Rahasia Jiwa MAMA

Rahasia Jiwa MAMA
Bertemu perempuan berjilbab


__ADS_3

Joon tersungging lalu meminta pada karyawan untuk menyimpan stroller tersebut dan berjanji beberapa bulan lagi ia akan kembali untuk membeli stroller tersebut. Setelah memberitahukan kepada atasannya, pegawai itu seteju dengan Joon.


Joon mengajak Shaina dan anak-anak ketempat lain yang banyak di pajang pakaian bayi.


"Waaaa...! Joon lihatlah ini sangat lucu-lucu" seru Shaina saat melihat pakaian bayi dengan berbagai karakter lucu.


"Ma, yang ini imut banget!!" Tambah Alice.


"Tidak Ma, yang ini lebih keren, ada super heronya" sela Alfan.


Joon dan Shaina tersungging dengan sikap Alice dan Alfan yang berbeda pendapat, bahkan mereka terus berdebat tentang baju bayi yang mereka lihat.


"Aku setuju dengan Alfan jika adik kalian cowok, tapi adik kalian sekarang cewek jadi kita harus setuju dengan Alice dan Mama kalian" celetuk Joon pada mereka.


Mereka berempat menjajal pakaian-pakaian tersebut meski terkadang mereka berbeda pendapat harus memilih yang mana, Alice dan Alfan berkeliling toko sekaligus bermain itu membuat Shaina khawatir mereka akan hilang.


"Alfan, Alice jangan jauh-jauh" kata Shaina.


"Iya Ma" sahut mereka serentak.


"Jangan khawatir, mereka akan baik-baik saja" kata Joon pada Shaina yang tampak mencemaskan anak-anak Helena.


Shaina terus dibuat tertawa oleh Joon yang menggodanya mirip dengan karakter kucing di salah satu baju bayi.


"Elif pasti sangat lucu jika memakai ini" kata Joon saat memperlihatkan gaun kecil berwarna pink.


"Elif juga sangat cantik seperti ku" tambah Shaina.


"Sombong...!!" Timpal Joon.


"Biarin! Nona Helena memang sangat cantik" dengus Shaina.


BUUUKK!!!


Alice tidak sengaja menabrak seorang perempuan berkerudung.


"Maaf nona" kata Alice.


"Kamu tidak apa-apa kan?" Tanya perempuan itu.

__ADS_1


Alice menggelengkan kepalanya, Alfan juga mendekat pada mereka dan menanyakan keadaan adik kembarnya. Mereka keheranan melihat perempuan itu mengelus mereka bahkan sampai mengeluarkan air matanya, hingga datang seorang pemuda menghampiri mereka.


"Kakak?" Panggil pemuda itu pada perempuan yang sedang mengelus kepala Alice.


Dengan cepat Alfan menarik saudara kembarnya dari perempuan itu seraya berbisik, "hati-hati Al kita tidak kenal orang itu bisa-bisa kita diculik nanti".


Perempuan itu tersungging mendengar perkataan Alfan pada Alice.


"Alice! Alfan! Ayo kita pergi!" Panggil Joon yang tiba-tiba muncul dari arah belakang mereka.


"Paman...!" Seru Alice yang berlarian ke arah Joon dan Shaina.


Disaat bersamaan Shaina kembali meringis karena bayi didalam perutnya bergerak dan penggerak yang mendadak itu terasa lebih aktif dari biasanya, itu membuat Shaina nyeri sampai ke hulu hati. Joon pun ikut panik dan tidak tahu harus bagaimana, ia bergegas mengajak Shaina ke rumah sakit, tapi Shaina merasa kesulitan untuk berjalan, sehingga Joon berinisiatif menggendongnya.


"Tunggu dulu" kata perempuan yang ditabrak Alice tadi, "Anda jangan bergerak dulu" sambung perempuan itu.


"Apanya yang tunggu dulu? Dia sudah kesakitan seperti ini! Dia harus ke dokter!" Bantah Joon pada perempuan itu.


Joon terpaku melihat dua pemuda yang bersama perempuan itu terlebih lagi perempuan tersebut, membuatnya tidak bisa berkata-kata.


"Joon, tunggu dulu, kita harus dengarkan dia" sela Shaina dengan menatap perempuan itu,"apa yang harus saya lakukan?" Tanya Shaina pada perempuan itu.


"Kamu jaga sikap tubuh dan jangan bergerak secara tiba-tiba dulu karena itu akan berhenti sendirinya" kata perempuan itu.


"Boleh aku pegang perutmu?" Pinta perempuan itu pada Shaina.


Shaina mengerjap kaget lalu ia memperbolehkan perutnya dipegang oleh perempuan asing itu.Tapi Joon memperlihatkan sikap tidak senangnya atas izin yang diberikan Shaina pada orang itu.


