REVENGE FOR MY EX-HUSBAND

REVENGE FOR MY EX-HUSBAND
UNTUK PEMBELAJARAN


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



"Nggak bosen bosen ya dia Pa," Radite mengomentari kelakuan Lilis yang sejak dulu mengejar perhatian Eddy.



"Iya dia nggak bosen. Karena kan dia mengharapkan harta Papa." Balas Eddy.



"Papa mana mau sama perempuan yang tak pernah menghargai lelaki selain dari sudut besarnya harta." 



"Dia begitu sejak masih ada mama tanpa malu kan?" Radite ingat tante Lilis mendekati papanya tanpa malu ada kakak sepupunya. Dan makin menjadi sejak sang mama sakit. Bahkan di hari meninggal sang mama Lilis menunggu Eddy di kamarnya setelah pulang dari pemakaman. Saat itu Eddy meminta mertuanya dan orang tua Lilis untuk menggeret perempuan itu keluar dari kamarnya!



Cukup lama Lilis tak datang ke rumah Eddy. Satu bulan! 



Sesudah itu dia lupa dan tanpa malu rutin mendekati Eddy.



"Iya sejak ada mamamu dia memang sudah mengejar Papa. Bahkan jauh sebelum kamu ada. Dia senang mengganggu rumah tangga kami. Sejak awal kami menikah dia memang senang mengganggu ketika mengetahui kekayaan Papa."


__ADS_1


"Akhirnya dia bertemu dengan Ediyanto atau Edi  nama suaminya itu. Sejak menikah lumayan dia agak adem tapi begitu Edi usahanya mulai tersendat-sendat Lilis main mata dengan banyak rekanan Edi membuat Edi semakin sebal dan akhirnya memutuskan bercerai."



Edi menceraikannya karena tak ingin hartanya digerogoti oleh Lilis. Sekarang usaha Edi sudah mulai bagus lagi setelah ditinggal bercerai  dengan Lilis itu," Eddy bercerita tentang sepak terjang Lilis.



 "Lilis memang nikah cuma karena harta, dia matre sama lah dengan Shalimah dia nggak perlu nikah resmi, yang penting kamu nafkahin."



"Perempuan seperti Shalimah bahkan tak ada otak sama sekali! Dia nggak mikir seorang anak itu butuh akte kelahiran,  sedangkan cara untuk membuat akte ya harus ada surat nikah resmi."



"Bener Pa. Perempuan-perempuan seperti itu yang merusak nama perempuan yang benar," kata Adinda.




"Lilis setelah diceraikan oleh Edi mulai berjalan ke mana-mana sama dengan Shalimah. Mereka tak cukup dengan satu lelaki sehingga walau pun sudah full dinafkahi oleh Radite pun Shalimah tiap malam jualan. Cuma kan Radit nggak tahu."



"Ya aku terlalu bo-doh." Sesal Radite dengan nada penyesalan sangat dalam.



"Kamu enggak kepengen ketahuan dari istrimu kalau kamu selingkuh tapi ternyata setiap malam kamu diselingkuhi gendakanmu!"  kata Adinda tertawa karena Radite dibodoh-bodohi Shalimah.


__ADS_1


"Ya itulah kebodohanku. Tapi memang aku tak perduli dalam artian, kalau aku cinta pasti aku memperhatikan dan menjaga dia tapi kan aku tidak mencintai yang aku lalukan hanya mencintai anak yang aku kira anakku." kata Radite.



"Dia kan istrimu masa kamu nggak jaga. Kalau malam aku punya istri kan?"



"Kamu punya istri sah kenapa kamu jalan-jalan!" Desak Adinda.



"Ya itu tadi, kembali lagi aku jalan-jalan karena ada anak. Aku terjebak oleh masa lalu yang kelam," kata Radite.



"Selama pernikahan aku tak pernah mendahului mendekati Shalimah. Kebersamaan kami hanya karena anak."



"Dan penyatuan kami karena dia selalu menjaga agar aku tak pernah membolos satu bulan sekali. Agar bila dia hamil, dia aman ada yang tanggung jawab."



"Kalau aku tak pernah menyentuhnya dia khawatir kalau hamil ketahuan bukan anakku."



"Dan sekarang aku ingin berjalan ke depan tanpa menoleh masa lalu. Aku ingin membuat masa lalu sebagai pembelajaran. Bukan untuk dikenang. Aku harus bangkit dan belajar untuk bisa maju lagi," kata Radite dengan keyakinan baru dia akan bisa lebih baik.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul JINGGA DARI TIMUR


__ADS_1


__ADS_2