QUEENESYA

QUEENESYA
Episode 63 Kedatangan Mereka


__ADS_3

Remaja laki-laki itu tersenyum bahagia, setelah sekian lama akhirnya ia bisa mengetahui bagaimana keadaan Esya sekarang. Semua ini berkat Orion sepupunya itu, jika bukan karena usahanya mungkin saja Evan masih akan terkurung didalam ruangan kamarnya itu sambil berbicara sendiri.


Ia sudah berbicara dengan aunty Melan beberapa waktu yang lalu, betapa senangnya dia karena sekarang memiliki akses untuk bisa mengetahui kondisi Esya disana. Dari pada berharap kepada ketiga laki-laki menyebalkan yang tinggal di mansion Vondrienty.


"Bagaimana!? Udah baikan?" ucap Orion datang menghampirinya sambil membawa dua cangkir kopi susu buatannya.


"Hn, sekarang dia sudah dalam keadaan yang semakin baik" ucap Evan mengambil salah satu cangkir yang sudah diletakkan Orion di meja.


Sekarang ini mereka berdua sedang berada di ruang keluarga, sedikit bersantai. Evan juga sudah tidak mengurung diri lagi seperti yang lalu-lalu, lelaki itu sudah keluar dari ruang pribadinya.


"Terima kasih Rio, ini semua karena bantuanmu" ucap Evan


"Kau sudah mengatakan itu berulang kali Stev. Aku ini saudaramu, sudah sepatutnya aku membantumu" ucap Orion lalu menepuk pundak Evan pelan. Saudara sepupunya ini benar-benar ia tidak habis pikir. Evan sudah berulang kali mengucapkan terima kasih padanya seharian ini.


Ting tong....


Bunyi bel dari arah pintu depan membuat mereka mengalihkan pandangannya, Orion berdiri dan bergegas menuju pintu depan guna untuk melihat siapa yang datang. Sedangkan Evan melanjutkan kegiatannya, menikmati secangkir kopi susu miliknya.


Tidak lama kemudian, Orion datang bersama dengan beberapa remaja. Ternyata mereka adalah teman-teman Evan di sekolah, Zee dan Melsha serta sahabatnya Angga. Mereka datang entah untuk apa, Evan juga tidak mengerti.


"Kau sudah tidak mengurung diri lagi!?" tanya Angga yang sudah mengambil tempat duduk tepat di samping Evan, sedangkan kedua gadis remaja itu memilih untuk duduk diseberang mereka.


"Dia sudah lebih baik dari sebelumnya" jawab Orion mewakili saudaranya


"Baguslah, aku kira kau akan terus seperti itu" ucap Angga


"Hn"


Melsha dan Zee hanya diam menyimak pembicaraan ketiga lelaki yang ada di hadapan mereka sekarang ini.


"Dimana Ginta dan Eve!? Tidak biasanya kalian hanya berdua saja" ucap Orion pada kedua gadis yang sejak tadi belum mengeluarkan suaranya.


"Mereka ada urusan"


"Begitu yah"

__ADS_1


Tidak ada yang berbicara lagi, mereka semau terdiam dan kembali sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Evan hanya menghayal entah memikirkan apa dan yang lainnya sibuk dengan ponsel mereka sendiri.


Sunyi, itulah keadaan yang sedang melanda kelima Remaja itu sekarang ini. Tidak ada percakapan yang terjadi sejak sekitar 15 menit yang lalu. Evan mulai sedikit bosan, ia sudah selesai dengan harapannya tadi.


"Oh,iya. Ada apa kalian kemari!? Tidak biasanya" ucapnya pada ketiga temannya itu.


"Tak ada. Kami hanya ingin melihat kondisimu" ucap Zee


"Benar. Lagipula sejak kemarin kau selalu mengurung diri bukan!?" Sambung Melsha


Evan mengiyakan perkataan gadis bermata sipit itu, memang benar sejak kemarin pagi ia sudah mengurung diri selama seharian penuh. Bahkan sekarang ia baru ingat jika kemarin tidak berangkat ke sekolah seperti biasanya.


'astaga, aku melewatkan pelajaranku' batin Evan menghela nafas pelan


Terkadang Evan adalah orang yang begitu berhati-hati dalam melakukan hal, tak disangka ia tidak ingat bahwa kemarin adalah hari Jumat dan artinya ia masih harus masuk sekolah. Karena kejadian kemarin, lelaki itu sudah melewatkan mata pelajarannya.


"Apa ada hal yang terjadi di sekolah kemarin!?" pada akhirnya Evan pun mulai bertanya pada keempat remaja itu.


"Jangan tatap aku Stev, apa kau kira kemarin aku masuk!? Sejak pagi kemarin aku sudah stay di depan kamarmu seperti manusia kurang kerjaan bahkan ...." ucap Orion menggantung karena mendapat tepukan di pundaknya


"Ah, benar sekali banyak hal yang terjadi kemarin. Kau pasti tidak akan menyangka" ucap Angga menghentikan kegiatan kedua saudara di dekatnya itu.


