REVENGE FOR MY EX-HUSBAND

REVENGE FOR MY EX-HUSBAND
ANAK PEMBAWA SIAL


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Iya Mbok masuk," kata Shalimah mendengar suara ketukan pintu.



"Maaf Non. Saya mau pamit," Shalimah melihat simbok sudah bersih dan rapi.



"Maksudnya simbok apa?"



"Saya mau keluar, Saya mau berhenti kerja karena saya tahu den Radite sudah tidak tinggal di sini, lalu saya akan makan apa kalau saya harus kerja tanpa non punya penghasilan?"



"Saya enggak mungkin kan hanya kerja bakti, kerja tanoa digaji. Kalau oun non punya penghasilan dari jual diri, ya saya tidak ingin makan hasil uang tidak halal.  Terlebih non tidak bisa bergerak karena diawasi oleh orang tua pak Radite."



"Non enggak bisa berbuat apa pun buat jual diri sekali pun jual diri dalam rumah ini akan ditangkap oleh warga."



"Jadi saya pamit gaji bulan ini saya relakan buat non aja nggak usah non pikir bayar saya." Shalimah diam, mau marah juga tak bisa karena itu kenyataannya saat ini.



Sekarang dia harus hidup berdua dengan Bram yang entah anak siapa dia juga nggak tahu benih dari siapa, Dia hanya cari kepuasan \*\*\*\* saja. Dulu kadang dia yang keluarkan uang buat sewa kamar yang penting dia puas. 


\*\*\*



"Radite sudah keluar dari rumah Shalimah," kata Eddy pada Adinda.



"Kok Papa tahu?"



"Kan orang Papa 24 jam jagain di sana.  Tadi Radite ngangkat tiga koper pakai taksi dan dia bawa ke rumah kostnya.  Pembantunya juga sudah pergi baru aja."



"Sepertinya tadi siang Shalimah ingin kencan tapi orangnya Papa selalu nempel dia sehingga akhirnya dia pulang tanpa berhasil kencan."

__ADS_1



"Wah Papa hebat banget," puji Adinda.



"Biarin dia rasa semua langkahnya akan Papa tutup." Jawab Eddy geram. Eddy sangat membenci Shalimah yang telah membuat anaknya terseret kesulitan. Walau dia tahu semua tak melulu salah Shalimah. Kalau Radite tak merespon tentu tak akan terjebak oleh tipuan Shalimah.


\*\*\*



"Loh Mbok mau ke mana?" tanya seorang tetangga melihat pembantu rumah tetangga barunya keluar siang ini membawa tas pakaian besar.



"Saya mau pulang kampung Bu." Jawab simbok. 



"Kenapa?"



"Enggak apa apa saya mau pulang kampung saja,"  jawab simbok pada ibu sebelah.



Saat itu ibu sebelah melihat Shalimah menutup pintu sambil menggendong Bram yang rupanya baru terbangun karena saat simbok pergi tadi Bram sedang tidur.




"Iya Bu,"  Kata si mbok dia pun langsung naik taksi yang sudah di depan rumahnya.



"Aduh diapers nya habis lagi, aku nggak cek, aku enggak minta Mas Radite beli sebelum dia pergi."



"Aku harus keluar beli sendiri,"  Shalimah keqi sendiri terebani batita yang dia pikir hanya membawa sial itu.



"Baiklah aku akan pergi beli," Shalimah sudah rapi, dia membawa Bram keluar siang itu menggunakan payung.



"Mau ke mana Bu siang-siang?" tanya ibu tetangga.



"Ini diapersnya Bram habis, simbok lagi pulang kampung jadi kepaksa saya beli sendiri. Nunggu Papanya pulang kerja takut kehabisan siang ini," jawab Shalimah.

__ADS_1



"Oh gitu, kasihan Dedek panas-panas ya," kata ibu sebelah.



"Iya Bu, makanya pakai payung."



Pengawalnya Eddy terus mengikuti dengan jarak dekat, mereka tak mau kehilangan jejak.



'*Bagaimana dengan uang sejuta aku bisa bertahan hidup*?' pikir Shalimah sambil jalan.



'*Aku harus cari kerjaan harus cari orang buat  jaga. Kalau aku nggak kerja aku makan apa*?'



'*Semua bahan di kulkas paling cukup satu minggu buat aku sendirian*.' 



Shalimah lalu menjual semua perhiasan yang ada di tubuhnya.



'*Lumayan*,' Shalimah pun memasukkan uang hasil penjualan barang yang dia pakai ke atm-nya di mesin setor tunai.



Di rumah memang Shalimah jarang menggunakan perhiasan jadi hanya ada 11 juta yang dia dapatkan dari barang yang ada itu karena semua tak ada surat-suratnya.



Setidaknya bisa untuk bertahan hidup beberapa lama.


\*\*\*



"Bapak ini setelah mas Radite pisah, masih terus dijaga sampai kapan?" Tanya ajudan Eddy.



"Sepertinya Radite berhasil nguras semua ATM dan perhiasan Shalimah. Terbukti Shalimah menjual semua yang dia pakai untuk bertahan hidup."



"Kita tunggu sampai uang tadi itu habis lalu dia bagaimana?"


__ADS_1


"Sekitar dua minggu lagi setelah itu tinggal aja. Biarin aja dia mau jadi pelacur atau apa terserah yang penting Radite bener-bener nggak terlihat ada hubungan dengan Shalimah," kata Eddy.


__ADS_2