
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Hallo pagi," sapa Eddy.
"Apalagi yang kamu bawa hari ini?" Eddy penasaran kreasi menantunya pagi ini.
"Aku kemarin beli kwetiau basah, jadi aku bikinin Papa kwetiau goreng ayam. Karena Papa enggak boleh terlalu banyak udang kan."
"Aku bikinin Papa kwetiau nya yang ayam beda dengan yang lain yaitu kwetiauw goreng seafood." Dinda memberi tumpukan thinwall dan kali ini ada satu yang dia tempel tulisan "PAPA".
"Ih, kenapa sih harus dipisah-pisah gitu? Kalau udang hanya sedikit enggak akan berpengaruh. Papa kan bukan di larang makan udang, tapi diminta untuk mengurangi." Eddy adalah penggemar berat udang. Dokter memintanya mengurangi mengkonsumsi udang terkait dengan tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol dalam darahnya.
"Enggak apa apa lah Pa. Besok kalau aku masah cah udang kan Papa akan aku kasih satu porsi. Jadi sekarang aku kurangi dulu," bujuk Adinda.
"Baiklah," tanpa banyak protes Eddy pun mengalah pada peraturan yang Adinda buat untuknya.
Untuk yang lainnya Adinda bikin kwetiau seafood kesukaannya Radite.
"Terima kasih ya Dind," Eddy mengapresiasi bawaan menantunya.
"Ya Pa, Aku langsung ke ruanganku ya."
"Iya Papa mau langsung panggil Adit biar bisa sarapan. Kasihan dia kalau harus nunggu makan siang." Jelas Eddy.
"Eh Pa kemarin aku ketemu Mas Adit lho Pa."
"Aku bingung gimana mau ceritanya Pa. Saat aku belanja dekat dia tuh nggak ada benci nggak ada marah Pa. Malah serasa ada rasa aman dan nyaman. Dulu kan aku paling benci ngelihat dia di kantor ini. Aku paling sebel gitu loh Pa."
"Kemarin ketemu itu kok ada rasa nyaman gitu loh Pa. Anak-anak ini rasanya kok seneng banget ketemu ayahnya."
"Kami belanja seperti pasangan yang tanpa persoalan yang menyakitkan. Dia pilihin barang-barang, sampai antar barang ke mobil aku ada rasa nyaman."
"Aneh. Aku enggak tahu kemana rasa benci dan marahku padanya. Aku setengah nggak percaya Pa. Tapi kalau lagi gini aku benci dia, aku sakit inget kelakuannya. Tapi kemarin semua itu hilang tanpa bekas Pa."
"Kayaknya anak-anak nih ngerti mereka sedang dekat ayahnya. Aku berharap anak-anak enggak minta lebih. Semoga memang anak-anak mengerti kalau kami sudah berpisah."
"Ya udah ya Pa. Selamat sarapan." Adinda keluar dari ruangan Eddy.
\*\*\*
"Dit kamu kesini," perintah Eddy pada Radite. Eddy menghubungi telepon mejanya Usman dan minta dipanggilkan Radit langsung. Kalau Eddy langsung menghubungi handphone Radite itu menyalahi aturan karena enggak menghormati pak Usman sebagai atasan Radite.
__ADS_1
"Iya Pak," balas Radite. Tentu kalau di telepon dia akan memanggil Pak buat Papanya.
"Pak Usman saya permisi dulu karena dipanggil pak Eddy."
"Iya Dit," akhirnya Usman bingung sendiri. Usman tau Radite adalah titipan Pak Eddy, jadi nggak masalah dia kerja atau nggak. Yang penting kalau Pak Eddy tanya, Usman melaporkan sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.
\*\*\*
"Kita sarapan bareng yuk Dit," ajak Eddy begitu putranya masuk ruangan kerjanya.
"Papa belum sarapan?" Radite bingung. Karena dia tahu papanya tak akan keluar rumah tanpa sarapan.