"Ada apa!?" tanya Orion, sedangkan Evan lelaki itu hanya mengangkat satu alisnya ia juga menunggu apa yang akan Angga katakan.


"Akan Ada murid baru di kelas kita" ucap Zee mendahului apa yang akan Angga ucapkan


"Rumornya baru kemarin, kemungkinan dia akan mulai bersekolah Senin nanti" kali ini Melsha yang angkat bicara lebih dulu dari kekasihnya itu.


Angga, lelaki itu sudah mengerucutkan bibirnya kesal pada kedua gadis di hadapannya sekarang yang selalu mendahului ucapannya. Sedangkan yang di tatap sudah jelas ingin tertawa melihat ekspresi konyol sang penatap.


"Apa dia perempuan atau justru laki-laki!?" tanya Orion, ia sedikit penasaran


"Sepertinya dia seorang gadis, banyak yang bilang jika dia berasal dari Jerman namun besar di Perancis" ucap Angga sedikit cepat karena dia tidak ingin kecolongan lagi.


'seorang gadis!? Berasal dari Jerman namun besar di Perancis' batin Orion mengulangi ucapan Angga barusan, entah mengapa dirinya mulai sedikit gugup.

__ADS_1


"Ada apa denganmu!?" tanya Angga yang menyadari perubahan tingkah dari Orion


"Tak ada apa-apa" ucap Orion kembali mencoba menetralkan dirinya seperti semula.


Entah mengapa mengetahui seorang gadis akan datang membuatnya tiba-tiba gugup sendiri. ada apa dengan dirinya sekarang!? bahkan Evan yang sejak tadi sudah tidak berbicara lagi langsung memberi ia sebuah tatapan yang tentunya tidak bisa Orion jelaskan dengan kata-kata, setelah ini ia pastikan dirinya itu akan segera berakhir dengan pertanyaan.


"E-mn, Stev kau harus mentraktirku karena sudah membantumu pagi tadi" ucap Orion ngasal.


Evan kembali heran dengan ucapan yang dilontarkan oleh Orion, tidak biasanya lelaki itu akan mengalihkan topik pembicaraan. Seolah-olah ingin bertanya padanya 'ada apa sebenarnya!?' . Mimik wajah lelaki itu membuat rasa penasaran Evan semakin besar saja, setelah ini ia harus bisa mengetahui hal itu.


"Ah, baiklah Rio. Tapi kau terlihat tidak biasanya" ucap Evan padanya.


"A-pa maksudmu!?" tanya Orion kembali gugup.


"Tidak. Kita harus bicara setelah ini" ucap Evan menatap Sepupunya lagi.


Sedikit tersentak dengan ucapan Evan. Orion menghela nafasnya pelan, sudah ia duga apapun yang dirinya lakukan bisa dengan mudah Evan tebak.


"Van, kami pamit pulang dulu. Udah sore juga" ucap Angga yang mendapat anggukan dari kedua gadis itu.


"Ah,baiklah. Aku juga tiba-tiba ada urusan dengan seseorang" ucap Evan sambil memicingkan matanya kearah Orion yang sudah meneguk salivanya


'Mampuslah aku' batin Orion


Mereka lalu mengantar ketiga remaja itu keluar sampai kendaraan yang mereka tumpangi sudah tidak terlihat lagi. Evan lalu kembali memberikan tatapan mautnya pada Orion, meminta penjelasan atas sikap Orion yang tiba-tiba aneh tadi.


"Sekarang ikut aku ke kamar dan jelaskan semuanya, Orion" ucap Evan lalu berjalan lebih dulu diikuti oleh Rio dibelakangnya.


Rasa gugup kembali melanda dirinya, bagaimana mungkin ia harus mengatakan kalau tunangan masa kecilnya itu akan datang.


Yah, murid baru yang akan masuk ke kelas mereka adalah tunangan masa kecil Orion. Ah, Tidak. Yang menganggap itu hanyalah orang tua mereka sendiri, Orion dan gadis itu sama sama sekali tidak pernah menganggap hal itu.


Ini semua karena ulah orang tua mereka dulu. Rio tidaklah benci dengan gadis ini justru dia sangat menyayanginya, hanya saja Rio tidak tahu bagaimana cara ia harus mengungkapkannya.


Dan seperti inilah yang terjadi, selama bertahun-tahun Rio harus berusaha menutupi kegugupannya itu ketika berada dekat dengannya, Rio selalu terlihat bersikap acuh pada gadis itu tetapi dengan diam, ia juga terus mengawasinya.

__ADS_1


Karena tidak tahan, Rio akhirnya memilih untuk kabur ke negara dimana Evan dibesarkan. Di tengah perjalan ia bertemu dengan orang kepercayaan keluarga Evan. Alhasil seperti inilah sekarang, Orion memilih ikut bersama Evan ke LA untuk melanjutkan sekolahnya. Setidaknya untuk sementara waktu ia bisa terbebas dari rasa gugup yang selalu melanda dirinya selama ini.


__ADS_2