
Bel tanda istirahat baru saja berbunyi berbondong-bondong mereka semua segera bergegas untuk berlomba mengambil tempat duduk di kafetaria karena biasanya, kafetaria itu akan pengap ketika jam istirahat terlebih di hari Senin seperti ini ada banyak kelas yang melaksanakan pelajaran olahraga di jam yang sama.
Berbeda dengan yang lain, Zee dkk.a memilih untuk berkenalan dengan Audet, anggota baru di dalam kelas mereka pagi tadi, terlebih ketika telah mendengar penjelasan dari Evan tentang hubungan antara gadis itu dan Rio.
Sejak pelajaran tadi Evan terus saja sesekali memperhatikan meja yang ada di seberangnya. Rio, sepupunya selalu saja tidak fokus pada pelajaran sesekali lelaki itu akan mencuri pandang pada gadis yang tepat berada di sampingnya.
Sedangkan Rio, masih memikirkan maksud dari perkataan Audet tadi, melihat sifat gadis itu yang berbeda dari biasanya. Ketika Rio masih bersekolah di Perancis, Audet akan selalu mengganggu kegiatannya selama di kelas bahkan terkadang gadis itu akan selalu mengikuti aktivitasnya seharian.
Namun sekarang, Audet bahkan tidak melakukan hal itu lagi meski hanya untuk sekedar memandang dan berbicara pada dirinya saja. Gadis itu sejak tadi hanya fokus pada pelajaran atau seperti sekarang kembali sibuk dengan buku bacaannya.
'sejak kapan Audet gemar membaca novel!?'
Setidaknya itulah yang ia pikirkan sekarang ini, selama bertahun-tahun di dekat gadis itu Rio sama sekali belum pernah melihatnya membaca novel kecuali buku pelajaran. Tidak tahu jika gadis itu sedang sendiri seperti ketika malam hari tiba.
"Lexa!? Apa itu kau?. Kelas ku berada tepat di atas kelas mu." ucap seorang remaja lelaki yang tiba-tiba memasuki ruangan itu lalu tiba-tiba memeluk Audet.
"Kak Dims!?" ucap Audet tersenyum manis pada lelaki itu lalu membalas pelukannya
'apa-apaan ini!?' batin Rio menatap tidak suka pada lelaki yang bernama Dimas. belum lagi Claudette-nya yang tersenyum manis padanya.
Orang-orang yang berada di ruang kelas itu menatap tidak percaya dengan kejadian barusan, siapa yang tidak kenal dengan Dimas Andrean di seluruh lingkungan sekolah ini. Ia adalah seorang kapten basket yang di kagumi, wajah tampannya itu juga mampu membuatnya masuk kedalam deretan siswa tertampan di sekolah QHS ini.
"Kakak apa kabar!?" tanya Audet kegirangan semakin membuat Rio kesal saja, Audet memang tipikal gadis yang ceria tetapi ia tidak pernah melihat Audet seceria ini ketika bersama dengannya
"Baik kok, Lexa-nya kakak gimana!? Kok pengen pindah ke LA!?, Apa terjadi sesuatu Perancis?" Tanya Dimas pada gadis itu.
"Lexa baik kok kak. Lexa bosan aja di sana soalnya teman kecilnya Lexa hilang gak tau kemana, gak ada kabar juga" ucap Audet sengaja menyinggung Rio yang berada tepat di dekatnya.
"Biarin aja teman kamu itu hilang, gak balik-balik juga bagus. Kan sekarang udah ada kakak" ucap Dimas sedikit menyinggung Rio.
Jangan tanya kenapa Dimas mengenal Rio karena tentu saja sebagai seorang kakak ia harus tahu orang-orang yang berada dekat dengan sang adik agar bisa memantau keamanannya. lagi pula Audet juga sering kali bercerita tentang Rio setiap mereka Sedang video Call.
__ADS_1
Dimas Andrean adalah kakak kandung dari Claudette. tentu saja banyak yang tidak akan menyadari hal itu karena nama belakang mereka yang berbeda, Dimas mengikuti marga sang ayah sedangkan Audet mengikuti marga sang ibu. Dan mereka berdua terpisah jauh karena Oma mereka meminta agar Dimas ikut tinggal bersama mereka sejak umur 5 tahun.
Dan Audet sendiri tidak pernah menceritakan pada Rio sendiri bahwa ia memiliki seorang kakak. Jadi wajar saja jika sekarang Rio merasa kesal dan marah karena kedekatan sepasang kakak beradik itu.
