REVENGE FOR MY EX-HUSBAND

REVENGE FOR MY EX-HUSBAND
PIL PAHIT YANG DIKUNYAH


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


"Ayo Ma, kejar Papa Ma, kejar Papa!" dengan jelas Adinda melihat dan mendengar Radite berteriak sambil membawa anak lelaki kecil digendongannya sambil tertawa bahagia.



Bayangan itu selalu saja bermain di pelupuk mata Adinda.



Adinda ingat pagi itu begitu sampai di hotel tempat Radite menginap dia hanya menaruh kopernya lalu dia mencari suaminya ke pantai.



Di pantai dia mendapatkan kejutan yang sangat indah. Radite, suami sahnya sedang bercengkrama dengan adik angkatnya dan seorang anak kecil.



Dari percakapan mereka Dinda tahu kalau keduanya suami istri.



Adinda dengan cekatan langsung memvideokan keluarga bahagia itu.



Adinda juga dendam pada semua team nya Radite. Mereka baik bila di kantor, ternyata di belakang dirinya, mereka mencibirnya karena mereka tahu Adinda hanya ban serepnya Radite. 



Semua team Radite tahu setiap Radite pergi yang dibawa adalah Shalimah bukan Adinda.



Untuk itu sama seperti Eddy, Adinda dendam pada team Radite. Tak ada maaf untuk mereka.



"Hallo Mas," tanya Dinda pada Radite. Dinda melihat Radite memberi isyarat tangan dengan telunjuk di mulutnya kepada Shalimah. 



"Ada apa?" Radite menjawab dengan sedikit terengah karena dia baru saja berlarian menggendong anaknya.



"Peninjauan proyekmu masih lama? Apa ada kendala?" Tanya Adinda.


__ADS_1


"Ada sedikit kendala sih, tapi aku bisa selesaikan koq," jawab Radite.



"Oh gitu ya, padahal aku pengen nyusul tapi aku masih sibuk." Ucap Dinda.



"Sudah nggak apa apa, enggak usah disusul. Sebentar lagi aku pulang kok," jawab Radite.



"Oke mudah-mudahan berhasil ya Mas. love you." ucap Adinda ketika itu. Dia ingin mengetahui reaksi Adit.



"I love you too sayang. Miss you so much," jawab Radite di depan Shalimah tanpa ragu atau tak enak pada Shalimah.



Lalu pembicaraan ditutup dan Adinda melihat Radite langsung memeluk Shalimah lagi tanpa beban!



Selanjutnya selama tiga hari Adinda membuat video kebersamaan Radite dan Shalimah serta anak mereka sebelum dia terbang kembali ke Jakarta.




Rasa sakit itu masih ada. Bohong besar kalau Dinda bilang sudah melupakan pil pahit yang pernah dia KUNYAH! 



Pil pahit tak akan terasa pahit bila langsung ditelan. Tapi akan terasa sangat pahit dan tak cepat hilang rasa pahit dilidah bila dikonsumsi dengan cara dikunyah.


\*\*\*



"Kenapa? Anak Bunda enggak suka kalau Bunda ingat sakit yang Bunda rasakan ya?"



"Kamu ikutan marah?"



"Bunda enggak akan bisa lupain sayang. Sangat sakit rasanya," bisik Dinda pada Ghibran.

__ADS_1



Adit sejak tadi melihat dan mendengar apa yang Dinda katakan pada putra mereka. Dia jadi tertikam sendiri. Seharusnya saat akan menikahi Dinda dia memutus semua hubungan dengan Shalimah. Bukan malah semakin dalam terikat.



Sejak Adit menikah dengan Dinda, dia mulai membelikan rumah dan mobil buat Shalimah dengan alasan Bram.



Padahal Adit tak pernah membelikan buat Adinda istri resminya.



Bahkan perhiasan buat Dinda hanya perhiasan sekedarnya.


\*\*\*



Dinda memberikan ASI pada Ghifari. Kali ini dia tidak memberi ASI dengan tandem karena tadi Ghibran sudah lebih dulu.



'*Kalau bukan demi kalian, tak akan pernah ada maaf untuk ayah kalian. Bunda mau kembali membuka hati hanya karena keberadaan kalian saja*.' ucap Dinda dalam hatinya sambil mengusap rambut kepala Ghifari. 



Dinda terisak mengingat sakit yang dia rasakan. Bahu ya sedikit terguncang walau isak tangisnya tak terdengar.



Adit jelas melihat itu.



'*Aku harus bagaimana? Pura-pura enggak tahu dia menangis*?'



'*Atau aku hibur? Aku takut salah*.' 



'*Apa yang dia pikir sekarang? Apa masih tentang pengkhianatanku dulu*?'



'*Bagaimana cara menghapus semua yang sudah tertoreh*?'

__ADS_1


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul CINTA KECILNYA MAZ



__ADS_2