
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
Hari ini Dinda sudah bisa memangku Ghibran mau pun Ghifari.
Tentu saja Dinda sangat senang.
"Mas bikinin aku foto," pinta Dinda. Tanpa perlu permintaan ulang Radite membuat foto Dinda dengan Ghifari selanjutnya diganti Dinda dengan Gibran. Kemudian mereka bertiga.
Walau awalnya kesulitan tapi Dinda berhasil memangku keduanya.
"Mbok bikinkan foto kami," kata Radite.
Saat itu Eddy berada di kantornya karena hanya kemarin diabolos kerja. Hari ini Eddy sibuk bersama team pengacaranya.
Mbok Asih membuat foto keluarga kecil itu dengan berbagai pose juga dengan berganti posisi.
\*\*\*
"Wah yang ini keren loh Mas." Puji Dinda melihat foto yang barusan mereka buat di ponsel Adit.
"Iya tapi ini juga bagus," kata Radite mereka memperhatikan banyak foto yang mereka buat hari ini.
"Ini yang mau aku jadikan wallpaper," kata Dinda sambil mengirim semua foto yang tadi mereka buat ke ponselnya. Di ponsel Adit nama Dinda masih tertulis my lovely wife.
"Kok itu Yank, jangan yang bertiga lah masa aku enggak ikut dipasang jadi wallpapermu?" Protes Adit.
__ADS_1
"Loh suka-suka aku dong," kata Dinda.
"Enggak Mas nggak rela. Harus yang berempat." Adit masih tak suka.
"Ih ngatur-ngatur aku. Sendirinya Mas ganti wallpaper nggak bilang-bilang aku. Keberadaan aku digeser tanpa pemberitahuan. Aku ter-eliminasi," goda Dinda.
"Lah iya dong, yang geser juga anak-anak kita kok," Dinda pun tertawa. Dia mengganti wallpapernya dengan foto yang berempat lalu photo profil WA-nya menggunakan foto Ghibran dan Ghifari berdua.
Adit juga sama. Karena foto yang hari ini Ghifari dan Ghibran dua-duanya sama-sama melek nggak seperti yang Adit pakai waktu itu mereka dua-duanya tertidur karena baru berusia tiga hari.
\*\*\*
"Wow!" kata Eddy di kantor. Dia menerima foto kiriman Dinda berupa foto anak cucu dan menantunya.
Juga foto cucu-cucunya saja tanpa Adit dan Dinda.
Eddy pun mengganti foto profilnya dengan foto kedua cucunya.
"Ihh papa juga foto profilnya ganti loh Mas," seru Dinda.
"Masa?" Radite melihat handphonenya dan memang di sana foto profilnya Eddy berganti dengan foto kedua anak mereka.
\*\*\*
'*Foto siapa itu*?' pesan masuk dari seseorang ke ponsel Eddy.
__ADS_1
'*Foto cucu-cucu aku lah*,' jawab Eddy.
'*Cucu? Bukannya Dinda kecelakaan ya*?' tanya si pengirim pesan itu lagi.
'*Dari mana kamu tahu Dinda kecelakaan*?'
'*Aku pernah ke rumahmu dan kata penjaga rumah, kamu sudah berangkat pagi-pagi karena sebelum ke kantor kamu selalu melihat Dinda di rumah sakit*.'
'*Penjaga bilang Dinda sedang koma, itu info yang aku terima dari orang di rumahmu*.'
'*Oh gitu lalu kalau Dinda koma aku nggak boleh punya cucu*?' tanya Eddy.
'*Enggak mungkin kan orang Dinda nggak bisa melahirkan*!'
'*Buktinya aku punya cucu*.' lalu Eddy meletakkan ponselnya dan tidak mau baca pesan lagi.
"Apa benar orang di rumah memberi keterangan selengkap itu pada tamu yang berkunjung? Semua sudah aku pesankan tak boleh bicara apa pun soal kondisi Dinda." Gumam Eddy sambil mengangkat gagang telepon di mejanya.
Eddy langsung menghubungi telepon rumah dengan telepon kantornya. Dia sudah wanti-wanti semua orang untuk tidak memberitahu apa pun tentang Dinda. Bahkan orang kantor pun hanya tahu Dinda sakit nggak ada yang tahu sakit apa dan kenapa.
Lalu bagaimana bisa ada orang tahu kalau Dinda kecelakaan dan koma?
Suatu hal besar yang membuat teka-teki di benaknya Eddy.
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel keren karya teman yanktie yang bernama RedWhite
__ADS_1
dengan judul novel ANAKKU HANYA MILIKKU ya