
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Mbok Marni datang agak siang. Dia tadi berangkat juga bersama Eddy, tapi karena Eddy ada perlu jadi nggak pagi-pagi banget seperti berangkat kantor rutinnya.
Setiap hari Marni ikut ke kantor Eddy, begitu Eddy turun baru sopirnya mengantarkan Marni ke rumah sakit.
Sebelum berangkat tadi Radite bilang Marni diminta bawakan diapers karena yang di rumah sakit hampir habis.
Diapers untuk dua baby memang cepat habis.
"Den ini sarapannya pagi ini kita burger aja ya. Tadi saya nggak sempat masak yang buat sarapan pagi."
"Kalau yang buat siang ada. Mas Adit mau makan nasi aja?"
"Aku burger aja cukup Mbok, asal ada kopi aja. Yang penting itu, sama apa pun enggak masalah." Ucap Radite.
"Sih, ini sarapanmu. Aku sudah sarapan ketika dirumah tadi. Kamu kalau mau kopi itu tinggal seduh sesuai mau mu." Marni memberi tahu Asih.
"Aku bikin sendiri bisa."
"Iya itu ada dispenser terus ada kopi sachet di kotak itu."
"Aku biasa ngeteh enggak ngopi."
"Loh terus piye?"
__ADS_1
"Ada kok gula sama teh celup," kata Radite.
"Oh ya sudah," Mereka pun sarapan setelah memberi sussu pada Mamas dan Ade.
Adit mulai membaca. Dia baca buku parenting di ponselnya.
"Biasanya mas Adit sarapan kopi buatan mbak Dinda. Bukan kopi sachet."
"Masa sih?" kata Asih.
"Mbak Dinda biar pun bekerja, pagi itu masak dulu untuk Mas Radite juga untuk bapak."
"Shalimah boro-boro masak, bikinkan kopi mas Radite aja nggak pernah. Mas Radite minume kopi sachet padahal kalau datang siang."
"Kenapa Mas Radite bisa selingkuh sama mbak Shalimah yang sampah itu? Kan jauh banget dari semua kebaikan mbak Dinda?"
"Itu kan karena dijebak, karena dibilang anak yang dikandung adalah anak mas Adit."
"Shalimah itu kan sejak SMA sudah jualan, dia sudah bandel."
"Mas Radite enggak pernah selingkuh. Shalimah melahirkan sebelum menikah dengan Adinda. Kamu tahu kan apa mas Radit pernah datang dan menginap di rumah Shalimah? Setahu aku datang siang pun karena di paksa Shalimah."
"Dan kalau datang lebih sering ngurus anake Mbak. Dan yang rajin datang malam sampai nginap malah pak Steve. Bule tapi matane sipit Mbak."
__ADS_1
"Ya ampuuuun. Jadi mas Adit ngemani orang yang tiap malam dikeloni orang lain?" Marni tak percaya dengan apa yang dia dengar.
\*\*\*
Malam ini tumben Ade rewel. Radite langsung membasuh badan putranya dengan tisu basah, dia ganti diapersnya. Dia balur telapak kaki dan perut Ade dengan minyak telon.
"Ada yang salah kah? Kamu kembung atau apa?" Adit menepuk dua jari yang dia letakan di perut sebagai bantalan. Tak ditepuk langsung ke perut Ade.
"Apa lapor aja ke suster aja pak Adit?" Mbok Asih memberi usulan.
"Tunggu Mbok kita lihat dulu, mosok gini aja kalah," Radit menggendong Ade dan dia letakkan di selangka kirinya. Di tepuk-tepuk punggungnya. Dia usap pelan agar keluar gas bila memang bayi kembung.
"Ade kembung?" kata Radit sambil mengusap-usap punggung putranya.
"Apa kamu pengen bobo sama bunda?" lalu Radite menaruh Ade di selangkanya Dinda dengan posisi tengkurap.
Radite mengatur tangan Dinda untuk memeluk Ade.
Ajaibnya tangis keras Adek langsung diam begitu tidur tengkurap di selangka Dinda.
"Owalah Nak, kamu kangen Bunda?"
"Bunda ini aku Ade. Aku pengen bobo dipeluk Bunda." Radit bicara mewakili Ade ditelinga Dinda.
Saat itu Ade agak berontak sehingga tubuhnya yang dalam pelukan Dinda sedikit merosot. Tentu semua dipantau Adit.
Ade makin keras bergerak. Sehingga bila Dinda tak mendekap bayi itu akan lepas dari rengkuhannya.
__ADS_1
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang baru rilis dengan judul WE ARE HAVING A BABY BOY!