REVENGE FOR MY EX-HUSBAND

REVENGE FOR MY EX-HUSBAND
MENJALANKAN SKENARIO AWAL


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.



"Iya kenapa Mbak Dinda?" Tanya mbok Marni tergopoh.



"Ini lho mbok Marni,  saya kan sama papa nggak deket. Saya nggak hafal semua kesukaannya papa,  sedangkan mbok kan ikut sejak mas Adit kecil."



"Kasih tahu dong apa aja kesukaannya papa karena Tante Mintarsih pengen tahu."



"Oalah pengen tahu kesukaannya Pak Eddy. Kalau bu Lilis tuh hafal wong bu Lilis katanya mau jadi istrinya pak Eddy," kata mbok Marni mengikuti skenario Dinda.



Eddy dan Adit yang mendengarkan semua percakapan hanya senyam senyum atau geleng-geleng kepala mendengar semua percakapan itu.



Sejak tadi Dinda menghubungi Adit di kantor.



"Ini rupanya mengapa semalam Dinda minta aku langsung respon kalau dia telepon Pa," saat mendengar kalau ada Mintarsih di rumah, Adit memang langsung menuju ruangan Eddy dan mendengarkan percakapan dengan mengubah ponselnya dengan meng loudspeaker agar Eddy juga bisa mendengar.



"Iya mbok, makanan kesukaannya mas Eddy apa ya?" Mintarsih membenarkan apa yang dikatakan Dinda.



"Pak Eddy itu sukanya super pedes. Untuk sarapan sekali pun padahal yo sama mbak Dinda dimarahin tapi ya kalau mbak Lilis yang nyiapin pasti di dahar." Ini tentu saja membuat Eddy dan Adit terkekeh.



"Pak Edi sukanya kopi pahit. Kalau daharnya untuk sarapan apa aja dia suka."


__ADS_1


"Tapi yang paling dia suka adalah nasi panas dengan rendang super pedas.



"Dulu kalau sama Bu Ina, Pak Edi suka dibuatin lontong sayur super pedas dengan banyak taburan ebinya. ( Ebi itu udang kering kupas )." 



"Pak Eddy suka udang. Terutama balado udang. Tapi udangnya harus besar-besar dan dikupas kalau dikupas kan udah jadi kecil maka harus yang besar besar dikupas terus udangnya nggak terlalu matang, jadi masih masih ada rasa manis-manisnya."



"Tapi semua harus dimasak ngedadak di sini pak Eddy nggak suka dibawain makanan dari luar rumah, karena kalau makanan dari luar nggak akan mungkin dimakan takut di kasih jampi-jampi atau diapain kali."



"Maka bu Lilis kalau masak ya langsung di sini." Jelas mbok Marni.



"Looh, kirain bisa dibawain makanan matang aja Mbok." Mintarsih sudah berpikir akan masak di rumah untuk dibawa kesini.



"Mana mau pak Eddy *dahar* ( makan ) kalau makanannya bukan di masak di dapurnya. Bapak mau makanan matang dari luar kalau yang beli simbok atau mas Adit. Kalau orang lain yang bawa makanan, biasa diberikan pada kami semua buat makan."




"Minta tolong apa Bu Tasih?" rupanya mbok Marni mengikuti keluarga memanggil Mintarsih dengan sebutan Tasih, bukan Tarsih. Kalau di sekolah dulu Mintarsih dipanggil Mimin.



"Saya bisa titip dibelikan udang 1 kilo nggak yang besar-besar?"



"Jadi besok pagi saya nggak bawa udang."



"Loh mau apa toh kesini bawa udang?" dengan lugu mbok Marni bertanya tanpa ada rasa bersalah.

__ADS_1



"Saya mau bikin sarapan buat Mas Eddy."



"Oh gitu. Cabe besarnya beli juga nggak Mbak?"



"Cabe besar untuk apa?"



"Kalau buat bikin udang pedasnya itu kan pakai cabe besar bukan cabe keriting. Kalau cabe keriting pedasnya pedas nyelekit kalau Pak Eddy sukanya warna merahnya cabe merah besar itu, enggak terlalu pedas cukup pedas aja."



'*Mbok Marni mulai keserimpet nih. Tadi bilang papa suka super pedas, sekarang bilang cukup pedas*.' Dinda hanya senyum-senyum sendiri. 



"Pakai cabe merah besar itu pedes sih, tapi maksudnya nggak sepedes cabe keriting." Rupanya mbok Marni menyadari kekeliruannya. Dia meralat keterangannya.



"Nanti salah pakai cabe keriting yo nggak dimakan Pak Eddy."



"Oh ya boleh cabenya sedikit aja, setengah kilo lah." Mintarsih setuju beli cabe besar untuk keperluan masak besok.



"Apa Mbok beliin aja semua bahannya Mbok, bawang merah dan bawang putih serta tomatnya ada nggak?"



"Oh ada *nek* itu.  Malu-maluin Pak Eddy aja *nek* ( kalau ) bawang merah bawang putih nggak ada di dapurnya. Mbok sebagai penanggung jawab dapur bisa kena semprot pemadam kebakaran Bu."


Untuk penggemarnya mas Sonny dan caca Adelia di novel berjudul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE


__ADS_1


baca sequel tentang Mukti, Vio dan Komang di cerita baru berjudul CINTA TANPA SPASI yaaaaa



__ADS_2