
Joon malah menatapnya dengan tatapan aneh membuat Shaina menyadari sesuatu dari topik pembicaraan mereka sebelumnya hingga pipinya jadi merona, secepatnya Shaina memalingkan wajahnya dari Joon dan lebih memilih melihat para pejalan kaki di depan toko-toko yang berjejer sepanjang jalan dari pada bertatap muka dengan lelaki di sebelahnya yang hanya bisa membuat jantungnya berdegup tidak karuan, apalagi jika Joon sedang melihatnya sambil memamerkan keindahan senyumannya.
"Apa kita harus pulang sekarang?" Tanya Joon, melirik Shaina sambil cengengesan.
"Enggak tahu!" Sembur Shaina dengan sinis pada Joon.
Joon tertawa lepas melihat sikap Shaina yang dilandas marah-marah akibat godaannya tersebut, anak-anak yang berada di belakang mereka malah kebingungan dengan sikap mereka berdua.
Joon tidak mengambil arah jalan pulang yang biasa ia lalui, tapi ia malah berhenti di alun-alun kota, Wina. Kawasan yang sayang untuk dilewatkan oleh berbagai kalangan, domestik maupun mancanegara. Gerai-gerai bagus dan indah bertebaran dimana-mana.
Sebuah katedral megah dan masih di gunakan sampai sekarang berdiri kokoh di kawasan itu, melambangkan kejayaan di jamannya. perayaan-perayaan besar selalu diadakan dengan sangat meriah dan malam puncaknya adalah ketika paskah tiba, hampir semua orang berkumpul di tempat itu.
Tidak jauh dari tempat itu sebuah gedung Opera ikut menyatu dengan kota itu, dan semua orang bisa menikmati alunan merdu suara penyanyinya yang diadakan hampir setiap harinya, cukup dengan membayar beberapa euro saja dan jika tidak mau mengeluarkan biaya sepersen pun juga bisa menikmatinya hanya dengan beralaskan tikar untuk duduk di depan gedung bersama pengunjung lainnya, karena pihak acara telah menyediakan sebuah layar besar di depan gedung agar para penikmat musik tetap bisa menikmatinya.
🎶 I want you breathe me
aku ingin kau menghirup ku
**Let me be your air** 🎶
biarkan aku jadi udara mu
*🎶*Let me roam your body fresh***🎶
biarkan aku menjelajahi tubuhmu dengan bebas***
**No inhibition, no** *fear*🎶
*tidak ada hambatan, tidak takut*
*🎶*How deep is your love**?🎶
*seberapa dalam cinta mu***?
*🎶*is** **it like the ocean**?🎶
*apakah sedalam lautan***?
*🎶*What devotion are you?🎶
lagu terkenal dinyanyikan dengan lembut dan semakin menambah nuansa romantisnya.
__ADS_1
Meski Shaina tidak tahu apa yang di nyanyikan oleh sang penyanyi, tapi ia cukup menikmatinya bersama anak-anak dan induk semangnya.
"Joon! Lagu apa yang dinyanyikan?" Tanya Shaina yang tidak mengerti dengan isi bait lagu yang dinyanyikan.
"Ini lagu cinta" sahut Joon yang berbisik pada Shaina agar tidak menggangu yang lain.
"Lagu cinta, memangnya enggak ada apa lagu perjuangan gitu? Jangan cinta melulu" timpal Shaina.
"Ada. Nanti di rumah kita nonton bola pasti akan dinyanyikan lagu perjuangan oleh suporternya" sahut Joon.
Joon terkekeh melihat Shaina cemberut karena jawabannya yang agak bercanda. Lagu tidak selesai Joon sudah mengajak mereka ke tempat lain, berjalan santai menikmati senja, mengobrol ringan yang diiringi dengan canda tawa dan kerap membuat Shaina kesal.
Perasaan Shaina terasa begitu plong dan tidak berbeban menghabiskan waktu bersama keluarga barunya, melihat anak-anak berlarian lalu menghampiri mereka kembali. Hal tidak berbeda juga terlihat dari Joon, ia tidak ragu-ragu untuk tertawa dan terasa kurang jika tidak mengganggu Shaina yang kerap bertingkah menggemaskan saat mendapati gangguan dari Joon.
"Kau lelah tidak?" Tanya Joon pada Shaina.
"Memangnya jika lelah apa kita akan langsung pulang?" Balas Shaina.
"Enggak juga".
"Lalu?" Tambah Shaina.
"Aku akan menggendong mu" tukas Joon.
Tidak jauh dari tempat mereka terhadap dua perempuan cantik sedang sibuk ber-selfie ria dengan pemandangan alun-alun kota. Shaina menangkap dua perempuan itu tampak sibuk memperhatikan Joon yang sangat menarik perhatian diantara banyaknya orang ditempat tersebut, selain paras dan bentuk tubuhnya yang terbilang seksi itu, namun senyumannya tidak kalah menggoda pasang mata yang melihatnya, Shaina jadi risih sendiri.
"Hei boy!" Goda perempuan cantik nan seksi itu terhadap Joon.
"Hai!" Sahut Joon.
Perempuan di sebelah Joon yang tidak lain adalah Shaina langsung terlihat masam mukanya, bahkan saat Joon ikut berselfie dengan mereka karena ajakan dua perempuan cantik tersebut, meskipun begitu Shaina masih bisa memamerkan keindahan senyuman manisnya pada orang-orang termasuk pada Joon, walau hatinya terasa getir.
