QUEENESYA

QUEENESYA
Episode 12 Rencana


__ADS_3

Kedua pasang kaki itu akhirnya telah berhenti melangkah, kini mereka telah sampai pada salah sstu ruangan di mansion tersebut, apa lagi kalau bukan kamar Kenned, sepupu super usilnya itu. Entah mengapa Dion ingin pergi ke kamar ken padahal ia tahu sendiri bahwa ken tidaklah cocok dengan dirinya, menurutnya Gion lebih cocok dengannya yang otaknya memang tidak beda jauh, sama-sama usil dan selalu dirinyalah yang menjadi sasaran kejailan mereka. Tanpa meminta izin dulu pada sang pemilik kamar, Gion langsung refleks membuka pintu tersebut tanpa memulainya dengan ketukan terlebih dahulu.


"Aaa..sial" Kaget kenned karena ulah Gion yang tidak mengetuk pintu kamarnya terlebih dulu


"Ada apa denganmu?" Tanya Gion pada sohibnya itu dengan wajah yang tidak bersalah sama sekali


"Kenapa kamu masuk tanpa mengetuk dulu" Ucap Ken kepada kedua sepupunya yang sekarang justru enak-enakan menghabiskan cemilannya, ah tidak lebih tepatnya itu hanya berlaku pada Gion, tidak dengan Dion yang hanya duduk di sofa sambil menatap mereka berdua.


"Cih, aku mana mau masuk kamar kamu kalau bukan karena kutup es. Lebih baik aku santai di kasur king zize milikku" Ucap Gion padanya, yang semakin membuat dirinya bingung dengan kedua saudaranya ini. Tadi Dion yang aneh sampai tersenyum sendiri lalu sekarang sekutu usilnya ini juga mulai aneh seperti Dion.


"Sebenarnya apa yang telah terjadi pada kalian berdua, mengapa kalian sangat terlihat aneh hari ini. Tadi Dion yang tiba-tiba tersenyum dan sekarang Ken yang... arght, apa ada yang bisa memberitahu aku" Ucap Gion lagi dengan tampang yang frustasi


"Hn"


"Hm"


'What the...' batinnya tidak habis pikir dengan kedua orang di hadapannya sekarang, fix sekarang Gion benar-benar kesal, andaikan kedua orang yang ada bersamanya sekarang ini bukan saudaranya rasanya Gion ingin segera mengikat mereka di pohon touge. Bayangkan saja jika kalian berbicara panjang lebar dan hanya di balas dengan deheman saja, betapa kesalnya kalian bukan diabaikan dan dicampahkan oleh saudara sendiri.


"Sudahlah Gion, sekarang kita harus fokus pada rencana selanjutnya" ucap kenned


"Memangnya rencana apa yang pernah kita lakukan sebelumnya" tanya Gion pada keduannya, yang memang masih belum mengerti arah pembicaraan sekarang ini


"Beberapa tahun ini kami berdua sudah mencoba mencaritahu mengenai gadis kecil yang kita temui di taman waktu itu" Ucap Dion yang sekarang mulai angkat bicara

__ADS_1


"Apa!!! Kalian anggap aku saudara atau musuh sih kenapa tidak ada yang memberitahu aku"


Ucap Gion, yang tidak menyangkah bahwa kedua saudaranya ini menjalankan misi penting tanpa sepengetahuan dirinya.


"Bagaimana kami mau mengajak kamu jika kamu saja tidak mau keluar kamar selain bersekolah" ucap Ken pada saudara sepupunya itu.


'Benar juga... jadi karena hal itu kenned selalu mengganggu tidur nyenyaknya' batinnya, memang benar jika selama beberpa tahun ini Kenned selalu saja berkali-kali mengetuk pintu kamarnya ketika ia sedang istirahat, ini juga salah dirinnya sendiri.


"Baiklah, Jadi bagaimana?? Apa ada perkembangan??" Tanya Gion pada keduannya yang hanya membalas dengan gelengan saja.


