REVENGE FOR MY EX-HUSBAND

REVENGE FOR MY EX-HUSBAND
PERSIAPAN JEBAKAN


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.



"Berapa titik Yank?" Tanya Adit. Dinda meminta dipanggilkan orang untuk nambah CCTV di dalam ruang.



Tadinya CCTV hanya ada di ruang tamu, sekarang Dinda minta dipasang juga di dapur, ruang makan dan ruang tengah.



Itu pun bukan hanya satu di tiap ruang tapi dari dua sudut berseberangan.



Dinda juga minta di pasangkan di area mau masuk ke kamar mandi umum ruang tengah.



CCTV juga dipasang di dalam dua ruang kamar tidur untuk tamu.



Pada semua pegawai Dinda memesankan agar mengawasi tamu tidak boleh ada yang masuk ke kamar dia dan kamar anak-anak, juga nggak boleh masuk ke ruang kerja Eddy dan kamar tidur Eddy. 



Di ruang kerja Edi sejak dulu sudah ada CCTV karena takut ada data yang hilang. Sekarang jalan menuju ruangan kerja Eddy juga dipasangi CCTV.



"Ini titik baru yang aku minta pasang." Jawab Dinda.



"Ini satu ruang dua titik, ruang yang ini tiga?"



"Iya Mas, kalau hanya satu titik aku takut tak terlihat karena tertutup punggung. Kalau dua atau tiga titik pasti terlihat semua." Dinda memberi alasan mengapa dia minta dipasang berapa titik dalam satu ruang.



Adit langsung meminta petugas memasang saat itu juga karena urgent.


__ADS_1


Adit dan Dinda mengawasi pemasangan yang langsung dilakukan oleh petugas yang datang dua jam setelah dipanggil Adit.



"Ruang monitor keseluruhannya ditaruh dimana Pak?"



"Pasang di ruang kerja Papa aja." Eddy meminta Adit agar membawa petugas memasang monitor CCTV di ruang kerjanya. Ruang steril dari para pekerja. Ruang dibersihkan bila Eddy mengawasi di ruang itu walau sejak dulu sudah pakai CCTV.


\*\*\* 



"Mbok ngerti?" Tanya Dinda.



"Ngerti Mbak, gitu mah mudah." Mbok Marni mengerti yang Dinda atur.



"Semua bicara sesuai dengan mbok Marni ya. Kalau kurang pas kata kuncinya : **saya enggak terlalu paham. Yang sejak awal kerja disini mbok Marni. Jadi tanya mbok Marni saja**." Dinda mengarahkan semuanya.



"Ingat, saat ada tamu, papa, saya dan mas Adit harus didampingi dalam jarak cukup dekat."




Dinda membuat sebuah skenario dan para pegawai harus mengikutinya.



"Jelas nggak?" tanya Dinda.



"Jelas Mbak Dinda," jawab para pegawai. Eddy dan Adit tak ikut campur masalah ini. Semua diatur Dinda sebagai nyonya rumah.



"Jadi kalau ada apa-apa ikuti yang tadi saya bilang ya," Dinda menutup briefing.


\*\*\*

__ADS_1



Hari ini sudah hari Senin. Aqiqah akan diadakan hari Sabtu. Malam ini Dinda mulai mengirim pesan pada nomor pelaku dengan nomor baru yang sengaja di gunakan untuk usaha kali ini. 



Sebagai profil picture Dinda menggunakan foto Bram yang didapat dari mbok Asih.



"Mas." Dinda memeluk tubuh suaminya dari belakang.



"Kenapa?" Adit mengalihkan wajahnya dari kedua putranya yang telah terlelap. 



Usia si kembar hampir tiga bulan. Sabtu besok mereka pas tiga bulan. Pipi mereka mulai terlihat chubby. Membuat mereka sangat menggemaskan.



"Rencana sudah aku jalankan. Besok kalau aku telepon langsung angkat ya?"



"Apa Mas pernah enggak angkat telepon darimu? Walau dengan ular itu pun telepon darimu enggak pernah mas reject apalagi Mas abaikan 'kan?" Adit berbalik badan dia peluk tubuh istrinya.



Dikecup kening, lalu turun ke puncak hidung, kedua mata lalu dia kecup sekilas bibir Dinda.



"Maaf pernah tergelincir. Tapi sejak denganmu Mas enggak pernah koq enggak nomor satuin kamu." Adit sangat menyesal bila ingat kebodohannya terikat oleh Shalimah sebelum pernikahannya dengan Dinda dan berlanjut hingga satu tahun pernikahannya dengan Dinda. 



"Aku yakin umpan akan segera di makan oleh tikus. Dia sudah baca. Tunggu reaksi dia aja."



"Ya, nanti Mas akan langsung respon."


\*\*\*


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel keren karya teman yanktie yang bernama NESARIC

__ADS_1


dengan judul novel MY CRAZY HOUSEHOLD yok



__ADS_2