QUEENESYA

QUEENESYA
Episode 93 Waktu Berdua


__ADS_3

Matahari di siang hari yang tadinya terik, kini perlahan mulai terbenam. Langit berwarna biru itu kini berganti menjadi jingga, angin bertiup membuat dedaunan kering itu beterbangan seperti seekor kupu-kupu.


Gadis dengan penampilan style  itu sedang menikmati udara sore di pinggiran kota Paris, ia bersandar di pintu mobil kesayangannya sambil menunggu kekasihnya datang, mereka memiliki janji sore ini untuk membeli beberapa hadiah kecil untuk teman-teman mereka.


Gadis itu berjalan kedepan mendekati sebuah pagar penghalang yang menjadi pembatas antara daratan dan lautan, angin bertiup membuat setiap helai rambutnya beterbangan. Ia tersenyum manis sembari memainkan kacamata miliknya yang sudah sejak tadi ia genggam.


Seorang laki-laki sedang berjalan pelan menuju kearahnya, ia berusaha agar tidak ketahuan oleh gadis itu,  karena ia ingin memberikan kejutan pada kekasihnya itu. Lelaki itu perlahan semakin dekat dengan sang gadis.


Hap... Tangan lelaki itu berhasil menutup kedua mata sang gadis.


"Rio..." ucap lembut gadis itu.


"Udah lama nunggunya,Bie?" Tanya lelaki bernama Orion


"Belum. Langitnya indah yah?" tanyanya


"Iya, indah. Tapi tak seindah senyummu" katanya lalu memeluk tubuh gadis itu dari belakang.


"Ck, jangan menggombal Rio"


"Aku tidak menggombal Audet, apa yang aku katakan adalah kebenaran"


"Ck, sudahlah. Sebaiknya kita pergi"


Audet menghembuskan napasnya, tunangannya ini memang aneh, dua tahun yang lalu Orion sampai kabur darinya dan mengikuti Evan sepupu lelaki itu untuk tinggal di Lost Angeles.


Untung saja ia sudah berencana dari jauh-jauh hari untuk mengunjungi kakaknya yang sudah lama tinggal di LA dan secara tidak sengaja Audet bertemu dengan Orion di sekolah yang sama yang di tempati oleh kakaknya Dimas.


Ah, mengingat masa-masa itu membuat Audet jadi semakin rindu. Pertemuan dirinya dan Esya serta Zee dan yang lainnya membuat masa-masa sekolahnya jadi semakin lengkap, sayang sekali Audet tidak bisa bersama mereka terus karena harus ikut dengan Dimas kakaknya.


"Mengapa kau mewarnai rambut?"


"Apa? Aku, ayolah ini sedang jadi trend, Bie.


"Ayolah,Rio. Kau tahu aku tak menyukai kau dengan warna rambut aneh seperti itu"


"Ayolah,Bie. Ini hanya warna Putih, ku pikir penampilanku akan semakin tampan jika begini"


"Tampan?! Kau bahkan semakin aneh di mataku. Kau sangat jelek dengan warna putih"

__ADS_1


"Ah, sudahlah. Bagaimana kabar kak Dimas dan kak Tania?"


"Jangan coba-coba mengalihkan pembicaraan, Orion"


Audet semakin geram dengan Rio, lelaki di sampingnya ini sering sekali mengelak dan mencari topik lain ketika ia tidak memiliki jawaban untuk pertanyaannya. Sama seperti sekarang ini, Rio tiba-tiba bertanya tentang Dimas kakaknya dan Tania, calon kakak iparnya.


Padahal dulu, Audet sempat berpikir bahwa kakaknya akan bersama dengan Rebecca, gadis yang katanya satu geng dengan Aurel dulu yang sering mengganggu Esya. Tapi sekarang siapa yang tidak kan menyangka bahwa kakaknya itu akan bersama dengan Tania, kakak kelasnya dulu sebelum pindah ke LA.


Tania Xavier adalah putri tunggal dari salah satu karyawan kakaknya di kantor, mereka pertama kali saling mengenal ketika penerimaan mahasiswa baru di kampus dimana sekarang ini ia kuliah.


"Ah, sudahlah. Sebaiknya sekarang kita turun dan mencari cendramata untuk mereka nanti"


"Huh, kau semakin membuatku kesal saja. Sudahlah"


Audet turun dari mobil, pembicaraan mereka di sepanjang jalan membuatnya tidak menyadari lamanya perjalanan yang mereka lalui untuk sampai di tempat tujuannya sekarang ini.


"Hei, tunggu aku, Bie"


"Cepatlah"


"Kau masih marah padaku?"


"Tidak tahu, pikir saja sendiri"


"Tidak, sebelum kau mengembalikan warna rambutmu"


"Hah, aku menghabiskan banyak biaya untuk ini kau tahu, Bie"


"Kalau begitu, tidak usah"


Audet mempercepat langkah kakinya meninggalkan Orion. Rio menyusul Audet, mencoba menyamakan langkah kakinya dengan gadisnya itu. Gadisnya itu jika merajuk bisa mendatangkan kesialan baginya, apa lagi jika hal itu sampai di telinga Dimas, calon kakak iparnya.


"Hei, ayolah, Bie. Jangan seperti ini"


"..."


"Bie..."


"..."

__ADS_1


"Huh, aku menyerah. Baiklah pulang nanti aku akan mengembalikan warna rambutku seperti semula"


Audet masih terus mengabaikan Orion, gadis itu memilih untuk segera mungkin selesai memulihkan beberapa oleh-oleh yang sekiranya cocok untuk sahabat-sahabatnya di Lost Angeles. Orion dan Audet berencana akan pergi berlibur ke sana lusa nanti, karena kebetulan mereka sedang libur kuliah.


Audet sangat merindukan teman-temannya, terkadang mereka akan selalu bertegur sapa lewat sosial media, namun karena kesibukan belakangan ini membuat mereka jarang berkomunikasi.


Maka dari itu, Audet dan Orion ingin menjadikan kedatangan mereka ini sebagai kejutan besar untuk mereka. Audet sudah tidak sabar menanti hari itu tiba, wajahnya bahkan akan terlihat semakin berseri setiap bangun pagi.


"Rio sini"


Wajah Rio terlihat gembira karena Audet memanggilnya, "aku datang,Bie" ucapnya


"Pegang ini"


"Ini"


"Dan Ini"


Mata Rio melebar, kekasihnya memberikan beberapa aksesoris berupa tas, sepatu dan pernak-pernik lainnya pada dirinya, sedangkan Audet kembali mencari beberapa barang yang menurutnya cocok untuk sahabat-sahabatnya.


"Bie, apa ini gak kebanyakan?" Tanyanya


"Masih belum, aku belum menemukan makeup untuk mereka"


"Hah, apa kau tidak membuang-buang uangmu hanya untuk barang yang tidak penting"


"Apa, jadi menurutmu semua barangku itu tidak penting?, Lalu siapa bilang aku akan menghabiskan uangku untuk barang-barang ini"


"Hah, lalu siapa yang akan membayar semua ini"


"Siapa lagi kalau bukan, kamu. Ini hukuman untukmu tahu, kau menyebalkan"


"Hah?!"


***


***Mohon maaf atas beberapa kesalahan dalam penulisan nama tokoh didalamnya. Sejak awal nama ayah Esya adalah Lucas bukan Yohan.


Saya sering baca komik jadi namanya kebawa terus sampai masuk ke tulisan saya, untung ada pembaca yang memberi tahu saya.

__ADS_1


Terima kasih.


Kedepannya author akan usahakan biar bisa lebih konsentrasi lagi dalam mengetik***.


__ADS_2