Selama beberapa tahun ini, Dion dan Kenned sudah berulang kali mencari tahu mengenai gadis kecil itu, namun karena informasi yang mereka miliki tidaklah lengkap membuat pekerjaan mereka terhambat, lagipula data yang mereka temukan sangatlah banyak yang bernama Esya, Queenesya serta Kesya. Lagipula data sang adik tidak pernah dipublikasikan oleh keluarga, jadi tidak mungkin mereka akan menemukannya. Mereka juga sering mengunjungi El Pueblo de Los Angeles dengan harapan akan bertemu dengan gadis kecil yang menggemaskan itu, namun mereka tidak pernah menemukan bahkan bertemu lagi dengannya.


"Tahun ini, princess akan berumur 15 tahun bukan. Itu tandanya tahun ini princess seharusnya sudah masuk Senior Hight School" Ucap kenned dengan tiba-tiba tanpa ia sadari sendiri, membuat kedua anak kembar di dekatnya kini menatap dirinya.


"Tumben kau cerdas"


'Sebenarnya, apa yang baru aku katakan pada mereka?' batin kenned  yang bertanya sendiri pada dirinya yang masih belum sadar akan ucapannya tadi.


"Kemungkinan besar princess bisa saja mendaftarkan diri di Quelinety Hight School" ucap Gion, yang memang memiliki insting yang lebih kuat dari Dion dan Kenned. Namun jangan salah, selain insting kuat yang Gion peroleh dari opa hans, ia  juga memiliki kecerdasan yang di turunkan oleh bundanya.


*Ps:


   QHS atau Quelinety Hight School adalah salah satu sekolah paling terkemuka di kota Lost Angeles

__ADS_1


Sekolah ini merupan sekolah miliki keempat keluarga besar yang sangat dihormati dan bahkan disegani oleh dunia


Nama sekolah ini di ambil dari gabungan hurup dari nama keempat keluarga yang dijadikan satu.


Pemimpin sekolah ini adalah kedua opa dan oma dari Duo Kembar, Kenned serta Queenesya


Dengan Kepala sekolah yang merupakan kawan lama dari ayah Lukas, yaitu Sagara Fernandez


☆Kembali ke cerita ☆


Jika Gion memiliki kecerdasan dan insting kuat yang ia dapat dari keluarga sang bunda, maka berbeda dengan Dion yang justru mendapat otak yang hampir semuanya dari keluarga sang Ayah yaitu kecerdasan dalam hampir semua bidang, penyusun strategi yang kuat dari oma hellen serta kebijakan yang ia dapatkan dari opa Robert. Sedangkan Kenend ia mewarisi kedua hal dari oma hellen dan opa robert dan tentunya sikap usil dari sang bundanya sendiri, namun ada satu yang paling mendominasi dari dirinya yaitu, jiwa Psyco dari oma hellen Lalu, apa jadinya dengan Queenesya kelak??


"Benar tidak salah lagi, jadi apa rencana kita selanjutnya" Ucap Kenned pada keduanya


"Hmm... bagaimana jika kita melakukan sayembara" usul Dion


"Maksudnya?" Tanya keduanya


"Jadi gini kita buat sebuah sistem sayembara tanpa sepengetahuan mereka yang khususnya lebih mengarah pada proses seleksi keanggotaan dalam bidang seni sesuai dengan bakat mereka" Ucap Dion yang berterus terang


Kepada kedua manusia yang segender dengannya, yang sekarang sedang melongo tidak habis pikir dengan ide yang sedikit konyol miliki oleh saudaranya itu.


Bagaimana tidak, Ini sudah bukan zaman kerajaan lagi yang harus menggunakan sistem sayembara untuk menemukan sesuatu yang hilang. Mereka setuju dengan ide Dion yang menurutnya memnag bagus dengan cara menyeleksi unit keanggotaan seni, hanya saja mereka tidak setuju dengan julukan yang di gunakan oleh Dion, mengapa bukan 'misi rahasia para pangeran tampan' atau 'Trio detektif tampan' setidaknya julukan jauh lebih keren daripada 'sayembara' yang di gunakan Dion. Namun, dalam pikiran mereka hanya ada satu pertanyaan yang sama 'Kemanakah Dion yang Briliand', fix bagi Gion sekarang kembarannya ini benar-benar sudah aneh tingkat dewa.

__ADS_1


__ADS_2