QUEENESYA

QUEENESYA
Episode 57 Kedatangan


__ADS_3

Seorang gadis yang sedang dikelilingi oleh orang-orang berjas hitam serta lengkap dengan kacamata hitamnya. Ia sudah begitu bosan berada di tempat ini, terutama bosan karena menunggu seseorang yang sudah berjanji akan menjemputnya sekitar 30 menit yang lalu.


Gadis berkulit putih dengan ciri khas mata ciputnya itu, siapa lagi kalau bukan Melsha Melvanzha Abbigael, putri bungsu keluarga Melvanzha. yang merupakan salah satu keluarga terkemuka di daratan China itu.


Seminggu yang lalu ia memutuskan untuk segera kembali ke kota dimana ia dibesarkan dulu. Sekaligus melepas rindu dengan lelaki yang sudah lama mencuri hatinya itu.


Anggara Xander, lelaki itu kini berlari menelusuri koridor bandara dengan penuh letih. jarak Rumah sakit tempat Esya dirawat dengan bandara udara internasional los Angeles begitu jauh kurang lebih membutuhkan waktu sekitar 25 menit perjalanan.


Angga mengamati sekelilingnya, dilihatnya segerombolan pria dewasa berjas hitam sedang berdiri mengelilingi seorang gadis yang sudah begitu tidak asing baginya. Dilihatnya gadis itu sudah memasang wajah datarnya.


Ia tahu jika memang sekarang sudah begitu terlambat. Kemarin ia berjanji akan menjemput kekasihnya itu tepat ketika jet pribadi milik Melsha menyentuh tanah los Angeles ini, namun apalah dayanya yang pagi tadi.baru ingat jika akan berkunjung bersama Evan dan yang lainnya untuk menjenguk Esya yang sedang terbaring di kasur rumah sakit itu.


Para pria berjas hitam itu kini membukakan jalan untuk nona mereka. Melsha kini berjalan menghampiri Angga yang sudah seperti tidak memiliki tenaga lagi untuk berjalan.


"Kau terlambat, sayang" ucap Melsha pada Angga yang masih mengatur napasnya.


"Maaf... Ceritanya panjang bunny. Tapi yang jelas ini bukan karena aku bermain game lagi"


"Hm..." gumam gadis itu, sambil mencoba mencari kebohongan dalam raut wajah kekasihnya itu.


"Baiklah, sekarang kita pulang dulu. Aku akan menceritakan semuanya nanti"


"Hn" gumam Melsha lalu berjalan mendahului Angga


Di sekeliling gadis itu tidak pernah lepas dari pengawasan orang-orang berjas hitam yang merupakan suruhan dari orang tua gadis itu sendiri. Ini semua dikarenakan kejadian yang hampir menimpah Melsha ketika masih kanak-kanak dulu.


Ketika umur Melsha menginjak lima tahun ia pernah hampir di tembak mati oleh seseorang yang ternyata setelah diselidiki ia adalah suruhan dari pesaing bisnis keluarga Melvanzha yang iri akan kekayaan serta kesempurnaan keluarga kecil Alvian Melvanzha, ayah dari Melsha.


Ketika kejadian itu pulalah yang mengakibatkan Amanda Abbigael, ibu Melsha mengalami koma sekitar setahun penuh. Kejadian itu berlangsung di taman saat mereka sedang melakukan acara piknik bersama. Kejadian itu berlangsung tepat didepan mata Alvian, Melsha dan Dimitri kecil.


Melsha memiliki seorang kakak laki-laki yang begitu sayang padanya. Dimitri Vegas Melvanzha, itulah anak sulung dari Alvian sekaligus merupakan pewaris pertama dari kekayaan Melvanzha.


Sejak kejadian dimana Melsha kecil mengalami insiden itu,keluarga mereka akhirnya memutuskan untuk menempatkan setidaknya tiga sampai lima pengawal di sekitar gadis itu. Guna untuk mengantisipasi kalau-kalau ada kejadian yang tidak diinginkan terjadi lagi.


"Hei bunny, apa kau masih ngambek!?"

__ADS_1


"..."


"Hei ayolah, sayang."


"..."


Diam, itulah yang sedang Melsha lakukuan. malas menanggapi pertanyaan yang di lontarkan oleh kekasihnya itu. Entah mengapa sekarang ini gadis itu benar-benar malas untuk membuka suaranya.


Angga memeluk pinggang Melsha dengan cepat setelah berusaha menyamakan langkahnya tadi. Mulai waspada akan sekitar dan mencoba memberitahu pada semua remaja lelaki lainnya bahwa Melsha gadis yang ada dalam pelukannya sekarang ini adalah gadisnya. Perlakuan itu membuat mereka berdua langsung menjadi pusat perhatian di sepanjang koridor bandara.


Melsha yang mendapat perlakuan seperti itu terlihat biasa saja. Dirinya sudah terbiasa dengan sikap protektif sang kekasih, dan sikap seperti inilah yang membuat Melsha begitu merasa aman dan nyaman bersama dengan Angga.


Tidak disangka, perlakuan yang Angga berikan mampu menghadirkan seuntai senyum tipis di bibir gadis itu. Melsha benar-benar merasa sangat beruntung mendapatkan seorang kekasih seperti Angga.


