
Hari semakin sore, setelah memutuskan untuk kembali ke mansion, mereka memilih singgah terlebih dulu di salah satu restourand yang ada di kota tersebut. Hari ini perlahan bayak perubahan yang mulai terjadi pada bunda melan sejak pertemuannya dengan esya, gadis kecil yang menggemaskan itu di El Pueblo de Los Angeles tadi siang.
Yang pertama ketika di tempat makan tadi, bunda melan sudah mau makan tanpa harus di bujuk lagi, Yang kedua bunda melan sudah mulai berbicara lagi meski dengan nada yang pelan, dan yang ketiga adalah senyum bunda melan yang sudah lama hilang kini mulai terekspor kembali.
Sejak dari perjalanan pulang bunda melan sama sekali tidak berhenti tersenyum bahagia dan mengucapkan nama esya, rasanya seperti ia telah menemukan putri kecilnya lagi.
Seluru keluarga yang melihat senyum bunda melan perlahan mulai tersenyum, ada juga yang bertanya-tanya perihal tersebut.
"Ada apa ini, kenapa melan begitu terlihat bahagia bukankah tadi pagi ia masih begitu murung?"
Tanya uncle andre pada kedua keponakannya itu
"Ada apa sayang, mengapa kamu sangat terlihat bahagia?" Sekarang giliran Lucas yang bertanya pada istri tercintanya itu yang hanya dibalas dengan senyuman manis
"Tadi bunda bertemu dengan seorang gadis kecil" ucap Dion menjelaskan hal yang ia ketahui
"Gadis kecil itu memiliki warna mata yang mirip seperti mata opa robert hanya saja dengan warna yang lebih terang" lalu disusul oleh Gion yang melanjutkan ucapan kembarannya itu
"Dia juga memiliki kedua lesung di pipinya" lanjut Dion
"Dan lagi...." ucap gio yang terpotong karena ucapan dari bundanya
__ADS_1
"Gadis kecil itu membuat hatiku sangat nyaman, seperti saat aku pertama kali memeluk princess dalam gendonganku,merasa hangat ketika panggilan ibu keluar dari bibir gadis itu" Ucap bunda melan dengan panjang lebar yang memotong perkataan putranya itu dan membuat semua orang melongoh, karena ini baru pertama kalinya semenjak 3 tahun lalu melan mengeluarkan kata yang panjang
"Siapa nama gadis kecil itu??"
Ucap aunty sasha yang baru tiba bersama Kenned beberapa waktu yang lalu dari inggris.
"Esya, namanya Esya. Queenesya ku" ucap bunda Melan dengan nada yang sangat pelan dan isakan kecil namun masih bisa di dengar oleh beberap anggota keluarga
"Kamu sabar ya sayang, kita pasti akan menemukan princess kita" ucap Ayah Lucas pada istri tercintanya itu seraya memberikan kecupan hangat di atas dahi sang istri.
"Makanya bunda harus cepat pulih seperti semula, bunda gak maukan kalau princess sedih melihat kondisi bunda seprti ini" ucap Dion sambil berjalan memeluk sang bunda dan mencium pipi bundanya begitupun dengan Gion yang emngikuti tingkah kembarannya itu.
Keluarga kecil itupun, saling memberikan pelukan yang hangat, lebih tepatnya mereka memberikan pelukan pada wanita yang sangat berarti dalam hidup mereka, siapa lagi jika bukan bunda Melan.
"Ayo sayang, kamu harus banyak istirahat bukan?" Ucap Ayah Lucas kepada wanita kedua yang sangat ia cintai setelah Ibunya, yang hanya mendapat anggukan pelan sebagai pertanda iya. Setelah itu, di ruang keluarga itu hanya tersisa dua pasang oma dan opa, keluarga kecil uncle Andre, dan duo kembar Dion dan Gion.
"Bagaimana sekarang?" Ucap Oma Amel yang baru bersuara karena sedari tadi ia hanya berusaha untuk menahan air matanya, yang ingin menetes karena kesedihannya sebagai seorang ibu yang melihat kondisi putrinya seperti itu.
"Tidak ada jalan lain, kita masih harus menunggu 6 tahun lagi baru bisa menemukan princess" Ucap Opa Robert mengingatkan bahwa sinyal gelang princess hanya akan muncul dengan sendirinya pada saat usia princess menginjak 15 tahun
"Kau benar, Huh" ucap mereka bersamaan
__ADS_1
Dion kini telah perlahan berdiri dan hendak ingin berjalan meninggalkan ruangan tersebut, ia begitu bosan jika para orang tua sudah mulai membahas hal di luar adik perempuannya itu.
"Aku pergi dulu" ucap Dion seraya pamit pada mereka.
"Tunggu dulu" Cegah aunty Sasha
"Ada apa lagi aunty" ucap Dion sambil membalikkan badannya
"Aunty ada berita bagus" katanya dengan wajah yang di buat-buat
"Berita bagus apa aunty?" Tanya dion pada aunty kesayangannya itu
"Apakah aunty memenangkan tender?" Sekarang giliran Dion yang bertanya karena rasa penasarannya yang tinggi
"Bukan itu, berita bagusnya adalah ken akan melanjutkan sekolah di sini bersama kalian" ucap aunty Sasha sambil berdiri dan merentangkan tangannya lebar-lebar
"Hah!!!" Ucap Dion kaget tidak habis pikir dengan berita bagus apa yang auntynya katakan, menurutnya ini sama saja bahwa hari tenangnya akan terusik lagi.
Dion menatap kedua bocah yang seumuran dengannya itu, Gio kembaran yang hanya beda beberapa menit denganya sedang cekikiran bersama kenned yang mulai mengangkat sebelah alisnya seperti orang yang baru memenangkan perlombaan saja.
"Kenapa, kamu kaget yah Dion?" Ucap Kenned seperti orang yang sedang meremehlannya saja
__ADS_1
"Huh, ya sudah mau bagaimana lagi kalau duo usil sekarang telah berkumpul kembali" Pasrah Dion untuk hari ini dan seterusnya mungkin.
Kini Dion mulai melangkahkan kakinya lagi, hendak ingin pergi dan menenangkan pikirannya, karena pertemuan kecil mereka tadi dengan seorang gadis kecil yang begitu menggemaskan menurutnya. Bagi Dion perasaan yang muncul tadi bukanlah perasaan yang biasa, perasaan yang ia rasakan begitu akrab sama seperti perasaannya ketika pertama kali menatap mata indah sang adik dulu. Yah,tidak salah lagi Dion harus terus mencari tahu mengenai hal itu, mengenai rasa nyaman dan hati yang hangat saat panggilan kakak keluar dari bibir mungil gadis itu. Dion harus benar-benar fokus mencari keberadaan adiknya, ia tidak bisa membiarkan hal ini terus berlanjut, jauh dari sang adik membuatnya semakin kwatir saja terlebih pada perilaku keluarga yang menemukan adiknya, Ia sangat takut jika diluar sana adiknya akan menderita.