
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
"Selama tiga bulan aku sakit, pemeriksaan Papa gimana Mas?" Dinda menyelidiki kegiatan Radite memperhatikan kesehatan Eddy.
"Mas pasti lupa deh enggak nyuruh Papa ke dokter," protes Dinda.
"Papa periksa ke dokter kok. Kan kebetulan dokternya Papa di sini." Adit menenangkan kegalauan istrinya.
"Oh ini rumah sakit yang papa biasa kontrol?"
"Iya, pas kamu kecelakaan Mas minta tolong dibawa kesini. Yang bantu kita orang apartemen. Mas belum pernah temui dia bilang terima kasih karena sejak kamu masuk sini Mas hanya dua kali keluar rumah sakit."
"Bahkan keluar kamar ini tanpa kamu aja, hampir enggak pernah. Paling kalau ke apotik atau ke laboratorium. Kamu ditemani papa disini," jelas Adit.
Dinda tak percaya Adit sedemikian ketakutan kehilangan dirinya.
"Oh syukurlah kalau Papa nggak pernah lepas kontrol aku takut Mas lupa."
"Enggak apa apa Yank. Papa ketakutan sendiri kalau nggak sehat karena pasti kamu marah. Papa tahu apa pun kondisimu, kamu pasti mikirin Papa."
"Iyalah, kalau enggak aku siapa lagi? Mas enggak pernah mikirin Papa."
"Eh kamu enggak tahu aja. Sebenernya Mas mikirin papa banget. Hanya enggak Mas ungkap. Kan pasti udah ada kamu yang ungkapin." Radite beralibi kalau dia selalu memikirkan papanya.
"Udah kamu bobo lagi," pinta Adit.
"Aku baru bangun Mas. Masa suruh bobok lagi sih?" Dinda menolak perintah Adit dengan manja. Seperti dulu sebelum dia melihat perselingkuhan Radite di Bengkulu.
"Terus maumu gimana?" Adit dengan sabar menghadapi istrinya. Sejak dulu dia memang sabar pada Dinda.
__ADS_1
"Cerita apa ya? Cerita semuanya lah tentang **bayi kita**," ujar Dinda.
Radit bahagia mendengar kata-kata bayi kita dari mulut Dinda.
"Kamu mau kasih mereka nama siapa?" kata Radite sambil meletakkan gelas di meja.
"**Kalau aku kasih nama** Ghifari buat Mamas yang sensistive dan Ghibran buat Ade gimana Mas?"
"Ghibran artinya paling pandai, memulihkan, atau membetulkan. Sedang Ghifari artinya pengampun, atau lembut hati."
"Nama tengah keduanya Ghossan artinya menyejukkan hati"
"Dan nama akhirnya Alkav pastinya."
"Jadi namanya GHIFARI GHOSSAN ALKAV buat Mamas dan GHIBRAN GHOSSAN ALKAV buat Ade? Mas setuju Yank." Radite bahagia karena walau semua di rancang Dinda, tapi sebelumnya dia tanya *Kalau aku kasih nama*.
"Cukup ya. Ini udah pagi. Kamu tidur ya. Jangan sampai kamu sakit. Kamu baru aja sadar lho Yank." Adit tak ingin Dinda drop lagi.
"Enggak bisa lah Mas. Sekarang sudah Subuh, mana bisa aku tidur?"
"Ya udah kalau gitu Mas salat dulu. Walau enggak tidur, kamu istirahat," kata Adit.
Dinda memandangi wajah kedua putranya di galery ponsel Adit. Bahkan wallpaper ponsel Adit dulu foto pernikahan mereka, sekarang sudah berganti dengan foto kedua anak mereka.
Adinda membuka semua galeri di sana tak ada foto Bram apalagi Shalimah.
Mumpung pegang ponsel Adit, Adinda mencari pesan-pesan Shalimah yang nama kontaknya sejak dulu tak pernah berubah ANPUN \[ "*Mas, siapa ini*?" Begitu dulu Dinda bertanya siapa itu.
__ADS_1
"*Anak pungutnya mama dan papa. Sejak kecil memang Mas panggil dia seperti itu. Itu nama singkatan dari anak pungut*." \]
Dinda baca semuanya. Dari banyak pesan yang ada disana, Dinda tahu bagaimana suaminya sering datar terhadap Shalimah.
Radite hanya menjawab bila Shalimah menulis tentang Bram.
Bahkan Shalimah sering mengancam Adit. Itu terlihat dari isi pesan Shalimah.
'*Kenapa sih kalau nggak di gebrak lewat Mukhtar yang ngomong semua pesanku nggak dibaca*?'
'*Kenapa sih kalau Muchtar nggak ngomong nggak datang ke rumah*?'
Dan banyak pesan serupa seperti itu. Kalau balas pun Adit hanya singkat. Ya, enggak, liat nanti, bisa, enggak bisa, atau apalah. Ternyata selama ini memang Radite jarang mempedulikan Shalimah. Dia selalu peduli pada Shalimah kalau menyangkut Bram saja.
"Kenapa lihat-lihat itu?" tanya Radite, tidak marah atau enggak suka.
"Pengen tau aja Mas."
"Nanti kamu cemburu."
"Ngapain cemburu sama orang yang enggak waras?" Balas Dinda santai. Radite mengecup kening istrinya.
"Ya udah hapus aja semuanya nggak apa-apa."
"Jangan Mas, kali aja nanti bisa buat bukti atau apa. Jangan dihapus dulu. Kecuali Mas sudah copy baru clear chat biar ponsel enggak penuh memory nya.
"Aku tadi cuma nyari kok nggak ada foto kalian bertiga atau setidaknya fotonya Bram."
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel keren karya teman yanktie yang bernama CovieVy
__ADS_1
dengan judul novel HANYA AKU YANG MENCINTA ya