
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
Pagi tadi Dinda minta pada bibik Siti agar masak soto mie Bogor kesukaan Adit.
Kuah soto dihidangkan di pinggan panas yang ada kompor pemanasnya. Sedang semua bahan di pisah dalam wadah sendiri sehingga semua bisa meracik apa yang dia mau. Semua bahan masih terpisah, tidak di jadikan satu.
Tetap ada rendang olahan Tasih. Lauk lainnya adalah tahu goreng.
"Mas mau makan apa?" tanya Dinda lembut pada suaminya.
"Aku pengen makan sotonya aja. Kayaknya enak deh Yank," Adit hari ini dia sudah memutuskan tidak mau memakan masakannya Tasih di depan orangnya. Agar Tasih tak merasa semakin Ge eR.
"Papa juga maunya soto aja. Kayaknya seger," lalu Tasih berniat mengambilkan soto mie untuk Eddy.
"Maaf saya ambil sendiri aja kalau soto mie. Saya lebih suka ngeracik sendiri," kata Eddy tak mau diambilkan Tasih.
Eddy meracik sendiri soto sesuai keinginannya. Dia ambil mie, risol, tetelan dan irisan kol juga irisan tomat. Sambelnya langsung ditarik oleh Dinda.
"Wah curang, keduluan nih sambelnya," protes Eddy.
"Ha ha ha, biar Papa nggak makan pedes," jawab Dinda.
"Loh memangnya Mas Eddy enggak boleh makan pedas?"
"Enggak, Papa nggak boleh makan pedas sama sekali," jawab Dinda.
"Kemarin mbok Marni cerita, katanya mas Eddy sukanya balado udang dan rendang," protes Tasih sedikit kesal.
"Balado udang memang benar kesukaan Papa dulu sekali," kata Dinda.
"Tapi udah lama Papa nggak boleh makan udang, mbok Marni memang benar. Kan Tante tanya kesukaannya Papa ya dijawab kesukaannya Papa itu."
"Mbok Marni enggak salah," jawab Dinda.
"Papa suka udang di balado. Tapi kan Papa udah nggak boleh makan pedas dan nggak boleh makan udang sekarang."
"Oh gitu," sesal Tasih.
"Iya," jawab Dinda.
"Terus kalau rendang?"
"Bener Papa suka banget rendang, dia sukanya rendang jengkol dan rendang telur. Kalau rendang ayam atau rendang daging Papa nggak suka walau doyan."
Tasih makin kaget.
"Kemarin mbok Marni belum jelasin rendang apa, tante sudah suruh beli daging kan?"
__ADS_1
"Harusnya Tante tanya sukanya rendang apa? Nanti mbok akan jelasin rendang jengkol atau telur. Itu pun sekarang sudah harus dikurangi cabenya agar enggak pedas."
Adit, Dinda dan Eddy memang sudah mulai memperlihatkan rasa tak suka ke Tasih.
"Oh gitu," Tasih jadi malu sendiri karena dia menyediakan suatu hal yang memang sudah nggak dimakan oleh Eddy.
Tasih ingat kemarin Eddy masih baik bilang tidak mau makan udang saat ini padahal udah enggak boleh.
'*Ah ternyata mas Eddy masih baik dan lembut padaku, bikin aku makin suka*,' batin Tasih malah kege'eran.
\*\*\*
"Yank, tadi Mas hampir kena kejebak sama orang loh," lapor Adit sambil makan.
"Maksudnya gimana Mas?"
"Kenapa?" tanya Eddy.
"Itu Pa, Bu alien, siapa nama aslinya, Lianee atau siapa. Aku panggilnya alien Pa. Aku bilang ke Shindu nama dia alien aja."
"Perempuan itu ngotot minta bicara private dengan aku. Dengan sopan aku udah bilang, aku tidak mau ngobrol privat kalau mau ngobrol silakan depan Shindu karena semua urusan perusahaan."
"Tapi dia ngotot, mintanya private aku bilang aku sudah punya anak sudah punya istri eh dia jawab Pa, emang kalau udah punya istri nggak boleh ngobrol? kita have fun aja!"
