REVENGE FOR MY EX-HUSBAND

REVENGE FOR MY EX-HUSBAND
ALASAN DINDA MENINGGALKAN ADIT


__ADS_3

DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA.



 “Pak Ada kiriman dari G & G,” mbok Marni memberikan paket yang siang tadi dia terima dari kurir. Seperti biasa diberikan pada majikannya sesudah jam makan malam agar tak mengganggu selera makan kedua majikannya yang semakin lama makan makin sedikit walau menu kesukaan sudah dia olah dan hidangkan.



Hari ini kirimannya kotak kecil seperti kotak odol atau pasta gigi. Eddy tak mengerti apa isi kiriman itu. Ketika itu Adit sedang ke toilet karena kebelet pipis. Ada kiriman lagi dari G & G setelah 2 bulan lalu Dinda mengirimkan banyak foto padanya.



“Apa itu Pa?” tanya Adit yang baru keluar dari kamar, sehabis makan dia kebelet pipis sehingga harus ke kamar mandi.



“Papa enggak tahu, mbok Marni kasih kiriman yang baru diterima lagi tapi sekarang bukan lembaran foto seperti yang kemarin. Karena ini bentuknya seperti ini. Masih sama tidak ada alamat hanya tulisannya G & G”.



“Cepetan buka Pa, buka,” kata Adit antusias.



Pelan Eddy membuka kertas coklat, isinya dus pasta gigi bayi. Adit dan Eddy tentu tak bisa menerka apa yang Dinda kirim kali ini.



Eddy membuka dus pasta gigi tersebut. Ternyata isinya adalah flash disk yang dilindungi dengan bubble wrap agar tak tergoncang atau dus penyet karena isinya super kecil.

__ADS_1



Adit langsung berlari ke kamarnya untuk mengambil laptop miliknya untuk membuka isi pesan dalam flash disk yang Dinda kirim.



“Aku tahu kalian pasti langsung buka ingin tahu kan semuanya? Sebelumnya aku minta maaf pada papa, kalau aku masih boleh menyebut pak Eudyanto Alkav dengan sebutan Papa.”



“Oke selamat malam atau selamat pagi pak Eudyanto Alkav. Dengan ini saya minta henti kan pencarian diri saya atau saya tidak akan pernah berkirim kabar apa pun soal anak-anak saya!”



“Ingat mereka hanya anak-anak saya, karena secara hukum saya adalah ibu tunggal mereka. Kalau anda masih mencari, saya tidak akan pernah mengirim foto atau video tentang perkembangan mereka.”



“Biarkan kami menepi. Kalau memang jodoh kita akan bertemu entah 1 tahun, 2 tahun 10 tahun atau mungkin 25 tahun lagi.” itu prolog video yang Dinda kirim. Terdengar suara Dinda dengan tampilan di layar foto kedua bocah kembar yang menggemaskan. Dan foto itu tak Dinda kirim kan pada Eddy.




“Saya tahu sejak saya pergi, anda dan anak anda mencari saya. Maaf saya bukan bagian dari Alkav walau anak-anak saya memang bagian dari itu. Jadi jangan cari saya atau saya putuskan hubungan komunikasi satu arah ini”.



“Saya tidak main-main. Saya beritahu sekali lagi saya bisa melakukan apa pun kalau anda masih tetap tak mengindahkan permintaan saya ini. Kita lihat siapa pemenangnya. Anda atau saya!” ancam Dinda dengan tegasnya.


__ADS_1


“Saya beritahu dulu alasan utama mengapa saya meninggalkan Adit. Ingat saat dia digoda oleh Lianee? Malamnya Adit langsung laporkan kalau dia digoda oleh Lianee karena saat itu ada Shindu yang menjadi saksi. Jadi dia tidak mau ketahuan oleh saya atau Papanya.” Dinda bicara seakan yakin dia hanya berdua dengan Eddy tanpa ada Adit.



“Tapi pak Eudyanto Alkav tahu? Saat dia digoda oleh Merrydian tak ada saksi jadi dia tidak memberi laporan sampai 2 minggu ketika saya bicara pada Anda.”



“Mereka berdua di ruangan saya tanpa ada saksi dan itu sangat dinikmati oleh anak anda. Dia tak memberikan penolakan apa pun. Tak ada teguran karena sekali lagi dia MENIKMATInya. Berbeda kan dengan saat digoda oleh makhluk alien. Karena ada saksi dia langsung lapor saya malam sehabis kejadian. Tapi dengan Merrydian dia santai menikmatinya.”



“Itu alasan utama saya meninggalkan pecundang seperti Radite Alkav. Saya tak ingin kedua anak saya tahu keburukan sifat ayahnya yang selalu tak pernah puas memiliki mereka berdua karena tetap butuh hiburan di luar rumah tangganya”.



Radit tertegun mendapat kenyataan asumsi pemikiran Dinda perihal dua kejadian perempuan yang menggoda dirinya. Perempuan-perempuan matrealistis. Karena begitu tahu Adit tak memiliki kekayaan semua mundur, tak ada yang berniat mendekatinya lagi.



Padahal bukan itu, dia tidak mau bicara karena takut Dinda salah paham. Ternyata tak bicara malah Dinda salah paham. Adit diam bukan karena suka dengan Merrydian. Dan Adit lupa dengan baby blues syndrome yang dialami oleh ibu melahirkan. Dia mengabaikan itu sehingga kesalah pahaman makin meruncing karena Adit tak juga membuka kejadian itu pada Dinda yang terus mengharap kejujuran suaminya.



‘*Aku harus hancurkan perempuan itu. Tak akan ada maaf bagi Merry, juga perempuan lain siapa pun itu.  Akan aku hancurkan dia walau dia sudah tak ada di kantor. Tak akan ada lagi perempuan selain Dinda, tidak akan pernah*,’ kata Adit dalam hatinya. Dia sangat dendam pada perempuan karena perempuan-perempuan itu yang membuat dia harus terpisah dengan Ghifari dan Ghibran.



Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul CINTA DITOLAK, DUKUN SANTET BERTINDAK


Kali ini ceritanya ada bau-bau mistis yaaa

__ADS_1


Biar enggak bosen



__ADS_2