QUEENESYA

QUEENESYA
Acara Makan Malam


__ADS_3

Dua hari setelah berlalu sejak kedatangan Clara dan Becca, sekarang ini di mansion Vondrienty sedang sibuk-sibuknya, malam nanti akan ada acara makan malam bersama dengan keluarga Evan. Kedua pihak sudah membicarakan hal ini tanpa sepengetahuan anak muda keluarga Vondrienty. Yang mereka ketahui acara makan malam itu hanya acara kumpul bersama setelah belakangan ini disibukkan dengan beberapa hal yang menyita waktu mereka.


Hari ini bunda Melan dan aunty Sasha yang berinisiatif untuk memasak makan malam. Mereka baru tiba di mansion pagi kemarin dan para suami mereka harus kembali mengurus beberapa dokumen di kantor.  Tapi khusus malam ini mereka berdua sudah menyempatkan waktu untuk pulang lebih cepat dari biasanya.


"Bun, apa masakannya tidak berlebihan?" tanya Gion yang kebetulan sedang mengambil minuman.


"Tentu saja tidak, malam inikan, malam uang spesial"


Jawabnya


"Kalau gak abis, mubasir loh Bun. Sayang banget"


"Tenang aja, pasti habis kok"


"Ya udah kalau bunda sama aunty maunya gitu. Aku mau ke kamar dulu"


Gion kembali berjalan menaiki anak tangga mansion mereka, dan menuju keruang kamarnya. Ketika melewati kamar Esya, Gion berhenti sejenak dan mencoba untuk melihat apa yang sedang di kerjakan oleh adiknya itu. Di lihatnya Esya yang sedang berbaring di atas kasur, sepertinya gadis itu sedang merasa bosan.


"Dek, kakak masuk yah?"


"Iya kak, masuk aja gak dikunci kok."


"Lagi ngapain?"


"Lagi mandangin langit-langit kamar"


"Bosen gak? Keluar yuk"


"Mau kemana kak? Kan dilarang sama bunda"


"Gak papa, kita cuma bentar doang. Dari pada suntuk di kamar,gimana?" tanya Gion.


"Hnm, yaudah deh kak. Kakak keluar sekarang, aku mau ganti dulu"


"Oke, kakak tunggu di ruang keluarga, jangan lama. Entar ketauan sama Ken dan Dion"


Gion keluar dari kamar Esya, ia menuju ke kamarnya untuk berganti pakaian. Setelah selesai berganti, Gion turun lebih dulu, dan menunggu Esya di ruang keluarga. Ketika melewati ruang makan, ia melihat ruangan itu sudah ditata dengan baik, di atas meja juga sudah ada alat makan yang tersedia.


"Mau kemana, Gio?" tanya aunty


"Mau keluar benar Aunt, bentar aja kok gak bakal lama" jawab Gion


"Bareng Princess?"


"I-iya Aunt, bentar doang kok yah. Sejam aja, nanti langsung balik. Janji gak bakal telat"

__ADS_1


"Hnm, beneryah? Awas loh...."


"Kak, ayo aku dah siap" ucap Esya, sembari menuruni beberapa anak tangga.


"Ingat yah, princess di jagain, jangan sampai hilang"


"Ih, aunty pikir aku masih kecil apa?"


"Hahaha, becanda kok. Sana berangkat, ingat pulang tepat waktu yah"


Setelah berpamitan dengan aunty Sasha, Esya dan Gion menaiki sebuah mobil dengan Gion sebagai supirnya. Sekarang ini mereka hanya akan berkeliling saja, menikmati hembusan angin sore sembari menunggu jam makan malam yang akan di laksanakan sekitar jam 8 nanti. Sejam pun waktu sudah sangat tidak terasa, Gion mengingat perkataannya tadi pada aunty Sasha dan tentu saja ia akan menepatinya. 


"Kak, kok baliknya cepat banget?"


"Udah dicariin aunty, katanya malam ini ada acara makan malam"


"E-eh... Kok aku gak tau?"


"Kakak juga baru tau tadi pas ngambil minum, bunda yang bilang sendiri"


"Oh, yaudah kak kalau emang gitu. Kita balik aja, takut dicariin"


Jam sekarang sudah menunjuk pukul 19.30 malam, tadinya mereka keluar sekitar jam 18.00. jalanan sekarang entah mengapa sedikit macet sepertinya mereka akan sedikit terlambat di acara makan malam kali ini. Jam menunjukkan pukul 20.10 malam, perjalanan mereka lama karena sepertinya tadi Gion membawa mobil sampai ke ujung perkotaan Lost Angeles.


