
Hari ini sudah sore, alunan musik menemani kegiatan lelaki itu selama menyetidr di perjalanan, ia tidak ingin mengganggu gadis yang duduk tepat di sampingnya itu untuk saat ini. Mobilnya terhenti di depan mansion bernuansa putih, lelaki itu menengok ke sisi kirinya. Ia tersenyum, disampingnya terdapat sesosok gadis yang sedang tertidur. Ia mengurungkan tangannya yang tadi ingin menyentuh kulit wajah gadis itu.
Lelaki itu turun dari mobil secara perlahan agar tidak mengganggu tidur nyenyak gadis tersebut.
Ia berjalan ke arah pintu mobil dimana gadis itu berada. Evan membuka pintu dan membawa Esya ke dalam gendongannya.
"Hnm..." Gumamnya merasa sedikit terganggu.
"Manisnya" ucap Evan
Lelaki itu lalu menaiki beberapa anak tangga yang ada di teras mansion. Ia menekan bel dan menunggu seseorang untuk membuka pintu utama mansion keluarga Vondrienty tersebut.
Ting tong...
Ting tong...
Ting tong...
Bunyi bel mansion, suara pintu pun tak lama berdecit pertanda bahwa seseorang sudah mulai membuka pintunya.
"Tunggu, Siap...." Ucapan lelaki itu tidak selesai setelah mengetahui siapa yang datang.
"Evan/Rio" ucap mereka bersamaan
"Apa yang terjadi pada Esya, kau tidak macam-macam kan?" tanya Rio
"Jangan menuduh aku sembarangan, mengapa kau ada di sini?"
"Kami sedang liburan" jawabnya dengan enteng.
"Oh, kalau begitu, minggir lah biar aku bisa membawa Esya ke kamarnya"
Rio mundur sedikit dan memberi jalan untuk sepupunya itu. Ia sedikit berpikir sepertinya kejutan yang sudah ia dan Audet susun akan sedikit di undur karena Esya yang sedang tertidur. Audet sudah stay di kamar tamu, ia berniat untuk menginap beberapa hari di mansion keluarga Esya sebelum pulang ke mansion keluarganya. Rio berjalan ke arah kamar tamu dimana tunangannya itu berada. Ia memegang kenop pintu dan menekannya kebawah.
"Ada apa?, Apakah Esya sudah pulang?" tanya Audet ketika Rio baru memasuki ruangan.
"Iya, tapi sepertinya kita harus membatalkan kejutan kedatangan kita" jawabnya.
"Mengapa?"
__ADS_1
"Esya kembali bersama dengan Evan dalam keadaan tidur, ku pikir ia sangat lelah"
"Evan, sepupumu itu?"
"Hnm, dimana dia sekarang?"
"Kamar Esya mungkin"
Audet keluar dari kamar tamu dan segera menuju kearah kamar Esya yang berada di lantai atas. Rio mengikuti tunangannya itu dari belakang, ketika telah sampai disana, Audet membuka pintu itu dengan pelan agar tidak mengganggu tidur esya.
"Evan, kita perlu bicara"
"Kau...baiklah."
"Apa yang terjadi dengannya?"
"Maksudmu?"
"Aku tahu kalau kalian sedang menyelidiki seseorang kan, jadi mengapa kalian terlambat pulang?"
"Hmn, orang itu kembali mengganggu Esya"
"Sudah, namun lokasi orang itu tidak menentu jadi masih sulit untuk menemukannya"
"Apa kalian butuh bantuan kami?"
"Tidak perlu, lagi pula kalian tidak akan lama disini bukan?"
"Kami bisa menambah cuti untuk sebulan lagi, iyakan Rio?
"Hnm, yah. Ku pikir ini juga adalah Maslaah yang serius"
Tok.... tok.... Tok....
Pintu itu di ketuk oleh seseorang, mereka bertiga
Memandang kearah pintu dan menunggu orang itu membukanya. Terlihat Dion bergegas kearah ranjang Esya dan meraba dahi adiknya.
"Keluarlah, biarkan princess beristirahat dulu"
__ADS_1
"Evan, aku ingin bicara denganmu"
"Baik"
Mereka keluar dari kamar Esya dan berpindah ke ruang sebelah dimana sudah ada Gion dan Ken. Gion sedang menatap ke luar jendela dan Ken sedang di sibukkan dengan laptopnya. Audet dan Rio hanya menunggu pembicaraan ini di mulai.
"Orang itu merupakan cucu dari teman lama Opa Robert, di ketahui sekitar 12 tahun yang lalu terjadi pembantaian di kediaman Hera. Dari informasinya, sebelum malam pembantaian itu terjadi opa Robert bertemu dengan teman lamanya disebuah kafe dan membicarakan tentang sesuatu"
"Apa hanya seperti itu informasinya?"
"Tidak. Masih ada lagi. Orang itu sepertinya salah paham dengan keluarga kita. Maka dari itu dia menargetkan Esya dalam hal berbahaya seperti ini"
"Salah paham?!"
"Benar, aku tidak tahu pasti tapi kuncinya sekarang adalah menemukan orang itu dan membawanya ke hadapan opa. Karena hanya opa satu-satunya yang mengetahui segalanya"
"Baiklah, kita harus melakukan yang terbaik. Jangan sampai kejadian itu terulang lagi"
"Kau benar, jangan sampai Esya dalam bahaya lagi"
"Bagaimana Dengan Leon? Apa dia sudah dekat dengan Bima?"
"Masih belum, tapi dia sedang berusaha"
Bima adalah orang yang paling mereka curigai untuk sekarang ini, mereka sering kali mendapati Bima mengamati Esya dari jauh, orang itu juga selalu menggunakan jaket berwarna hitam serta motor sport hitam berlambang kelelawar selain itu dua kali Leon membuntuti dirinya sampai pada sebuah rumah tak terawat di pinggiran kota pun masih belum ada jejak yang bisa ia temukan. Lelaki itu sepertinya memang ahli dalam menghilangkan jejak dan menipu lawan, sekarang mereka semua sedang diam sambil masing-masing memikirkan sesuatu.
"Bagaimana jika kita menanyakan hal ini pada opa dulu?"
"Tapi opa belum tentu memiliki jadwal yang kosong, kau tahu kan dia sedang sibuk menghabiskan waktu tuanya bersama Oma"
"Tentu saja, tapi apapun pasti akan dilakukan oleh opa asalkan itu berkaitan dengan keselamatan cucu perempuannya"
"Hah, kalau begitu kau saja yang hubungi opa dan suruh opa dan Oma untuk pulang dan membicarakan hal ini"
"Tenanglah, mereka juga baru saja keluar 30 menit yang lalu, tunggu saja sampai jam makan malam nanti baru kita tanyakan"
Obrolan mereka berakhir sampai disini, untung saja Ken sempat mendengar percakapan Opa Robert dan seseorang di telpon tadi ketika mereka baru saja tiba di mansion. Pembicaraan tentang penyembuhan, pembantaian dan beberapa kali percobaan pembunuhan pada kelaurga Hera yang terjadi sekitar 12 tahun yang lalu Hal itu menjadi titik terang untuk apa yang akan mereka lakukan kedepannya nanti.
Tbc
__ADS_1
Maaf lama update sebenarnya author pengen up dari kemaren" tapi magernya author kumat gegara game MOBA 😂😂😂