
2010
@Mansion keluarga petter, LA
~♡~
Seorang gadis kecil yang masih nyenyak dalam tidurnya di atas kasur gabusnya itu yang sama sekali tak nyaman kurasa. Sedang bermimpi indah, perlahan ada seseorang yang memasuki kamar sederhana itu dengan membawa seember kecil air dingin. Dengan tiba-tiba tanpa aba-aba gadis itu menyiram air tersebut kepada gadis di hadapannya itu yang masih asik tertidur.
"Bangun lo babu emamg lo kira ni rumah punya nenek moyang lo apa!!! Upst gua lupa lo itu gak punya keluarga jadi lo pasti gak punya nenek moyangkan cih" ucap gadis itu yang kini mulai menarik rambut gadis itu
"Berhenti aurel ku mohon ini sangat sakit hiks..hiks.." tangisan itu keluar dari bibir mungil itu berharap agar gadis yang bernama aurelies petter putri tunggal johan petter & Jenny rubboe itu melepaskannya
"Apa lo bilang berhenti!!! Siapa lo!! Beraninya ngebalas ucapan gua masih syukur mommy dan daddy mungut lo di jalan waktu itu.. kalau gak dah mati lo" ucap aurel sembari semakin menarik rambutnya
Sedangkan gadis yang rambutnya di tarik, hanya bisa diam tanpa membalas perbuatan orang yang ada di depanya itu. Karena ia juga tau diri jika bukan kaena keluarga mereka ia pasti sudah mati saat ini jika mereka tidak membawa ia 10 tahun yang lalu meskipun perlakuan mereka selama ini sudah sangat menyakitinya. Sudah 7 tahun ia hidup seperti ini di siksa dan dimaki, di sekolahkan asal semua tugas anaknya dia yang menerjakannya. Namun dari sanalah kejeniusannya itu muncul dan tak pernah ia tunjukkan pada orang lain
__ADS_1
"Apa salahku padamu sehingga kamu selalu memoerlakukan aku seperti ini??"
"Salah lo itu banyak, dan salah lo karena udah tinggal di rumah gua dasar babu"
Dulu keluarga ini sangat sayang padanya namun setelah jeadian dimana aurel terluka karena kesalahannya sendiri semuanya jadi membencinya dan mengira bahwa dialah yang ingin mencelakai aurel dengan pisau dapur yang ia pegang ketika bermain bersama urel di belakang rumah.
"Mommy...daddy..." teriak aurel dengan nada histeris
Seseorang masuk kedalam kamar itu dan menatap kedua gadis kecil itu dengan tatapan yang berbeda tentunya tatapn kwatir pada aurel dan tatapan kebencian pada Gadis itu.
"Queenesya, apa yang kau lakukan pada putriku??" Ucap wanita itu sembari berjalan menuju sang anak
"Mommy,dia menarik rambut aurel mi. Sakit banget hiks... padahal aurel cuma pengen bangunin dia" sambil gadis kecil itu memeluk mommynya
Queenesya, hanya menundukkan wajahnya takut melihat wajah wanita yang telah membesarkannya selama 10 tahun ini, ia tau jika sebentar lagi ia akan mendapatkan suatu hukuman yang bahkan bukan karena ulahnya sendiri. Ia tak pernah melakukan kesalahan, kegiatannya setiap hari hanya bangun, mandi, mengerjakan pekerjaan rumah, sekolah dan menjadi bahan olokan teman-temanya karena ia tidak memiliki orangtua yang ada hanya sebuah gelang yang terus saja melekat di tangannya dengan beberapa inisial yang tak ia mengerti.
__ADS_1
Perlahan, tangan wanita itu menarik keras lengannya membawanya kesuatu ruang ysng sudah merupakan kamar kedua baginya selama ini, karena srtiap harinya ia akan selalu di kuring disini bahkan tak segan mereka tidak memberikannya makan seharian. Bagi queenesya itu sudah merupakan hal biasa baginya, pada awalnya ia memang belum terbiasa namun secara perlahan makan tidak makanpun sudah merupakan kegiatannya setiap harinya. Meskipun ia sering merasa bahwa ia sangat tidak di inginkan du dunia ini, namun karena sebuah gelang itulah ia memilij untuk bertahan demi beryemu dengan keluarga kandungnya. Ia tahu inisial pada gelangnya itu bukanlah gelang biasa bahkan di balik gelang itu terdapat sebuah tombol yang mana jika ia aktifkan maka akan memancarkan sinyal namun, karena umurnya sekarang belum cukup ia belum bisa melakukannya.
"Masuk sekarang" ucap wanita itu sambil mendorong tubuh mungil queenesya kedalam ruangan tersebut dengan kasar
"Maafkan aku, aku sama sekali tidak bersalah" ucap Queenesya kecil dengan
"Apa katamu, anakku menangis karenamu dan kau bilang bahwa kau tidak bersalah cih...kau itu hanya sebesar debu yang tak berarti, keluargamu saja entah kemana" makian itu keluar dari bibir wanita itu membuat gadis kecil di hadapannya hanya menunduk takut
Tidak jauh dari mereka di luar pagar, terdapat dua orang bocah laki-lai yang menatap mereka tanpa berkedip, rasanya kedua bocah itu merasakan rasa sakit pada hatinya ketika melihat gadis kecil itu meneteskan air mata.
"Gadis kecil yang malang" ucap salah satu di antara mereka
"Kau benar gio, pasti jika Queenesya kita ada bersama kita dia pasti sudah sebesar dan secantik gadis kecil itu" ucap dion membalas perkataan ebarannya itu
"Aku merindukan dia dio, kapan kita akan menemukan princess"
__ADS_1
"Bersabarlah, sebaiknya kita kembali ke rumah dan melanjutkan pencarian kita dengan sinyal dari gelang itu"
Setelah berkata demikian mereka langsung masuk ke dalam mobil yang sudah di tugaskan utuk mengatar jemut mereka dimanapun dan kapanpun mereka berada, lalu lepas itu mereka kembali ke mansion keluarga mereka yang berada di LA tepatnya agak jauh dari mansion keluarga Petter