QUEENESYA

QUEENESYA
Episode 34 Rencana Kunjungan


__ADS_3

•PS: perkiraan cuacanya aku cuma ngasal doang gak sesuai sama cuaca asli di LA.


💕


Terik matahari seakan membakar kulit, saking panasnya keringat pun mulai bercucuran. Padahal mobil yang mereka tumpangi sudah beraseh, entah mengapa dengan cuaca yang kadang berubah-ubah tidak menentu belakangan ini.


Mobil itupun memasuki halaman mansion besar keluarga vondrienty, setelah terparkir dengan baik, ketiga remaja itupun keluar dari dalam mobil dan sesegera mungkin berlarian memasuki mansion.


"Ekhm..."


Suara deheman itu mengagetkan ketiganya, dilihatnya dua orang wanita yang telah melahirkan mereka. Ketiganya pun mulai terdiam menunggu ucapan selanjutnya yang akan segera dilontarkan oleh salah satu dari kedua wanita itu.


"Dimana Esya?"


"Dia sedang kerja kelompok Mi" ucap Ken bohong


Sebenarnya sepulang sekolah tadi mereka sudah mengajak Esya untuk pulang. Namun,siang tadi Esya meminta izin pada mereka untuk pulang terlambat dengan alasan pekerjaan.


"Beneran??" tanya Bunda Melan, yang masih kurang yakin akan jawaban keponakannya itu.


"Benar kok Bun, iyakan bang?" Ucap Gion, sambil menatap Dion yang ada di sampingnya.


"Hn"  gumam Dion heran pada Gion


Tidak biasanya Gion memanggilnya dengan sebutan itu, sedangkan memanggilnya kakak saja sudah sangat langkah. Bahkan hampir selama ia hidup Dion sama sekali seperti tidak pernah mendengar ungkapan itu.


"Kenapa? Tak salahkan kalau aku panggil kamu Abang, yah meskipun aku lebih muda 3 menit darimu" 


"Ck, dasar aneh" ucap Dion yang sudah melanjutkan jalannya lebih dulu.


"Bunda apa aku salah?" Tanya Gion dengan polosnya.


Bunda Melan dan aunty Sasha hanya tersenyum melihat kelakuan si kembar itu, terlebih Ken yang hanya menggelengkan kepalanya melihat kedua saudara sepupunya itu. Dalam hati ia selalu bersyukur tidak terlahir kembar, entah apa yang akan terjadi jika di mansion ini terdapat dua anak kembar.


"Ekhm" dehem aunty Sasha

__ADS_1


"Ya, mami. Ada apa?" Tanya Ken


"Nanti sore kita akan kedatangan tamu"


"Tamu!!!, Siapa mi? Apa salah satu rekan kerja keluarga?" Tanya Ken yang mulai penasaran


"Mereka dari Keluarga Petter"


"Oh, keluarga...Apa!!!, Siapa tadi mami?" Refleks Ken ketika mendengar ucapan itu


"Keluarga Petter"


'ini gawat' Pikir Ken yang langsung pergi berlari kedua saudara sepupunya itu, dengan mengacak-acak rambutnya, seperti orang yang sudah mulai frustasi. Mengabaikan tatapan tanya yang telah mengekorinya sejak beberapa menit yang lalu


Tiba di ruangan bernuansa abu-abu itu Ken tidak langsung mengganti pakaiaannya, justru lelaki bersurai hitam itu langsung saja mondar-mandir, sambil menopang dagunya.


KWANG!!!


Suara pintu yang terbuka dengan paksa mampu menyadarkan Ken Dangan sempurna, beberapa saat yang lalu Ken sempat mengirim pesan singkat pada keduanya. Karena ia tidak ingin lelah sendiri hanya untuk memanggil mereka berdua.


"Ada apa?"


"Keluarga nenek lampir akan datang sore ini"


Masih dalam keadaan diam, Dion dan Gion masih sedikit mencerna ucapan Ken, setelah itu keduanyapun melotot lebar tidak percaya. Lalu dalam pikiran mereka sekarang, mulailah timbul banyak pertanyaan, untuk apa mereka akan datang?,apakah mereka mengetahui jika Esya ada bersama mereka?, Ataukah ingin agar saham itu ditanamkan lagi pada perusahaan mereka?


"Bagaimana sekarang?"


"Aku tidak tahu"


"Aku khawatir kalau ini ada sangkut pautnya dengan Esya"


Sekarang mereka benar-benar tidak tahu harus bagaimana. belum lagi lima jam kedepannya adalah jam pulang Esya dari pekerjaannya, mereka tidak ingin jika Esya bertemu lagi dengan keluarga itu. Sudah cukup untuk mereka melukai adiknya, sekarang tidak akan ada lagi ataupun kedepannya bahkan untuk selamanya.


"Ayo ikut aku" ajak Dion

__ADS_1


"Kemana?" Tanya Ken


"Kita jemput Esya sekarang" jawab Dion


"Apa kau gila" tolak Gion


"Kita jemput dia dan pergi ke mansion Zee hingga keluarga Petter itu pulang"


"Baiklah, ayo cepat"


M


erekapun mulai berjalan, menuruni anak tangga lalu membuka pintu utama mansion untuk keluar dan segera mengendarai mobil pribadi mereka, namun sebelum pintu itu berhasil di buka, sebuah deheman menghentikan pergerakan mereka.


"Mau kemana?" Tanya Bunda Melan


"Mansion Stone" jawab Gion


"Oh, Gion pengen ketemu sama doi yah" ucap aunty Sasha


"Mau bunda bantuin gak, nanti bunda saranin ke ayah biar Gion di jodohin aja sama Sharon" goda bunda Melan pada putra keduanya itu.


Gion melongo mendengar ucapan bundanya itu, berbeda jauh dengan kedua saudaranya yang sudah menahan tawanya karena melihat ekspresi wajah Gion yang entahlah harus mereka gambarkan.


"Gak bunda. Bagaimana hidup Gion nantinya jika tinggal dengan si Bakpau bersuara toa itu,kuping Gion pasti bisa rusak" ucap Gion yang sudah membayangkan hal itu.


Gion memandang wajah kedua wanita itu lalu mengalihkan pandangannya pada kedua saudaranya itu, Gion tau jika mereka sudah akan terpingkal-pingkal, bahkan Dion saja yang berwajah datar itu tertawa kecil.


"Kalau mau tertawa yah tertawa saja,huh." ucap Gion pada keduanya


Gelak tawa pun muncul dari keduanya, namun hal itu tidak lama setelah mereka menyadari tatapan yang berasal dari kedua wanita hebat itu, mereka langsung terdiam.


"Ken juga mau mami jodohin ah kalau gitu"


"Dion juga maukan ya, biar nanti bareng sama Gion pertunangannya"

__ADS_1


"Gak" ucap keduanya yang sudah ngacir lebih dulu disusul oleh Gion yang sudah menertawakan mereka.


Kedua wanita itu hanya menggeleng-gelengkan kepala, melihat tingkah putra-putra mereka yang sangat menggemaskan mungkin. Yah, itulah mereka dengan sejuta tingkah usilnya, sekarang kalian tau benar dari mana asal sifat usil yang dimiliki oleh Gion dan Ken.


__ADS_2