
Hari menjelang sore, gadis ini sudah lama berada di depan balkon kamarnya. Ia menatap langit sore yang tampak indah, di tangannya ada ponsel miliknya. sudah sejak.pagi tadi gadis itu selalu tidak ingin jauh dari ponselnya. Sudah tiga hari lamanya ia seperti ini menunggu kabar dari seseorang yang belakangan ini sudah menghabiskan waktu.dengannya.
Pemuda itu hilang tanpa kabar, teman-temannya juga seperti itu. Tiga hari yang lalu ia mencoba untuk menghubungi teman-temannya namun sama sekali tidak ada jawaban. Tidak ada yang membberi dia kabar, temannya seperti.menghilang dan sekarang pemuda itu juga.
Zee sekarang tidak mengerti ada apa dengan teman-temannya, mereka setidaknya akan selalu berkabar di grup namun grup itu sekarang sepi sudah hampir seminggu lamanya. Apa yang lebih menyebalkan untuknya adalah, Orangtuanya belum juga kembali. padahal besok adalah hari istimewanya.
Tok...Tok...Tok....
Seseorang mengetuk pintu kamar Zee.
"Silahkan masuk."
Seorang pelayan memasuki kamar Zee, ditangan pelayan tersebut ada talenan. Ia membawa segelas jus jeruk dan semangkuk camilan.
"Nona ada masalah? Aku perhatikan belakangan ini nona mengurung diri dikamar."
"Enggak, Bi. Aku cuma rindu Mama sama Papa."
"Nona yang sabar, yah. pasti sebentar lagi tuan dan nyonya akan baik."
"Iya, tapi kapan? Dulu mereka gak gini."
"Percaya deh, Non. Tuan dan nyonya pasti akan segera kembali."
Zee diam, gadis ini tidak berucap lagi. Ia sudah mendengarkan kalimat itu berulang kali selama beberapa bulan belakangan ini. Ia mengingat setiap tahunnya saat ulangtahun mereka selalu liburan kepuncak bersama, tapi mungkin tahun ini akan berbeda untuknya.
Pelayan yang ada di samping Zee diam-diam tersenyum melihat nona mudanya. Gadis kecil yang dulu ia rawat sudah semakin dewasa sekarang, Zee tumbuh menjadi gadis kuat yang cantik. Ia mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada seseorang.
"Ah, aku sangat bosan. apa aku ke rumah Esya saja, yah? dan bertanya padanya."
"Eh, Nona."
"Ada apa, Bi?"
"Itu.... bukannya nona sudah berjanji akan mengajak bibi menonton drama Korea baru?"
"Kapan janjinya bi?"
"Tiga hari yang lalu loh, Non. masa non lupa sih."
__ADS_1
"Eh, apa iya?"
Zee mencoba mengingat kejadian tiga hari yang lalu, tapi perasaan dia tidak pernah bilang deh. melihat wajah antusias bibi itu membuat Zee tidak punya pilihan lain. Mereka akan menonton, drama Korea baru yang menceritakan tentang Pelakor.
Untung saja wanita yang belum terlalu tua ini bertanya pada temannya yang sedang bergosip tentang film tersebut beberapa hari lalu, jadi ia bisa menggunakan ini sebagai alasan, agar Zee tidak pergi ke kediaman Vondrienty.
Zee mengambil laptopnya, menyalakannya dan mencari film dimaksud tadi.
"Tunggu non. Bibi ambil camilan dan minuman dulu, biar makin enak nontonnya kita."
"Baik, Bi. jangan lupa tissue juga bi."
"Baik, Non."
Bibi pengasuh keluar dari kamar Zee, tak lupa ia membawa talenan tadi beserta yang ada di atas talenan. Sedangkan Zee gadis itu fokus pada Layar laptopnya.
Dilain tempat.
Gion sedang menunggu Esya di mobil, mereka akan keluar sebenar untuk melakukan beberapa hal. Satu hari sebelum ulang tahun Zee. Gion membawa Esya pergi untuk memilih beberapa hadiah, tentu saja Esya sangat antusias karena ini demi kebahagiaan sahabatnya. Besok adalah hari yang sudah di tunggu-tunggu oleh semuanya.
