
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
Berita pemecatan Merry langsung tersiar ke seluruh rekannya mereka ketakutan akan ken pecat juga.
"Enggak perlu takutlah kalau kita nggak salah. Kayak gue. Gua nggak salah kok. Gue jual dirinya bukan ke Pak Adit jadi nggak perlu takut."
"Gua tinggal betulin aja di proyek gue selanjutnya enggak ngelakuin itu lagi."
"Jadi kalau memang kalian nggak salah nggak perlu takut. Memang cara gue minta diskon salah sehingga akhirnya nama perusahaan buruk. Tapi nggak merugikan Bu Dinda secara personal."
"Jadi gua nggak dipecat. Kalau gue ngedeketin suaminya tu gue bakal dipecat kayak Merry." Kata Kasih dengan percaya diri.
"Eh salah Lu yang mecat itu bukan Bu Dinda. Bu Dinda enggak apa-apa kok. Bu Dinda malah bilang silakan. Bu Dinda nggak peduli kalau lakinya mau."
"Yang mecat itu Pak Eddy!"
"Masak sih?"
"Iya Pak Eddy yang mecat. Bukan Bu Dinda."
"Oh gua pikir Bu Dinda."
"Enggak bu Dinda nggak peduli, dia bilang laki-laki nggak bisa dipertahanin buat apa kata bu Dinda. Dan lagi semua harta juga punya bu Dinda. Jelas pak Eddy yang bilang. Pak Adit mah kere. Cuma punya gaji dan gaji juga langsung masuk rekening istrinya."
Langsung rumor itu akhirnya beredar.
\*\*\*
"Satu bulan berlalu Yank. Kamu dimana? Anak-anak sudah bisa apa?" Adit menggumam. Dia di kamar sendirian.
Semua masih seperti saat ada Dinda dan si kembar. Tak ada yang diubah oleh Adit.
"Kamu sudah berkorban untukku. Karena aku, kamu jadi sasaran tante Tasih. Sekarang kamu malah kembali terluka olehku."
__ADS_1
"Aku harus bagaimana Yank? Kamu dimana?"
Tak ada sosok Dinda dan kedua putranya Ghibran dan Ghifari di rumah ini. Tubuh Adit dan Eddy berubah menjadi sangat kurus.
Begitu pula dua Mbok yang bingung mau ngapaim tak ada dua bayi kembar di rumah itu.
Eddy dan Adit memang tidak menerima pengunduran diri Mbok Marni dan Bu Asih karena mereka pikir nanti toh suatu saat Dinda kembali mereka malah bingung mencari kedua orang tua itu.
Jadi Adit dan Eddy tidak menerima pengunduran diri kedua mbok.
Mbok Marni dan mbok Asih nggak nyangka Dinda kembali terluka. Mereka tahu Dinda pernah terluka oleh Shalimah dan sekarang terluka lagi.
"Padahal Mas Adit-nya baru kerja 1 bulan yo Dhe, ternyata perempuan-perempuan di sana itu nggak bisa lihat wajah ganteng dengan kantong tebal." Ucap Asih pada Marni budhenya.
\*\*\*
"Ada perlu apa ya?" Adit bertanya pada seorang tamu yang mencari dirinya.
"Apa itu?" Adit kaget menerima amplop surat bertuliskan Pengadilan Agama.
Rupanya Dinda menggugat cerai dirinya.
"Pak saya tidak akan pernah menceraikan dia. Jadi tidak perlu Bapak datang lagi karena saya tidak akan tanda tangan." Tanpa bisa basa-basi Adit langsung bilang gak akan tanda tangan.
"Oh nggak apa-apa Pak Radit. Tidak tanda tangan pun tetap akan terjadi perceraian. Anda tidak datang dua kali sidang saja sudah jatuh talak kok Pak. Enggak perlu repot."
" Yang penting Bapak tahu bahwa klien saya sudah menggugat cerai anda. Permisi."
"Ya, silakan. Terima kasih." Kata Adit.
__ADS_1
Adit langsung ke ruangannya Eddy dan memberikan surat panggilan untuk sidang.
Eddy melihat bahwa Dinda sudah menggugat cara Adit. Dia tak bisa berkata apa-apa lagi.
Eddy tak percaya anaknya sekarang benar-benar di gugat cerai oleh Adinda.
"Satu pesan Papa Dit, satu aja!"
"Kamu boleh putus asa tapi jangan pernah mabuk atau main perempuan!"
"Itu akan lebih parah nantinya karena begitu Dinda tahu itu artinya finish!"
"Papa yakin akan lebih parah! Jadi lebih baik kamu mendekatkan diri pada Allah. Jangan pernah lakukan hal itu Dit. Karena itu akan membawa kamu ke jurang kehancuran."
"Aku tahu Pa. Aku cuma tak percaya, aku nggak melakukan apa-apa tapi nasibku jadi begini."
"Kesalahan kamu, kamu nggak bilang sama Papa mau pun sama Dinda."
"Itu kesalahan besarmu. Andai waktu itu kamu bilang Papa bisa cegah Dit."
"Kamu merasa sanggup menghadapi semua sendirian. Akhirnya seperti ini. Andai sejak awal kamu bilang ke Dinda, dia enggak merasa kamu bohongin!"
"Iya Pa. Aku pikir, aku enggak ngeladenin dia aku nggak ngelayanin orang itu jadi enggak masalah."
"Kamu nggak ngelayanin, tapi dari cara kamu tak menolak tegas seperti itu, kamu seakan senang." Adit dan Eddy sekarang sudah tau ternyata Dinda bisa mengetahui semua kelakuan Adit karena di ruangannya Dinda dipasang CCTV oleh Dinda.
Tak ada yang tahu karena Dinda takut file-filenya hilang. Itu Dinda lakukan rupanya saat Eddy memecat Adit dari manager marketing saat kasus Shalimah.
Dinda sudah antisipasi sebelum kecelakaan dulu.
\*\*\*
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul WE ARE HAVING A BABY BOY !
__ADS_1