"Belum. Sengaja Papa nggak sarapan dari rumah biar makan sarapan dari Dinda."
"Oh gitu."
"Iya tapi dia tadi konyol." Eddy mengeluhkan kelakuan 'konyol' Adinda.
"Kenapa?"
"Dia bikinin Papa kwetiaunya ayam punya kamu kwetiaunya seafood." Keluh Eddy membuat Radite terbahak.
"Nanti Papa cobain udangnya sedikit ya?" Bujuk Eddy.
"Gimana kalau nanti dia masak cah udang paprika, kalau dia batasi Papa seperti itu."
"Loh kenapa?"
"Kemarin dia sudah beli bahan buat masak udang Pa."
"Ih itu anak ya," kata Eddy.
"Paling Papa nanti dibawain nugget biar aman."
"Enggak bisa jadi gitu. Tadi dia janji mau bawain Papa satu porsi koq," jawab Eddy.
"Ya udah ayo kita makan. Papa laper banget."
"Lagian Papa biasa makan pagi, kok pakai sengaja nggak sarapan." Radite tentu menyalahkan ayahnya yang terbiasa rutin sarapan.
"Kebayang aja sarapan apa pagi ini yang Dinda siapin buat Papa, jadi sengaja Papa kosongin perut. Kemarin ada kasus dengan lontong opor kan. Papa jadi bingung sendiri mau makan siang wong baru makan opor jam 11.00."
__ADS_1
"Sekarang mendingan Papa nggak sarapan aja."
"Kalau nggak dibawain sama Dinda gimana?" Tanya Radite.
"Tinggal beli di kantin belakang."
"Iya juga sih daripada Papa kekenyangan, memang lebih aman begitu," mereka langsung menikmati sarapan yang ada.
\*\*\*
"Bapak nih nggak ada penyakit apa-apa Pak. Saran saya Bapak bawa istrinya aja ke dokter kandungan. Itu biasa terjadi pada suami yang istrinya sedang hamil."
"Yang Bapak alami itu disebut Couvade Syndrome, atau kehamilan simpatik. Itu adalah masalah yang terjadi pada pasangan pria dari wanita hamil yang mengalami gejala saat istrinya hamil."
"Memang, hal ini dapat membuat seorang pria mengalami gejala berupa sembelit, gas, kembung, mudah marah, mual, dan lainnya."
"Maksud Dokter apa?" tanya Radite bingung.
"Anda nggak sakit. Saya sudah cek semuanya dua kali bukan satu kali Pak dan kalau saya tidak salah ini biasa dialami oleh suami yang istrinya sedang hamil itu disebut kehamilan simpatik."
Radite bingung jelas-jelas Shalimah baru selesai mens saat mereka berpisah artinya tak mungkin Shalimah hamil karena dia belum menyentuh lagi sejak Shalimah bersih mens karena saat itu dia sudah ji-jik pada Shalimah mengetahui Bram bukan anaknya.
Satu-satunya yang kemungkinan hamil adalah Adinda!
"Dokter bisa menuliskan semua itu di kertas agar saya bisa bicara pada papa dan istri saya?"
"Saya tersiksa seperti ini Dok," kata Radite.
"Tulisan apa Pak?" tanya si dokter.
"Iya tentang penyakit saya ini kemungkinan ini kenapa dan keterangan lainnya, saya kan nggak ngerti." Jelas Radite.
"Oh itu maksudnya. Oke, Bapak cari aja di Google, tapi ini akan saya jelaskan secara garis besar saja," dengan jenaka dokter menuliskan apa yang diminta oleh Radit untuk memperkuat perkataannya di depan Eddy dan Adinda.
Dengan tak percaya Radite meninggalkan ruang praktik dokter spesialis dalam itu.
Apa benar Adinda hamil?
Apa Adinda mau mempertahankan kehamilan itu sedang dia membenci Radite?
Sejuta pikiran berkecampuk di pikiran Radite membuat dia galau.
\*\*\*
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul WANT TO MARRY YOU
__ADS_1