QUEENESYA

QUEENESYA
Episode 59 Keberangkatan


__ADS_3

Pukul 10.15 waktu setempat hanya sekitar 45 menit lagi mereka akan segera berangkat menuju ke Singapura untuk pengobatan Esya. Gadis yang pernah sadar namun kembali drop lagi karena luka yang mengenai kepalanya kala itu.


Segala sesuatu sudah disiapkan oleh ayah Yohan dan sekeluarga untuk keamanan putri kesayangan mereka selama di perjalanan nantinya. Seperti beberapa para dokter khusus yang akan ikut bersama gadis itu nantinya.


Di ruangan ini hanya tinggal bunda Melan beserta teman-teman Esya lainnnya. Ketiga putranya sedang pergi mengurus sesuatu, Gion menjemput Oma dan Dion serta Kenned yang sedang mengurus sistem jaringan yang hampir kebobolan pagi tadi.


Yohan dan Andreas serta kedua opa sudah berada di bandara untuk mengamati dan mengawasi keamanan sekitar bersama dengan banyaknya bodigoard yang mereka tempatkan di sekitar bahkan di sepanjang jalan untuk keamanan perjalanan nantinya.


Sedangkan untuk Sasha, wanita cantik itu akan segera menyusul ke rumah sakit, ia sedang menyiapkan beberapa keperluan untuk nantinya termasuk beberapa pakaian ganti untuk Melan, wanita yang sudah ia anggap sebagai kakaknya sendiri.


Rasa perhatian yang selalu ditunjukkan oleh Sasha mampu membuat semua orang di keluarga begitu menyayangi wanita itu termasuk Melsha, wanita itu sangat menyayangi Sasha ia juga sudah menganggap Sasha sebagai adiknya.


"Aku tidak menyangka kalau kau dan Esya sudah lebih dulu kenal" ucap Zee ketika Melsha selesai menceritakan kisah tentangnya dan Esya


Melsha memang lebih dulu mengenal Esya ketimbang Zee dan yang lainnya, ia baru mengenal Zee ketika duduk di kelas 3 elementary school ketika ia jadi murid baru dulu.


Sudah sekitar satu jam lebih Zee dan kawan-kawan bercerita ria. Bahkan ketiga lelaki itu sudah tidak tahu entah pergi kemana sekarang ini, sejak tadi Melsha belum melihat wajah sang kekasih.


Dering ponsel Melsha membuatnya berhasil lolos dari lamunan singkatnya. Ia melihat ada sebuah panggilan dari Angga, kekasihnya itu. Beruntung sekali ia baru saja memikirkan lelaki itu dan langsung saja sudah mendapat kabar darinya.


"Siapa!?" tanya Zee mulai penasaran karena mendapati Melsha yang tersenyum tidak jelas.


"Kekasihku" jawab Melsha masih dengan tingkahnya


"Kau punya kekasih!?" Tanya Ginta dan Eve bersamaan.


"Hn, tentu saja. Sebentar lagi dia akan datang."


"Benarkan!? Aku jadi penasaran seperti apa tampangnya" ucap Zee


Melsha hanya tersenyum ia tidak sabar melihat reaksi ketiga gadis itu nantinya ketika mereka mengetahui siapa lelaki yang sudah berhasil mencuri hatinya itu.


Tidak ada satupun dari ketiganya yang mengetahui bahwa Melsha adalah kekasih dari Angga teman sekelasnya di QHS. Karena memang Angga dan Melsha sendiri tidak pernah mau membeberkan hubungan mereka ke publik.


"Bunny, aku kembali. Aku tau kau baru saja memikirkan aku"


"Bisakah kau tenang sedikit, ini ruang sakit"


"Hn" gumam Angga mulai berjalan menghampiri Melsha yang sudah memberikan senyum khasnya sejak tadi, mengabaikan tatapan penuh tanya yang berasal dari Zee dkk.a

__ADS_1


"Jangan bilang kekasihmu adalah..."


"Benar, Angga adalah kekasihku"


"Tapi sejak kapan!?"


"Sudah lama"


"Apa kau lapar bunny!? Aku membelikan sebuah sandwich untuk mu , makanlah" ucap Angga sembari memberikan sekotak sandwich yang sempat ia beli ketika keluar bersama Evan dan Orion tadi.


"Hanya satu!?" Tanya Melsha sambil mengangkat satu alisnya


"Tentu saja, apa kau masih mau lagi!?"


"Tidak, lalu untuk mereka!?"


"Aku tidak ingin memberikan perhatian untuk gadis lain selain dirimu sayang" jawab Angga lalu memberikan kecupan di kening Melsha sebelum kembali berkumpul dengan yang lain.


Zee, Ginta dan Eve hanya diam melongo sejak tadi, memperhatikan kelakuan kedua remaja yang ada di hadapan mereka. Ginta begitu tidak percaya, orang seperti Angga akan bisa memenangkan hati seorang Melsha yang selalu dijaga ketat oleh beberapa bodyguard, belum lagi sifat protektif dari Dimitri kakaknya menambah ketidakmungkinan hal ini bisa terjadi.


