
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
"Silakan masuk," jawab Adit saat mendengar ada ketukan di pintu ruang kerjanya.
"Maaf Pak ada dua tamu yang katanya sudah janjian dengan Bapak," sekretaris Adit lapor.
Sekarang Adit memang memakai sekretaris laki-laki. Dia sudah tidak mau ada marketing perempuan atau sekretaris perempuan. Adit tak ingin ada kesempatan bersama dengan seseorang dalam tempo sering dan lama.
Adit tak mau pepatah Jawa berlaku yaitu witing tresno jalaran soko kulino. Karena terbiasa bertemu lalu timbul cinta.
Dan Adit sengaja pakai ruangannya Dinda, mungkin Dinda bisa melihat dia tiap hari di CCTV kantor ini.
"Oke saya keluar aja jangan bicara di sini," kata Adit.
"Iya Pak." Adit mbawa dua orang tamunya ke ruangannya Eddy.
"Kenapa Dit?"
"Ini Pa orang yang aku minta buat cari Dinda," kataAdit.
"Kemarin kami menemukan apa orang yang mirip dengan TARGET, tapi setelah kami ikuti ternyata beda Pak. Tapi mirip banget. Cuma kenapa beda ya?"
"Gimana sih mirip banget tapi beda?" kata Eddy nggak sabaran.
Orang itu memberikan foto-foto seorang perempuan muda yang gayanya sama persis dengan Dinda tapi bayi kembarnya perempuan. Terlihat dari rok yang digunakan dua bayi kembar itu.
__ADS_1
"Iya ini mirip banget tapi baby-nya perempuan." Adit memperhatikan dengan saksama foto itu.
"Strollernya beda Pa. Kemarin stroller yang dikirim ke kita bukan ini," ucap Adit.
"Iya strollernya beda. Kemarin bukan begitu," Eddy setuju dengan pendapat Adit.
"Ini kamu dapat daerah mana?" Tanya Adit.
"Ini dekat Pak ini cuma di Bekasi Griya Asri," kata orang tersebut.
"Tapi ini beda lagi nih Pak," Adit menerima gambar berikutnya.
"Ini adanya di Bintaro, orangnya mirip juga bayinya laki-laki tapi dia dengan seorang ibu dan seorang laki-laki yang sepertinya suaminya."
"Bukan karena aku cemburu. Bukan! Tapi aku tahu sifat dia nggak mudah dia menerima laki-laki lebih-lebih sekarang dia sudah punya anak. Dia pasti berpikirnya 10 kali untuk menerima seorang lelaki karena yang dia lebih pentingkan adalah anak," kata Adit.
Eddy kagum pada analisa anaknya yang sudah mulai terlihat mulai tajam.
"Saya pikir kalian itu sudah dapat data yang benar malah belum dapat apa-apa," kata Eddy.
"Iya Pak kok kayak menghilang."
"Ya nggak menghilang ini saya barusan dapat email," jawab Eddy.
__ADS_1
"Papa beneran dapat petunjuk Pa?"
"Pas kamu masuk itu papa baru buka email. Baru aja dapat," kata Eddy.
Adit melihat yang di email foto itu lebih mirip dengan yang bayinya perempuan tadi.
"Baju dan wajah bayinya sama dengan yang pakai rok. Begitu pun stroller nya. Sehingga seakan rok baby adalah cuma kamuflase."
"Ayo kita cari yang di di Tambun ini," perintah Adit.
"Yang ini katanya fotonya bukan diambil di Tambun juga bukan di Bintaro ini ada di Cibinong Bogor."
"Wah jadi 3 mata angin yang berbeda."
"Kalau gitu kita coba aja selidiki Cibinong Bogor dan Bekasi Griya Asri Tambun Pa," usul Adit.
"Orang Papa cari yang di Cibinong. Orang aku cari yang di Bekasi Griya Asri," lanjut Adit lagi.
"Ya fokusnya ingat ya cari orang ini sampai dapat alamatnya juga nama dan segala macamnya," kata Adit.
"Baik Pak. Semoga cepat ketemu."
"Iya, semoga cepat ketemu. Kakek kangen dengan mereka," kata Eddy.
"Aamiiiin Pa, semoga cepat ketemu." Jawab Adit.
__ADS_1
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN