
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Maaf Pak silakan keluar," kata dokter saat itu kondisi Dinda kritis setelah kedua bayinya diangkat dari rahimnya.
Sebelum Radite keluar pintu layar monitor ICU atau layar EKG menunjukkan garis datar.
"Dindaaaaaaaa!" teriak Radite. Dia tak percaya Dinda telah berpulang.
"Kenapa kamu tinggalin aku? Kenapa kamu tega tinggalin aku dan anak-anak Din?" kata Radit yang di papah keluar oleh seorang petugas medis laki-laki.
Di dalam dokter berupaya untuk menyelamatkan Dinda. Adit langsung memeluk Eddy.
"Dinda nggak selamat Pa, Dinda udah pergi. Detak jantungnya sudah datar," lapor Radite.
"Innalillahi," kata Eddy tak percaya. Mereka berpelukan erat saling menguatkan.
Tak menyangka orang yang mereka cintai pergi dalam usia yang relatif muda.
Radit pergi ke kamar bayi. Dari luar jendela dia memandang kedua bayinya yang berada dalam inkubator terpisah. Radite tak percaya kalau ibu mereka telah pergi meninggalkan bayi-bayi mungil itu.
"Kalian berdoalah untuk bundamu agar ada keajaiban agar bunda kamu kuat bertahan terus. Dokter sedang berupaya semoga berhasil ya Nak."
"Kita berdoa buat bunda," kata Adit lagi.
\*\*\*
"Siapa perempuan itu? Siapa ibu kandung David?" Tanya seorang perempuan pada suaminya di ruang makan malam itu.
"Aku tak tahu Ma, kamu kan tahu saat itu kita adopsi dia dari panti asuhan. Kenapa kamu tanya aku?" kata suaminya yang bernama Steven McKenzie
Sherly sang istri menggebrak meja. " Kamu jangan pura-pura bodoh. Aku sudah tes DNA. Ini hasilnya."
__ADS_1
Steven pucat pasi melihat amplop berlogo sebuah laboratorium. "Aku nggak ngerti maksudmu Ma. Dan ada alasan apa kamu tetiba test DNA?" katanya pura-pura bodoh.
"Kamu jangan pura-pura enggak ngerti maksudku. Anak itu 100% anakmu!" Sherly makin marah karena Steven masih mengelak.
"Enggak mungkin, pasti itu tidak mungkin kamu tahu kan kalau sudah 11 tahun kita menikah dan kita nggak punya anak."
"Bagaimana mungkin itu anakku? Kamu tahu aku mandul sejak kita menikah empat tahun."
"Kamu jangan bohongi aku. Kamu juga kan yang nukar surat bahwa aku mandul?"
"Kamu sengaja menukar surat itu dan berlagak setia karena kamu butuh harta kekayaanku."
"Kamu tak mau menceraikan ku walau aku mandul. Kamu tukar agar kamu yang tertulis mandul, begitu kan? Kamu akan tambah untung bila tak ada anak kandung dari perutku!" Sherly terus meradang.
"Kamu tahu kan Ma, aku punya usaha sendiri. Aku nggak butuh harta keluargamu. Aku bertahan menikah denganmu karena hanya kamu yang mau menerima lelaki mandul seperti aku."
"Aku mencintaimu itu alasanku terus mendampingimu Ma," ujar Steven lagi
"Kamu menukarnya 7 tahun lalu setelah kita periksa kesuburan saat usia pernikahan kita berjalan 4 tahun."
"Dan kamu bilang yang mandul adalah kamu padahal aku."
"Terima kasih atas kebohonganmu dulu. Kamu sengaja berbohong agar aku tak dikucilkan keluargamu."
"Tapi aku tidak bisa menerima kebohonganmu sekarang."
"Karena aku tahu ternyata David adalah putra kandungmu!" Bramantyo rupanya berganti nama menjadi David William McKenzie sesuai dengan nama yang Steven berikan.
Steven adalah lelaki blasteran Tionghoa Australia bermata sipit.
"Sudah Ma nggak usah neko-neko Pasti itu ada kesalahan. Selama ini aku sabar. Kok sekarang kamu membuat perkara baru? Kurang apa aku bersabar selama 7 tahun mendampingi perempuan mandul sepertimu?"
__ADS_1
"Dan kamu tahu selama ini aku tidak bergantung pada usaha papamu kan?"
"Aku punya usaha sendiri."
"Usaha kamu yang mana?" tanya Sherly pada Steven suaminya.
"Kamu punya usaha itu hanya kedok untuk menutupi bisnismu sebenarnya. Kami diam bukan karena takut, aku dan keluargaku tahu bisnis narkobamu!"
"Narkoba apa?" kata Steven.
"Sudahlah kamu sudah terlalu banyak berbohong padaku. Sepertinya aku tak akan bisa bertahan lagi. Aku akan mengajukan cerai dan pastinya hak asuh anak ada padamu karena itu bukan anakku."
"Walau aku mencintai David tapi rupanya anak itu memang sengaja kamu ambil agar dekat denganmu karena dia adalah darah dagingmu sendiri," kata Sherly.
Steven pun tak peduli kalau memang dia harus bercerai dengan Sherly karena selama ini dia bertahan dengan Sherly hanya sebagai tameng bawa dia adalah pebisnis sukses, bukan pebisnis illegal bukan pengedar narkoba.
Steven tak akan mencegah kalau Sherly mau mengajukan cerai.
Dia malah senang karena dia akan mulai membangun kerajaan usahanya sendiri pasti dengan David sebagai anak kandungnya.
Steven juga bersyukur karena dia dan Shalimah akan menjadi satu dengan David dalam suatu keluarga utuh. Tak perlu terpisah seperti sekarang.
Shalimah sudah dua bulan ini keluar dari penjara. Dia berada di suatu tempat terpencil yang Steven siapkan.
Kok bisa Shalimah keluar dari rutan?
Karena Eddy sudah tidak mengawasinya dan fokus pada Dinda.
Dengan kekuatan uang Steven bisa mengeluarkan Shalimah dari rutan.
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang baru rilis dengan judul WE ARE HAVING A BABY BOY !
__ADS_1