"Kak, kok ada mobil yang terparkir? Apa ayah beli mobil baru yah?"


"Ih, jangan gitu kak. Kakak kalau ngira-ngira kadang kejadian beneran"


"Kakak juga gak tau pasti, tapi aromanya udah kek gitu, ada tamu tak di undang yang datang"


"Ih, kakak mah. Udah ah, ayo kita masuk dan pastikan sendiri" ucap Esya lalu berjalan lebih dulu dari Gion.


Gion menyusul Esya dari belakang, ketika Esya tiba-tiba berhenti berjalan tak sengaja Gion menabrak tubuh Esya untung saja mereka berdua tidak sampai terjatuh, jika sampai terjadi Merkea berdua sudah menjadi tontonan.


"Kau kemana saja Gio? Aku sudah menelpon mu berulang kali" ucap Ken


"Ada apa? Kenapa ramai sekali? Aku pikir ini hanya makan malam biasa"


"Bun,Yah ini ada apa sih? Kok ramai banget kenapa ada Evan?" lanjut Gion bertanya


Ken dan Dion bangkit dari duduknya mereka dan menghampiri Gion, lalu menariknya agak menjauh. Tatapan mata Evan dan Gion bertemu, Evan tersenyum kemenangan dan Gion kembali kesal sendiri karena tau maksud yang tersirat dari wajah Evan.


"Kenapa tidak ada yang meberitahu aku?"


"Aku sudah menelpon mu.berulang kali tadi, iyakan Dio?"

__ADS_1


"Hn, kau kemana saja."


"Aku tak membawa ponsel tadi. Jadi apa tujuan lelaki menyebalkan itu datang bersama orang.tuanya?"


"Mungkin melanjutkan pembicaraan tentang hubungan princess dan Evan"


"Maksudmu?"


"Pertunangan"


"Hah,Apa!?" teriak Gio, agak keras.


Esya yang sudah duduk di tengah-tengah antara Ayah Lucas dan Bunda Melan melirik kearah ketiga kakaknya, begitu pula dengan tangannya. Evan semakin tersenyum kemenangan kearah Gion, Salahkan sendiri lelaki itu sangat suka mengganggunya dan bahkan mengusirnya tempo hari dari mansion. 


"Kalian bertiga, ayo kemari dan duduk" perintah Oma Hellen


"Jadi apa yang akan kita bicarakan setelah makan?" tanya Oma Amel


"Rencana pertunangan mereka, kurasa sekarang sudah waktu yang pas" ucap Alresca (*nama tengah ayah Evan)


"Hah? Bun, apa ini tidak terlalu cepat? Aku kan masih harus mengurus banyak hal dulu" bisik Esya


"Gak papa, sayang. Kan cuma tunagan doang, gak langsung Nikah" bisik bunda Melan.


  


"Iya, aku rasa ini sudah bagus. Lagi pula beberapa tahun lagi mereka sudah akan lulus" ucap Elisa (ibu Evan) sembari tersenyum lembut.


"Gak bisa langsung nikah aja yah, ma?" tanya Evan


"Enak aja kamu, di suruh ngurus cabang Disni aja kamu gak mau gimana kalau langsung nikah nantinya?"


"Lah, ma. Aku kan sering ngecek ke sana, gak diam terus kek patung"


",Kamu ngecek tapi yang ngerjain semuanya justru asisten papa, gimana sih?" ucap Alresca, Evan diam.


Gion menahan tawanya, melihat Evan. Ia tahu lelaki itu sedang berusaha untuk balas dendam gara-gara kejadian tempo hari sehingga ingin membuat dirinya kesal namun sepertinya tidak berhasil sepenuhnya. Gion tertawa dalam hati, sambil memberi sedikit hujatan ringan pada Evan sambil mata mereka seperti saling bertukar pesan.


TBC


Maafyah lama, ini part udah lama aku tulis tapi lupa Mulu buat up-nya.


Sekali lagi author minta maaf atas beberapa kesalahan penulisan nama ayahnya Esya. Author udah mau revisi cuma belum ada waktu.


Jangan lupa selalu jaga kesehatannya yah

__ADS_1


Terima kasih, dan salamat membaca  


 


__ADS_2