"Anak-anak, sepertinya kita harus berangkat sekarang" ucap bunda Melan setelah melihat arlojinya.


Beberapa dokter khusus yang akan menangani Esya selama perjalan juga sudah tiba di rumah sakit beberapa menit yang lalu. Para perawat di rumah sakit itupun sudah berbondong-bondong menuju ke arah kamar inap Esya, mereka akan segera membawa Esya pergi dengan diikuti oleh Bunda Melan dan teman-teman Esya.


🌺Queenesya🌺


Sekitar 30 menit perjalanan yang telah mereka tempuh untuk tiba di bandara ini. Di depan sana sudah dapat terlihat jelas Oma Opa dan serta Dion, Gion dan Ken tak lupa ada juga Andreas dan Yohan yang sudah lama menunggu kedatangan mereka.


Beberapa dokter khusus itupun sudah dengan cekatannya membawa dan mendorong kasur rumah sakit dimana Esya masih terbaring disana untuk sesegera mungkin menaiki pesawat pribadi milik keluarga Vondrienty itu.


Bunda Melan lalu menghampiri kedua putranya, yang sudah lebih dulu tiba darinya. Dion dengan wajah datarnya Yang seperti biasa ia tampilkan dan Gion dengan wajah masamnya, sepertinya ada sesuatu yang telah membuat lelaki itu kesal hari ini.


"Apa kau masih kesal!?"


"Diam kau, kalian memang tidak memiliki perasaan"


"Ada apa ini!?"


"Pagi tadi mereka menipuku ayah"

__ADS_1


"Maksudmu!?"


"Pagi tadi, Dion mengatakan jika sistem jaringan keamanan dimana data Esya selama ini di simpan rapat hampir saja di bobol orang. Lalu aku menjemput Oma dan menanyakan hal itu apakah benar atau tidak!?, Nyatanya itu hanya alasan mereka saja. Mereka tidak membangunkan aku dan justru meninggalkan aku untuk pergi membelikan sesuatu untuk Esya" ucap Gion menjelaskan dengan panjang lebar agar segala unek-uneknya bisa segera terlampiaskan pada kedua saudaranya itu.


"Ini salahmu, karena susah untuk dibangunkan"


"Hn" gumam Dion menyetujui pernyataan Kenned,pagi tadi mereka sudah susah payah mencari cara untuk membangunkan Gion namun semuanya tidak ada yang berhasil.


Maka dari itu, mereka memilih untuk tidak mengajak Gion saja karena jika menunggu lelaki itu terbangun maka akan memakan waktu yang lama terlebih hanya membutuhkan waktu beberapa jam saja sebelum penerbangan Esya.


"Sudah yah, selama bunda dan ayah pergi kalian harus selalu mmeperhatikan kesehatan kalian" ucap bunda Melan kepada kedua putranya itu. Tidak lupa ia memberikan pelukan hangat untuk keduanya


"Le-pas bunda. Malu dilihatin banyak orang" ucap Dion


"Kami sudah bukan anak kecil lagi bunda, jadi bunda bisa tenang saja" ucap Gion menambah perkataan Kesabarannya itu.


"Kami akan pulang sesekali untuk bertemu kalian, ingat belajar yang rajin. Dan untuk urusan perusahaan di sini ayah serahkan kepada kalian berdua" ucap Yohan sambil menepuk pundak kedua putranya.


"Ayah tenang saja, urusan perusahaan serahkan saja kepada kami" ucap Gion.


"Hn" gumam Dion.


"Datanglah sesekali untuk bertemu Esya, Oma yakin dia akan sangat merindukan ketiga kakaknya" ucap Oma Amel


"Untuk kalian bertujuh, kalau ada waktu bisalah sesekali menyempatkan waktu untuk bertemu dengan Esya"


"Pasti Oma" ucap mereka semua


Setelah mengatakan itu, mereka semua melakukan acara saling peluk memeluk untuk melepas kepergian mereka. Memang berat jika harus berpisah jauh dari orang yang di kasih, namun ini semua juga demi kesehatan dan kesembuhan Esya sendiri.


Oma, Opa, Bunda Melan dan Ayah Yohan kini satu persatu telah menaiki pesawat. Dari bawah dapat mereka lihat lambaian tangan dari semuanya. Sang pilotpun kini melakukan prosedur penerbangan sampai akhirnya mesin terbang itupun sudah tak menyentuh tanah lagi.


Evan menatap kepergian pesawat itu, dirinya hanya bisa pasrah jika harus berada jauh dari gadis yang sudah lama mencuri hatinya itu.


"Aku berjanji akan selalu menunggu kamu Queenesya"


Evan tidak peduli, entah perpisahan ini akan mengambil waktu berapa lama pun, ia akan terus dan akan tetap menanti kepulangan gadis itu. Karena baginya, hanya Queenesya tempat satu-satunya dimana taman hatinya akan selalu bermekaran indah.


"Karena Aku mencintaimu sekarang atau bahkan nanti"

__ADS_1


__ADS_2