Ulangtahun Zee, dan pernyataan cinta kakaknya Gion. Esya dan teman-temannya sangat tidak sabar menunggu hari esok. Setelah sekian lama sendiri, akhirnya kedua orang itu akan melepas masa lajangnya.
"Hmn, boneka gimana kak? biasanya kalau mau nembak cewek, si cowok selalu nyiapin boneka."
"Boneka, yah?"
"Iya kak, biasanya ada bunga juga sih, tapi kadang ada juga yang ngasih kalung pasangan gitu."
"Ribet juga, yah?"
"Gak papa, kak. Setidaknya jangan kek kak Dion. nembak cewek tanpa persiapan, spontan aja."
"Si kutub itukan emang gitu orangnya. kasian juga Ginta, dapatnya cowok kek dia."
"Kak, yang lagi kak Gio omongin itu kembaran kakak sendiri loh."
"Iya tau, meskipun aku ngomong gitu. bukan berarti Dio kurang dalam segala hal...."
"Dia hanya kurang hangat aja kalau bareng orang luar. Ini dia bareng Ginta aja, dia harus berusaha keras loh. Apa lagi sifat gadis itu gak beda jauh dari dirinya"
__ADS_1
Yah, Gion akui kembarannya itu memang dingin diluar namun hangat di dalam. Esya juga sadar dengan hal itu, belakangan ini waktu yang Esya gunakan jauh lebih banyak bersama Gion daripada Dion dan Ken. Keduanya memiliki urusan lain juga sama pentingnya dengan Ulang tahun Zee.
"Udah kak, dari tadi bukannya bahas kado buat Zee malahan ngebahas kak Dion. Gimana, soal Zee kak? kakak udah tiga hari hilang kabar loh, dia pasti mikir aneh."
"Ya, mau gimana lagi Sya. Hari ulangtahunnya udah dekat banget, harus banyak persiapan."
"Kan kakak bisa suru aku aja buat nyiapin semua yang menurut kakak penting."
"Gak bisa, kakak gak mau kalau kamu sampai kelelahan. Kamu kan juga lagi sibuk ngurus produk itukan?"
"Iya juga sih, tapi kan gak gitu juga kak. pasti Zee mikir aneh deh, teman-temannya pada gak ada kabar, sekarang si doi juga ikut gak ad kabar."
"Udah, biarin. biar makin suprice nanti."
"Ih, kakak yah...."
Kedua bersaudara ini masih terus mencari kado untuk Zee, Gion memutuskan untuk membeli semua barang yang sekiranya penting untuk ia gunakan nantinya. Memesan Bunga mawar merah, Boneka beruang besar, dan juga membeli sebuah liontin yang cantik jika berada di leher gadis itu.
"Oh iya kak, aunty dan Uncle gimana?"
"Mereka juga udah siap kok, tinggal tunggu harinya aja."
"Itu Zee gak ada curiga sama kakak?"
"Sepertinya gak, kakak inikan raja akting seantero rumah jadi pasti aman."
"Beneran aman?"
"Iya tenang aja. urusan ini serahkan semuanya sama kakak."
"Baiklah, kalau gitu aku bakal bantu kakak yang aku bisa aja deh."
"Iya, jangan lupa kabarin juga ke yang lainnya."
"Iya, kakak tenang aja."
Orang tua Zee sekarang berada di villa Vondrienty yang ada di puncak. mereka sebenarnya sudah tiba sejak dua Minggu lalu, namun Gion mencoba untuk menjalin kerjasama dengan keduanya agar rencana Gion bisa berjalan lancar.
Orang tua Zee juga menyetujui permintaan Gio karena mereka sudah sangat mengenal bagaimana Gion, selain itu karena ini urusan anak muda maka tentu saja mereka sebagai orang tua tidak boleh melewatkan momen berharga ini. Apa lagi itu akan terjadi tepat di ulang tahun putri kecil mereka.
__ADS_1