Usai berfoto bersama perempuan itu, Joon kembali menghampiri Shaina yang memasang senyum menghanyutkan.
"Dasar tukang penebar pesona!" Gumam Shaina yang hanya disenyumi oleh Joon.
Untuk berjaga-jaga Shaina tidak lelah, Joon mengajaknya duduk di bangku yang tersedia.
Namun, perempuan tadi ternyata tidak kunjung pergi, mereka kembali menemui Joon untuk bertukar nomor kontak agar mereka bisa berkontak lagi.
"Aku tidak bisa membaginya, karena nomor kontak ku cuma satu" ujar Joon pada perempuan tersebut.
__ADS_1
Berbagai alasan diberikan dua perempuan tadi agar mendapatkan nomor kontak pribadi Joon bahkan akun sosial media Joon juga ikut di minta tapi Joon mengatakan ia tidak punya akun sosial media dan hanya punya nomor kontak, itupun tidak bisa ia bagi karena akan mengganggu privasinya. Setelah lama beradu argument akhirnya mereka menyerah dan meninggalkan Joon bersama Shaina, meski mereka tampak melirik risih dengan keberadaan Shaina, si perempuan hamil beranak dua.
"Hei handsome! Jika butuh yang segar-segar hubungi kami ya?" Bisik manja dua perempuan itu pada Joon sebelum mereka pergi dan mereka juga sempat memberikan Joon secarik kertas padanya.
Shaina sempat melihat isi kertas itu bertuliskan angka-angka saat Joon membukanya lalu di selipkannya di saku celananya.
"Segar-segar? Emangnya pokon belimbing?" Gumam Shaina di sebelah.
Joon menggeser posisi duduknya untuk menghadap ke arah Shaina dan meraih syal yang terlilit di leher Shaina.
"Udara semakin dingin, kau harus memakainya dengan benar agar kamu tidak masuk angin" ucap Joon pada Shaina yang sudah terlanjur panas hatinya.
Meskipun Joon terlihat sangat perhatian sampai membenarkan syalnya, tapi Shaina tidak terlihat terkesan dengan perlakuan Joon, melainkan ia bersikap acuh tak acuh terhadap Joon.
"Ma, minta HP-nya bentar buat foto" kata Alfan yang menghampiri Shaina di bangku bersama Joon.
Shaina mengeluarkan ponselnya dari saku mantelnya dan memberikan pada anak laki-lakinya, setelah itu kedua anak itu bersua foto dengan berbagai gaya centil mereka yang terlihat sangat lucu-lucu dan manis, tidak ada bedanya dengan super model majalah anak-anak. Apalagi saat Alice memanyunkan bibir merah mudanya dengan pipi chubby yang kemerah-merahan itu dan rambut bergelombangnya yang sebahu, begitu juga Alfan, si anak kecil berambut ikal serta poni yang hampir menutupi alisnya dan senyum menawannya siap bergaya dengan gaya coolnya yang siap mencuri hati para ibu-ibu.
"Waaaa...! Manisnya anak-anakku" seru Shaina.
Tidak henti-hentinya Shaina terkagum-kagum dengan tingkah anak-anaknya yang sangat apik saat memotret diri. Serta Joon ikut tersenyum melihat mereka namun sesekali ialah juga melirik Shaina di sampingnya yang terus tersenyum. Alfan dan Alice kembali berlari pada Joon dan Shaina.
"Ma, ayo kita berfoto" kata Alfan.
"Ayo sayangku" sahut Shaina yang segera melebarkan lengannya untuk menyambut kedua anak itu keperluannya.
"Paman juga ikut kan?" Sambung Alice.
Joon terdiam dan tidak menjawab ajakan tersebut, tapi melihat mereka memasang wajah memelas termasuk Shaina yang ikut mengangguk membuatnya mau.
"Hore!!!" Paman Joon juga ikut" seru Alice dan Alfan.
Seketika Shaina terkekeh bersama Joon yang tersungging. Tanpa di ajarkan, kedua anak itu sudah tahu posisi mereka masing-masing berada di tempat yang tepat agar mendapatkan hasil foto yang bagus, Alice dan Alfan langsung duduk di antara kedua orang dewasa itu sambil menghadap ke kamera ponsel yang di pegang oleh Joon, dan tidak segan-segan mereka berpelukan, Joon pun tidak ragu mendudukkan mereka di pangkuannya sambil menggelitik sehingga Alfan maupun Alice tertawa lepas bahkan Shaina ikut tertawa karena mereka hampir-hampir mulutnya terasa pegal-pegal karena terus tertawa.
Tidak hanya satu atau dua foto yang diambil tapi entah sudah tak terkira lagi sebegitu banyaknya mereka memotret diri saking asyiknya dan tidak dari satu sudut saja melainkan berbagai posisi mereka berpose. Sampai sebuah pose dimana Shaina dan Alice saling memanyunkan bibir mereka untuk berciuman, anak dan ibu itu tampak sangat manis dan natural dengan gaya mereka.
"Alfan juga mau seperti itu, Ma" sela Alfan pada Shaina.
"Kamu tidak perlu" sergah Joon dengan mencegat tangan Alfan yang mendekat pada Shaina.
"Kenapa? Itu Mama Alfan juga bukan hanya Mama Alice saja" kilah Alfan.
__ADS_1
"Sudah paman bilang enggak perlu ya enggak perlu" timpal Joon.
"Enggak apa-apa, sini sayang!" Panggil Shaina.