"Perempuan yang ngejar laki-laki seperti itu langsung aja disingkirin masukin ke mesin cuci biar bersih," kata Dinda.
"Iya, itu bukan perempuan baik-baik yang ngejar laki-laki lebih-lebih laki-laki beristri seperti kamu," jawab Eddy.
Mereka sebenarnya sudah mulai menyindir Tasih.
"Terus gimana Mas?"
"Aku langsung kirim pesan ke bodyguard-nya Papa suruh minta rekaman CCTV ke manajernya kalau dia ingin cafenya itu selamat kalau nggak aku mau perkarakan."
"Emangnya kenapa?"
"Aku sama Shindu sudah curiga, kalau ibu alien itu ngasih sesuatu di minumanku. Langsung aja aku sama Shindu mengalihkan perhatiannya dan Shindu tukar minuman milikku sama milik sekretarisnya."
"Alien akhirnya kayaknya mancing-mancing Mas," Adit menggigit kerupuk dulu lalu lanjut bercerita.
"Mas kan langsung minum aja sampai setengah gelas, Ibu Lianee mancing-mancing dia sengaja ngulur-ngulur waktu nunggu reaksi obat bekerja."
"Saat itulah sekretarisnya udah mulai kalang kabut, karena minuman yang harusnya buat aku dia minum."
"Langsung aja aku bilang aku akan bocorin semua perihal kelakuan buruknya Pa. Aku batalin kerjasamanya Pa."
__ADS_1
"Baguslah."
"Iya dan saat tiba di kantor tadi aku sudah sebarin rekaman CCTV-nya itu dan aku juga kasih tahu ke para rekanan agar berhati-hati dengan alien. Biarin aja perusahaannya hancur."
"Kalau terjadi kerjasama tentu enggak akan beres kalau yang tanganin proyek perempuan seperti itu," kata Dinda.
"Proyek hancur, rumah tangga juga hancur bekerja dengan perempuan kegatelan sama suami orang."
"Ya itulah makanya Mas langsung kirim email ke beberapa rekanan. Nanti kan lama-lama info itu nyambung ke orang lain lagi," jawab Adit.
"Benar, kalau seperti itu harus kita sebarkan. Pokoknya perempuan yang coba-coba main kotor nggak ada ampun lah," kata Eddy.
"Lebih-lebih sampai mencoba membunuh orang. Wah itu harus dihukum gantung!"
"Ih serem ya Pa,"
"Kenapa juga mau bunuh orang, apa salah orang itu Pa?" kata Dinda seakan nggak tahu kalau Tasih mencoba membunuhnya.
Dinda makan sedikit nasi dan rendang. Habis itu dia baru makan soto mie Bogor tanpa nasi.
"Tante, jangan lupa hari Kamis sore dateng ya." Pinta Dinda.
"Kenapa kan besok baru hari Rabu?"
"Iya besok hari Rabu kami semua pergi dari pagi, mau sarapan di luar rumah. Jadi Tante nggak perlu bikin sarapan buat kami," kata Adinda.
"Oh iya mau pergi ke mana?"
"Kami ada perlu satu keluarga. Dan juga kan rumah harus dikosongkan, disingkir-singkirkan barang buat gelar karpet pengajian," kata Dinda lagi.
Besok dia harus membawa anak-anak ke rumah sakit untuk kontrol dan imunisasi.
"Sama mas Eddy?"
"Ya pastilah namanya keluarga ya semua," jawab Dinda sambil tersenyum.
"Makanya Tante datang hari Kamis sore aja, sekalian kan buat acara aqiqahnya."
"Oke Tante datang kok," jawab Tasih.
Padahal tadi dia sudah berangan-angan ingin masak lontong opor untuk sarapan esok pagi.
Ternyata batal karena Dinda bilang mau pergi bersama keluarga sehingga nggak akan sarapan bareng.
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul JINGGA DARI TIMUR
__ADS_1