"Kau harus janji akan menceritakan semuanya nanti, kalau tidak..." ucap Melsha setelah mereka berada didalam mobil, namun tak selesai karena tiba-tiba ada sesuatu yang menghadang bibirnya


"Sssttt...." gumam Angga sambil meletakkan jari telunjuknya tepat di bibir Melsha, membuat gadis itu tidak bisa melanjutkan ucapannya.


"Aku janji, sekarang biarkan aku fokus menyetir dulu. Aku sayang kamu"


"Aku juga sayang kamu"


Setelah itu,Angga mulai menyetir kendaraannya lagi untuk mengantar gadisnya itu kembali. Ia tahu bagaimana lelahnya Melan selama perjalanan tadi, terbukti dengan keadaan Melsha saat ini yang sudah mulai tertidur.


🌺Queenesya🌺


18.23 waktu setempat di salah satu mansion besar di kota ini. Dua orang remaja berbeda gender itu sedang santai di ruang keluarga Melvanzha. mereka Bru saja tiba sejam yang lalu karena kemacetan yang melanda kota los Angeles saat itu.


Melsha juga sudah mendengar semuanya dari Angga, ketika tiba tadi saat Melsha sudah terbangun dari tidurnya, Angga langsung menceritakan semuanya tanpa ada yang terlewati sedikitpun. Termasuk kejadian yang menimpah Esya serta kenyataan mengenai Esya yang adalah putri bungsu dari aunty Melan dan Uncle Yohan.


Hal itu justru membuat Melsha tercengang kaget mengetahui fakta itu. Bagaimana tidak keluarga Melvanzha dan Vondrienty sendiri masih memiliki garis keturunan yang sama. Meskipun untuk sekarang ini mereka hanya dapat dikatakan sebagai saudara jauh saja.Belum lagi bahwa faktanya ia akan kembali bertemu dengan Zee dkk.a di dalam kelas yang sama tiga hari kedepannya.


"Apa kita bisa pergi mengunjungi Esya sekarang!? Aku sangat ingin bertemu dengannya"


"Kenapa!?"

__ADS_1


"Tidak, hanya saja nama itu mengingatkan aku pada seseorang"


"Baiklah, ayo pergi. Sepertinya sekarang kita masih sempat"


Angga dan Melsha akhirnya memutuskan untuk secepat mungkin sampai di Rumah sakit tempat dimana Esya dirawat. Sejak Melsha mendengar nama Esya dirinya langsung diselimuti dengan perasaan aneh, seperti nama itu sudah tidak sangat asing baginya.


Tidak terasa sekitar kurang lebih 30 menit perjalanan, akhirnya merekapun tiba. Angga dan Melsha langsung keluar dari dalam mobil dan menuju ke arah dimana ruangan Esya berada.


Setelah tiba didepan pintu ruangan itu, Angga mengetuk pintu itu terlebih dulu sebelum membukanya. Mereka berdua melangkahkan kakinya memasuki ruangan bernuansa putih dan tak lupa mengucapkan salam ucapan selamat malam untuk semuanya.


"Aunty..." ucap Melsha langsung berlari memeluk Melan dan Sasha lalu menuju ke arah kedua Oma itu, dan melakukan hal yang sama seperti yang ia lakukan pada Melan dan Sasha


"Kapan sampainya kamu sayang?"


"Baru saja Oma. Aku langsung kesini setelah mendengar kejadian ini dari Angga"


"Kau pasti lelah bukan?"


"Ah, tidak juga Aunty. apa aku bisa bertemu dengan Esya!? "


"Silahkan saja, bunda tidak akan melarang mu sayang" ucap Bunda Melan lembut


Bunda Melan sudah menganggap Melsha seperti putrinya sendiri. Ia juga menyayangi Melsha karena ketika ia mengandung Esya Melan juga kadang menyempatkan diri untuk mengunjungi Amanda ibu dari Melsha yang juga merupakan sahabat karibnya semasa di bangku perkuliahan dulu.


Melsha kini berjalan mendekati ranjang Esya. Ketika semakin dekat, jantungnya semakin cepat berdetak dan alangkah kagetnya dia ketika melihat wajah Esya yang memang tidak asing baginya terlebih ketika melihat gelang milik Esya yang masih setia bertengger di slash satu pergelangan tangannya.


"Queen!!!" ucap Melsha spontan yang mampu membuat tatapan mata tertuju padanya


"Kau mengenal Esya, sayang!?" Tanya Angga yang langsung datang menghampiri Melsha


"Dia adalah teman masa kecil ku dulu, kami pertama kali bertemu di taman saat itu sebelum peristiwa buruk itu terjadi. Dia yang selalu menghibur aku selama mami masih belum sadarkan diri"


Angga memeluk Melsha dengan lembut mencoba memberikan kehangatan untuk gadisnya itu. Sedangkan Melsha, sekarang menangis dalam pelukan Angga, ia begitu tidak menyangka akan dipertemukan kembali Dengan Esya dalam keadaan yang seperti ini.


Sejak dulu, Melsha sudah coba untuk mencari keberadaan gadis ini. Parahnya lagi ia bahkan tidak pernah menyadari kehadiran Esya ketika dengan tidak sengaja mereka berpapasan di jalan.

__ADS_1


Ini mungkin karena pakaian Esya yang selalu menggunakan kaos berlengan panjang, sehingga menutupi gelang miliknya dan lensa palsu yang selalu setia Esya gunakan Setiap melakukan aktivitas di lingkungan luar.


Maaf


__ADS_2