REVENGE FOR MY EX-HUSBAND

REVENGE FOR MY EX-HUSBAND
ORANG DEKAT


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



Radit tak percaya melihat sosok yang tidak dia kenal di depannya. Sosok itu adalah orang yang ditangkap oleh anak buah papanya.



"Siapa namamu?" tanya Radit. Lelaki muda itu tak mau menjawab.



"Baik hancurkan keluarganya," kata Radit.



"Ingat hancur lebur jangan ada yang mati dan jangan tinggalkan jejak!"



"Maaf Bos. Maaf bos,"  kata pelaku.



"Saat kamu melakukan penabrakan, apa tidak berpikir kan apa yang akan terjadi terhadap keluarga korbanmu?"



"Saya akan kurangi hukumanmu bila kamu bicara semua yang saya tanya."



"Coba setel dulu videonya."



Lalu di layar proyektor terlihat sebuah rumah sederhana dengan seorang ibu tua yang sedang menyapu.



"Kalian siap?" Tanya Radite pada petugas yang ada didepan rumah itu.



Pelaku tabrak lari pias melihat ibunya.



"Buat dia pingsan mendadak dengan meledakan petasan besar. Aku tahu ibu itu sakit jantung, kan," kata Radit.



Tersangka itu diam pucat pasi.



"Siap Bos," ucap pengawal yang berjaga di rumah pelaku.



"Jangan Bos, jangan lakukan itu pada ibu saya," pelaku yang bernama Ridwan merengek pada Radit agar diberi keringanan.



"Siapa yang suruh kamu?" tanya Radite.



"Saya akan kurangi hukumanmu bila kamu jujur."



"Yang nyuruh Muchtar Pak."



"Muchtar siapa?  Banyak nama Muchtar. Saya tak mau berspekulasi."



"Muchtar Ahmad Bajuri."

__ADS_1



Radite tak percaya mendengar nama itu yang disebut Ridwan sebagai orang yang menyuruhnya.



Muchtar adalah orang kepercayaan Shalimah. Setiap saat, kalau Shalimah ada perlu atau ingin segera direspon pesannya oleh Radite, perempuan itu selalu melalui Muchtar.



Rupanya Muchtar sakit hati karena dipecat oleh Eddy dan dijadikan office boy. 



Muchtar langsung membayar semua hutangnya, dia langsung resign karena tak mau jadi office boy.



Ternyata Muchtar punya banyak uang di luar gajinya.



"Cari dan tangkap Muchtar." Perintah Radite.



"Sekarang dia sulit di temui Bos,  karena dia adalah pengedar narkoba itu sebabnya dia bisa membayar semua hutang yang dibebankan oleh perusahaan. Karena dia banyak incomenya dari hasil jadi kurir narkoba itu."



"Dia kurir atau bandar?"



"Sepertinya dia sudah mulai jadi agen besar.  Belum jadi bandar sih baru jadi agen," kata pengawalnya.



"Apa pun sekarang pekerjaannya dan sesulit apa pun, cari secepatnya. Saya nggak mau tahu kamu lihat kan kondisi istri dan anak-anak saya? Saya nggak mau tahu, cari dia sampai dapat," kata Radite.



"Orang ini bikin sampai ngeblangsak bikin dia ditangkap polisi dengan entah  apa pun tuduhannya. Entah dia sebgai pembunuh atau penculik atau pencuri."




"Jangan Pak, jangan penjarakan saya. Saya punya ibu dan keluarga yang harus saya nafkahi."



"Saat kamu terima order itu kamu nggak mikir dampaknya akan seperti ini. Maka  saya juga nggak akan berpikir memberi sangsi pada orang yang tidak memikirkan saya!"



"Kamu nggak mikir kan saat kamu nabrak istri saya yang sedang hamil?"



"Pakai otakmu kalau itu adalah istrimu bagaimana kamu melihat istrimu lebih dari satu bulan tak bergerak?"



"Jadi sekarang saya ingin orang tuamu merasakan apa yang saya rasakan. Bagaimana rasanya anaknya ditangkap karena membunuh atau karena mencuri."



"Lihat aja bagaimana keluargamu hancur."



"Saya juga akan minta pergantian biaya rumah sakit istri saya pada ibumu. Saat ini biaya rumah sakit sudah hampir 1M."



"Dua minggu lagi istri saya akan dioperasi lalu sesudah itu akan diberi obat paten."



"Bisa jadi biaya akan bengkak menjadi 2M atau 3M, kalau keluargamu tak mampu bayar saya akan geret semua ke penjara!"


__ADS_1


Radit pun langsung rumah sakit.


\*\*\*



"Bagaimana hasilnya?" kata Eddy.



"Dia hanya orang suruhan Pa. Aku tadi minta sama pengawal bikin supaya dia ditangkap polisi biar dia di proses polisi aja. Aku nggak apa-apa-in dia kok."



"Aku cuma gertak dengan video call di depan rumahnya. Saat itu ibunya sedang nyapu."



"Lalu siapa dalangnya?"



"Dalangnya tim aku, dia orang yang paling dekat dengan Shalimah dan aku Pa."



"Namanya Muchtar Ahmad Bajuri."



"Nanti kamu coba selidiki apa dia ada hubungan dengan Shalimah."



"Aku akan selidiki kalau sudah ditangkap. Karena katanya dia sekarang sering menghilang Pa."



"Dia seperti belut.  Rupanya selama ini dia adalah agen penjualan narkoba."



"Ya Ampun. Untung aja dia sudah tidak bekerja di kantor.  Kalau nggak nama kantor kita akan rusak karena akan dijadikan sebagai alibi oleh dia."



"Iya Pa."



"ltulah kalau percaya sama orang-orang nggak bener akhirnya kamu jadi korban. Kalau memang dia marah karena dipecat, kan korbannya bukan Adinda karena yang bertanggung jawab kan Papa?"



"Kalau marah sama kamu kan aneh, kenapa dia sampai dendam seperti ini sama kamu lalu Dinda yang jadi target?"



"Pasti ada yang gosok dan Papa yakin ada peran Shalimah di belakangnya," kata Eddy.



"Iya Pa, aku akan selidiki kalau dia sudah ketangkap."



"Sebelum ketangkap pun selidiki aja, kenapa harus nunggu dia ketangkap?"



"Cari link supaya dapat info tentang dia."



"Baik Pa, tapi aku kan susah keluar."



"Ya eggak apa-apa nggak keluar bukan berarti kamu nggak bisa cari link kan?"



"Oke Pa, akan aku kerjakan," kata Radite.

__ADS_1


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang baru rilis dengan judul WE ARE HAVING A BABY BOY !



__ADS_2