
Malam hari di mansion Vondrienty, keluarga itu sedang berkumpul di ruang rapat keluarga. Di sana ada Opa Robert, Opa Hans, uncle Andreas, serta ayah Lucas dan tentunya ada mereka juga berlima. Evan sore tadi memutuskan untuk menginap di mansion ini berhubung karena sepupunya Rio juga sudah memutuskan untuk pulang ke mansion mereka beberapa hari setelahnya.
Audet sedang bersama dengan Esya di kamar, mereka sedang melakukan panggilan telpon pada sahabat-sahabat mereka yang tidak sempat datang hari ini. Evan dan yang lainnya menunggu pejelasan dari para orang tua di mansion ini.
"Ayah, bisakah ayah memberi tahu tentang hal itu" ucap Lucas mulai membuka pembicaraan.
"Katakan saja tentang kejadian 12 tahun yang lalu, Robert"
"Ayah, aku juga penasaran dengan apa yang ayah lakukan Setiap Minggu, pergi entah kemana dengan alasan pekerjaan"
"Opa, apa yang sebenarnya terjadi pada keluarga Hera?"
Opa Robert yang mendengar tuntutan dari keluarganya itu menghela napasnya dengan perlahan sebelum ia mulai berbicara. Ketiga cucunya dan kedua anaknya sudah menunggunya untuk membuka suara, opa Hans yang merupakan besannya hanya tersenyum padanya.
"Baiklah... Dua belas tahun yang lalu sehari sebelum malam pembantaian itu terjadi, Gilbert teman lama ku menghubungi aku dan mengajak untuk bertemu.... Awalnya aku pikir itu hanya pertemuan biasa sesama teman tapi ternyata itu adalah malam dimana ia meminta tolong padaku"
"Ia mengatakan padaku untuk datang besok harinya ke mansion mereka dan seolah-olah membuat keributan dengan alasan dendam masa lalu..."
"Aku dan Hans menyamar menjadi salah satu bagian dari mereka dan menyelinap masuk, kami menuju ke kamar utama, sesuai dengan yang di katakan oleh Gilbert. Mengamankan beberapa dokumen penting, dan sebuah tabung hasil penelitiannya yang merupakan incaran orang-orang itu."
"Saat kejadian itu, kami hanya bisa menyelamatkan Gilbert, cucunya serta anak laki-lakinya. Gilbert dalam keadaan yang sekarat dan masih koma sampai sekarang ini. Sedangkan Anak laki-lakinya serta cucunya entah ada dimana sekarang, mereka pergi tanpa berpamitan pada kami tiga hari setelahnya."
"Jadi alasan ayah keluar setiap minggunya itu, karena...."
"Benar, aku selalu pergi untuk mengecek keadaan Gilbert setiap akhir pekan"
"Lalu tabung dan dokumen itu bagaimana?"
"Tabung dan dokumen itu ada di tempat rahasia Hans setidaknya di sana aman daripada di mansion"
"Jadi memang benar, orang itu salah paham pada kita"
"Apa kalian sudah menemukan sesuatu?"
"Sepertinya, hanya tinggal menemukan lokasi orang itu"
__ADS_1
"Ku harap, Gilbert bisa bangun secepatnya"
"Haiah, benar. Setidaknya sebelum cucunya semakin berulah lagi"
Opa Robert kembali menghela napasnya, ia sedikit lega, setidaknya ia sudah menceritakan inti dari kejadian dua belas tahun yang lalu. Gio menatap Opanya ada sesuatu yang ingin ia tanyakan soal cerita Opanya tadi.
"Opa, siapa nama cucu teman opa itu?" Tanyanya
"Alvian Von Hera, ia sekiranya seumuran dengan mu, ayahnya bernama Aslan Von Hera"
"Apa opa tau bagaimana penampilannya?"