"Maaf nona, sebelumnya saya berterima kasih atas bantuannya tapi saya tidak bisa membiarkan Anda megang-megang perut istri saya" sela Joon yang mengagetkan perempuan itu dan Shaina sendiri karena Joon menyebutnya sebagai istrinya.


"Bicara apa kau ini?" Dengus Shaina.


"Memangnya kenapa? Aku hanya khawatir bayi kita kan kenapa-napa jika dipegang-pegang orang, yang aku sendiri tidak pernah kau izinkan memeganginya" celetuk Joon.


"Awaaaass kau Joon!!" Dengus Shaina yang kesal terhadap Joon yang mulai bicara ngawur, "jangan dengarkan dia, silahkan pegang" sambung Shaina pada perempuan itu.


Perempuan itu tersenyum saat memegang perut Shaina, dan air matanya menetes membuat Shaina merasa tidak enak hati.


"Tumbuhlah dengan sehat" perempuan itu melihat kearah Shaina, "tolong jaga mereka dengan baik-baik" ujar perempuan itu pada Shaina yang juga ikut meneteskan air mata saat melihat perempuan itu.

__ADS_1


"Terimakasih perhatiannya, putri kecil kami pasti akan tumbuh dengan sehat dan cantik seperti kakaknya, bukankah begitu sayang?" Celetuk Joon yang langsung disambut dengan tatapan tajam Shaina yang seakan ingin memukulnya.


Perempuan itu terkekeh melihat Shaina kesal terhadap Joon yang mengharuskannya mencubit pinggang lelaki itu secara diam-diam..


"Paman, aku mau es krim" sela Alfan.


Joon dengan cepat menyanggah perkataan Alfan dengan berkata, "Alfan, jangan panggil Papamu dengan sebutan paman, bisa-bisanya Mamamu marah nanti mengira Papa yang mengajarkanmu memanggil paman di depan perempuan lain" cetus Joon mengagetkan Shaina.


"Issshh...! Ngomong apa sih?" Ketus Shaina yang tampak sinis dengan Joon.


Alfan dan Alice mengerjap bingung dengan sikap Joon yang tiba-tiba meminta dipanggil dengan sebutan Papa terhadapnya dirinya sendiri.


Namun Joon malah tersenyum sambil mengedipkan matanya pada Shaina seraya berkata, "ayo sayang kita pergi, putra kita mau dibeliin es krim" tangkas Joon yang menarik tangan Shaina.


"Tu-tunggu!" Kata perempuan berhijab itu menghentikan Joon dan Shaina.


"Maaf kami ada urusan penting" kilah Joon yang menggandeng tangan Shaina dan anak-anak.


"Ta-tapi Joon..." Gumam Shaina, ia masih menoleh ke belakang, melihat perempuan itu yang bersama dua pemuda yang tak lain adalah adik kandungnya, Adnan dan Jamal.


Mendadak Joon jadi jutek karena Shaina tidak bisa memalingkan wajahnya dari dua pemuda tersebut yang juga terlihat sedang memperhatikan Shaina.


"Jangan banyak bicara, ayo kita pergi!" kata Joon.


Joon bergegas pergi dan mengabaikan panggilan perempuan berhijab tersebut, menjauh dari tempat itu bersama Shaina berserta anak-anak, namun belum juga mereka hilang dari pandangan, Joon sudah dikejutkan dengan melihat Marissa sedang berada di salah satu toko yang cukup dikenal dikalangan penggila barang-barang bermerek.


Spontan Joon melepaskan tangannya dari Shaina dan anak-anak, langkahnya masuk ke toko tas menghampiri Marissa. Dari jauh Shaina hanya dapat melihat Joon berpelukan dengan Marissa tanpa mengetahui apa yang sedang mereka bicarakan. Mendadak dadanya terasa panas seakan ada bara api yang bersemayam di relung hatinya, Shaina yang tidak ingin melanjutkan melihat dua sejoli itu berpadu kasih, jadi ia mengajak Alfan dan Alice duduk di bangku untuk menunggu Joon kembali.


"Joon, kau disini?" Tanya Marissa melepaskan pelukannya dari kekasihnya.


"Aku bersama Helena dan anak-anak" kata Joon yang menolehkan pandangannya terhadap Shaina dan anak-anak yang berada di luar toko tersebut.


...Terlihat Shaina memalingkan wajah darinya lalu menuju ke bangku yang terdapat di mall tersebut bersama anak-anak....


...***********...


HAI SEMUANYA AUTHOR UCAPKAN SELAMAT BERPUASA BAGI YANG MENJALANKA****NNYA****, SEMOGA HARI PERTAMA DILANCARKAN PUASANYA DAN JANGAN SAMPAI BOLONG YA...


HEHEHE.....!!

__ADS_1


MESKI BERPUASA BUKAN BERARTI BERMALAS-MALASAN YA...


Author sangat berterimakasih jika ada waktu luang untuk mampir dan memberi like serta saran membangun di karya ku ini yang jauh dari kata bagus...


__ADS_2