakespeare, keluarga ini berdarah Inggris-Jerman.


Remaja berkulit putih, berhidung mancung, memiliki perawakan tinggi di umurnya yang sudah hampir mendekati umur 16 tahun pada akhir bulan ini belum pernah sekalipun merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta, meskipun ia memiliki penampilan yang rupawan dan banyak di gilai kaum Hawa.


Pribadi remaja ini juga tidaklah buruk, rokok, minuman keras, bahkan narkotikapun adalah sesuatu yang begitu ia jauhi, pribadi yang dingin, cuek dan keras kepala itusemakin menambah tingkat level dalam aurah yang terus ia pancarkan.


👯Queenesya👯


Hari ini adalah hari pertama Evan  berada di Lost angeles, karena kemarin ia baru saja tiba dari Inggris, yang merupakan negara dimana ia di besarkan selama ini.


Maka dari itu, pagi tadi Evan memutuskan untuk pergi berjalan-jalan sebentar. Guna untuk mengenal lingkungan dimana ia akan tinggal kedepannya. Yah, Evan memilih untuk tinggal jauh dari orang tuanya, katanya agar ia bisa jauh lebih mandiri lagi.


Namun, percayalah dibalik itu semua Evan memiliki  tujuan sendiri, salah satunya agar tidak ada yang selalu mengawasi pergerakannya selama sehari penuh. Yah, Evan ingin merasa sedikit bebas melakukan banyak hal, sesuai dengan umurnya. Bukan justru mengurus bahkan memegang kendali atas perusahaan ayahnya.


Karena, Evan sendiri ingin menghasilkan uang dari hasil usaha dan kerja kerasnya sendiri, bukan dari hasil keringat orang tuanya. Maka dari itu ia memiliki impian untuk membangun bisnisnya sendiri dan menemukan pendamping yang hampir nyaris sempurna seperti bundanya.

__ADS_1


Dan disinilah ia sekarang, didalam ruang pribadi miliknya, bahkan sampai sekarang pikirannya tidak pernah bisa luput darinya. Yah, gadis itu sudah berhasil mencuri hatinya.


Sejak tadi, bahkan ketika gadis itu baru keluar dari mobil, matanya sudah mengawasi pergerakan gadis itu dengan intens. Matanya seakan tidak bisa untuk berpaling, meskipun itu hanya untuk sebentar saja.


Evan begitu penasaran akan gadis itu, seperti sekarang ini entah sudah berapa lama ia bergelut dengan segala macam jenis Gadget miliknya, hanya untuk mencari tahu mengenai Esya, gadis manis yang telah mencuri hatinya itu.


"Arght!!! Mengapa informasi tentang gadis itu sangat sulit ditemukan"


"Aku juga cuma mengetahui nama depannya saja, entah nama belakangnya apa" ucapnya lagi.


Huh, sekarang Evan hanya bisa menarik napasnya saja. Sepertinya memang nihil baginya untuk bertemu dengan gadis itu lagi, dengan kondisi kota Lost angeles yang seluas ini.


Setelah tidak lama berpikir, Evan mulai menyadari sesuatu yang ada di dalam pikirannya tadi. Jika Evan tidak salah, dirinya pernah bertemu dengan lelaki itu ketika mengikuti salah satu acara peresmian yang di selenggarakan oleh salah satu rekan bisnis ayahnya dulu.


"Tidak salah lagi, dia pasti Gion putra kedua dari Uncle Lucas, sahabat ayah dulu"


Setelah Evan yakin akan pemikirannya itu, ia segera mencoba mengorek data informasi mengenai lelaki tadi, sehsrusnya dengan cara itu ada besar  kemungkinan dirinya akan bertemu lagi dengan Esya.


Hasil Data:

__ADS_1


Nama : Gion Mahesa Vondrienty


Umur  : 16 tahun


Sekolah: Quelinety Hight School


Kelas : XI.A


Gion adalah putra kedua dari salah satu pengusaha yang sangat berpengaruh di dunia Lucas Mahesa Vondrienty dan Melania Moneque Caroline, serta memiliki seorang kembaran yang lebih dulu 3 menit darinya Dion Mahesa Vondrienty.


Evan membaca informasi yang dia temukan berulang kali, apa yang dia cari tidak ada, disana tidak ada sama sekali informasi mengenai Esya.


"Sebenarnya apa hubungan mereka berdua?" Tanya Evan pada dirinya sendiri


Evan benar-benar telah di buat penasaran oleh  gadis manis yang baru saja ia temui hari ini, rasanya Evan ingin segera menemui gadis itu lalu membawanya pergi jauh agar hanya dirinyalah satu-satunya laki-laki di dekat Esya.


"Sial" ucap Evan yang sekarang hanya berjalan bolak-balik sambil menopang dahinya. Bagaimana bisa ia lupa mengurus surat kepindahannya, Evan baru ingat ketika membaca kembali data milik Gion.


Ternyata, dirinya akan satu sekolahan dengan anak dari teman ayahnya itu. Mengingat ekspresi wajah lelaki itu tadi sore, Evan sudah memiliki pendapat tersendiri.

__ADS_1


Satu yang Evan harapkan, kiranya disana ia bisa bertemu dengan gadis manis itu. Yah Evan harus dengan cepat mengurus dokumennya, kalau perlu malam ini juga agar dirinya bisa segera mencari tahu mengenai gadis tadi.


__ADS_2