"Tidak, opa hanya melihatnya sekali itupun ketika kami membawa mereka dari mansion itu, setelah memalsukan kematian ketiganya, tapi opa baru mendapat informasi lagi bahwa ayahnya sudah meninggal beberapa tahun yang lalu dan keberadaan Alvian tidak bisa di deteksi hingga kini"
"Jadi namanya Alvian,yah. Akan aku selidiki nanti. Evan beritahu Leon tentang hal ini"
"Hah,kenapa harus aku? Kenapa bukan kalian saja?" tanyanya
"Kau saja, berhubung kalian berada di jurusan yang sama. Itu tidak akan sulit untukmu"
"Hei, bukankah kau berniat untuk bertunangan dengan Esya?" Bisik Rio yang berada tepat di sampingnya
"Tunggu masalah ini selesai dulu, baru menentukan tanggalnya" jawabnya dengan berbisik
"Opa, ayah, uncle, aku keluar dulu. Pembicaraan hari ini sudah selesaikan?" tanya Dio
"Hnm, kalian bisa keluar sekarang"
"Kalau begitu kami pamit keluar dulu" kata Kenned
Kelima lelaki itupun keluar dari ruangan rapat. Ayah Lucas dan yang lainnya masih tetap berada di dalam karena mau melanjutkan pembicaraan mereka tentang pekerjaan. Dion, Gion, serta Ken kini menaiki anak tangga mansion, dan berniat untuk Pergi ke kamar mereka masing-masing untuk beristirahat setelah memeriksa apa yang sedang dilakukan oleh Adik kecil mereka itu.
"Princess, belum tidur? Udah mau tengah malam loh...besok bukannya kamu ada kelas pagi?"
"Iya, kak. Bentar lagi yah, aku belum ngantuk soalnya"
__ADS_1
"Yang benar yah, sayang. Nanti mata kamu bisa mirip panda loh"
"Iya kak Dion, kak Gion, kak Ken. Bentar lagi Esya tidur kok. Selamat malam kak, mimpi yang indah"
"Iya, sayang. Kalau gitu kami ke kamar dulu, yah. Jangan lupa kunci pintunya"
"Siap,kak"
Setelah ketiganya pergi, Esya kembali ke posisinya tadi. Ia dan Audet sedang bermain ular tangga sejak 2 jam yang lalu karena kebosanan mereka setelah selesai bercerita ria bersama teman-teman mereka melalui via Ponsel tadi. Mengetahui kedatangan Audet, membuat keempat gadis itu sangat senang. Mereka sangat ingin datang ke mansion Esya untuk bertemu dan melepas rindu namun terhalang karena tugas kampus mereka yang padat.
Jadi mereka membuat janji untuk berkumpul besok di kafe dekat sekolah mereka dulu untuk bertemu. Ah, mengingat kafe itu membuat mereka larut dalam kenangan, tempat itu adalah tempat favorit mereka saat masih di Senior high school dulu, setiap kali pulang sekolah mereka pasti akan selalu singgah disana dan menikmati minuman favorit mereka masing-masing.
"Ih, kalah lagi kan. Udah,ah mainnya. Ayo tidur"
Kesal Esya.
"Kau menyerah,Sya?"
"Enggak. Lain kali kita sambung lagi, hari ini pasti cuma keberuntunganmu saja."
"Haha, baiklah. Tapi lain kali pasti aku akan menang lagi"
"Tidak akan aku biarkan hal itu terjadi lagi"
Esya menjatuhkan badannya di kasur miliknya dan menutupi dirinya dengan selimut tebal kesayangannya. Betapa kesalnya Esya, sejak 1 jam yang lalu pionnya selalu mengenai kepala ular yang membuatnya harus menuju ke nomor dimana ekor ular tersebut berada.
Tbc
Tetap stay yah, di cerita author ini. Maaf author kadang kelamaan up-nya dan maaf juga atas kesalahan penulisan nama di beberapa part.
Nama ayah Esya itu :
LUCAS ☑️
YOHAN ❎
__ADS_1
Sekali lagi mohon maaf atas keteledoran author yah, terima kasih 🙏🙏🙏