Lusa kemarin dokumen kepindahan sekolah Audet sudah mereka urus lebih dulu padahal Audet baru berangkat kemarin pagi karena adanya beberapa hal yang membuat penerbangannya harus di batalkan ketika lusa dan Audet baru tiba di mansion ketika jam sudah menunjukkan 23.49
Alhasil Dimas baru bertemu dengan Audet siang ini di sekolah karena dirinya juga baru tiba di mansion pagi tadi setelah Audet berangkat ke sekolah. Seharusnya hari ini ia bisa libur karena baru saja selesai melakukan pertandingan basket yang di selenggarakan selama kurang lebih 3 hari di luar kota LA. Karena mengetahui bahwa sang adik sudah datang ia memaksakan diri untuk lanjut ke sekolah hanya untuk melepas rindu dengan gadis kecilnya itu.
"Jadi, apa yang akan kita lakukan setelah jam sekolah berakhir?" tanya Dimas
"Hnm... Aku ikut kakak aja" jawab Audet
Zee dkk.a yang sejak tadi berencana untuk berkenalan dengan Audet kini mengurungkan niatnya, mungkin besok saja atau dilain kesempatan. Mereka tidak ingin mengganggu waktu berharga keduanya. Tiba-tiba pintu kelas kembali terbuka menampilkan Dion dss.a mulai menghampiri Dimas.
"Ternyata sejak tadi kau disini!?" tanya Ken
"Jadi ini gadis yang sering kau cerita pada kami, tidak buruk" ucap Gion memandangi Audet
Zee yang melihat kedatangan ketiganya langsung saja berdiri dari duduknya dan berjalan menuju kearah dimana Gion berada, lantas gadis itu lalu menarik lengan Gion sedikit menjauh, ia memiliki urusan yang harus ia selesaikan dengan musuh masa kecilnya itu.
Sedangkan Eve, Ginta dan Melsha masih tetap pada posisi mereka. Menyimak, hanya itulah yang mereka bisa lakukan sekarang, ingin berbicara mereka juga tidak tahu harus memulai darimana. Terlebih Eve dan Ginta yang sepertinya sudah tertinggal banyak hal selama beberapa hari ini.
"Ssstt... Sha" ucap Eve pelan pada Melsha
"Hnm" gumam gadis itu.
"Apa ada banyak hal yang sudah terjadi?" tanya Eve
"Hn" gumamnya pagi sebagai jawaban
"Ada apa denganmu?" tanya Ginta pada gadis bermata sipit itu
__ADS_1
"Tidak ada" Jawab Melsha lagi
'Ada apa dengannya!?' batin kedua gadis itu berbicara. tidak tahu kenapa belakangan ini Mood Melsha tiba-tiba rusak, gadis itu juga tidak tahu.
"Kak, Dion" panggil Eve
"Hn"
"Bagaimana kondisi Esya?" Tanyanya
"Sudah lebih baik" jawab Dion, meskipun dia malas mengatakan hal itu karena Evan yang ingin ia uji sedikit masih ada di dalam ruang kelas.
"Tunggu, siapa Esya!?" tanya Dimas penasaran begitupun dengan Audet. Selama ini Dimas selalu sibuk mempersiapkan diri untuk perlombaan basket jadi ia tidak ada waktu untuk berkumpul bersama ketiga sahabatnya.
"Dia adikku" jawab Dion
"Adik!?" ucapnya memastikan lagi karena selama empat tahun pertemanan mereka, Dimas hanya mengetahui bahwa aunty Melan dan Uncle Yohan hanya memiliki sepasang anak kembar saja.
"Ceritanya panjang, lain kali kami akan mengatakannya padamu. Tapi, tidak untuk sekarang." ucap Ken, yang baru membuka suaranya.
"Baiklah" ucapnya. sambil sesekali mencubit pipi Audet gemas, ia masih sangat merindukan adik kecilnya itu.
Berbeda dengan Rio, ia sejak tadi sudah semakin panas saja. Gadis yang berada tepat di sampingnya ini, tidak pernah menatapnya. Seolah-olah ia menganggap bahwa adanya Rio hanya seperti angin lalu. Belum lagi perlakuan lelaki yang baru ia ketahui bernama Dimas itu semakin membuatnya panas saja.
Jealous!? Maybe. Siapa yang tidak akan memanas jika melihat orang yang begitu kau sukai bisa tertawa dan tersenyum bahagia selain bersama denganmu.
"Huft" gumam Rio menghembuskan napasnya, mungkin nanti ia akan langsung bertanya saja pada Audet saja dari pada dirinya dilanda rasa panas dan penasaran.
Evan dan Angga sesekali tersenyum geli melihat ke arah Rio. Pemandangan di depan mereka sudah seperti drama di TV saja. Sesekali Evan juga mencuri pandang pada Dion dss.a mengamati setiap gerak-gerik mereka sampai tiga kata tadi mampu membuat perasaan Evan semakin menghangat lagi.
'cepat sembuh Sya dan segeralah kembali' batin Evan.
__ADS_1
🌱