REVENGE FOR MY EX-HUSBAND

REVENGE FOR MY EX-HUSBAND
TAK MAU MEMILIH


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


Lilis dan beberapa kerabat kaget melihat bayi yang dimiliki oleh Dinda ternyata ada dua. 



Ternyata Eddy mengundang semua keluarga Ina, kakak dan adik sepupu almarhum Ina semua dia undang semuanya kalau tante dan om Ina kan sudah pada nggak ada.



Untuk para sepupu memang diminta hadir sebelum acara pengajian sore itu.



"Assalamu'alaykum para tante, om juga pakde bude," sapa Adit   menggunakan microphone.



"Mohon berkumpul di ruang tamu karena saya akan mulai acara keluarga sebelum pengajian umum." Adit berdiri bersama Eddy dan Dinda. Mereka menggunakan baju seragam seperti yang Dinda pesan dan diskusikan dengan Adit beberapa waktu lalu.



Adit ingat saat akan mengadakan aqiqah, pertama kali Dinda menyebut dirinya dengan panggilan AYAH



"*Ayah, kita kapan bikin aqiqah?" tanya Dinda saat itu. Mereka sedang dikamar ketika Adit  mendengar Dinda memanggilnya dengan sebutan AYAH*.



*Hal yang sangat sakral buat dirinya, dia tak menyangka akan mendapat sebutan itu dari istrinya*.



"*Maunya Bunda kapan?" tanya Adit*. 



"*Secepatnyalah Yah.  Ini udah lewat dari waktu yang seharusnya lho*."



"*Lewat kan karena kamu sakit Yank, bukan kita menunda-nunda," kata Adit*.



"*Gimana kalau minggu depan Yah*?"



"*Boleh minggu depan," Adit tak keberatan*.



"*Berarti empat kambing ya Bun*?"


__ADS_1


"*Iya Yah, langsung diorder ke jasa aqiqah aja Yah, biar enggak repot*."



"*Iya Ayah ngerti. Nanti Bunda yang pilih paketnya mau di masak  apa. Bunda juga yang pilih besarnya kambing seperti apa," kata Adit*.



"*Ayah tinggal bayar*."



"*Emang Ayah masih ada uang*?"



"*Insya Allah masih cukup kalau buat aqiqah anak-anak. Uang halal kok bukan uang haram*," Adit ingat momen indah itu.



Sejak itu panggilan antara mereka berganti-ganti antara Mas dan Ayah atau antara Yank dan Bunda.



Tasih tak bisa melarikan diri lagi Dia pun akhirnya ikut duduk di ruang tengah bersama saudara-saudara sepupunya yang lain.



"Assalamu'alaykum semuanya. Terima kasih atas kedatangan Pakde, Bude serta Tante dan Om semuanya," kata Adit membuka pertemuan kali itu.




"Sebelum semuanya tamu datang kami memang sengaja mengumpulkan kerabat agar pertemuan kita semakin erat."



"Saya sengaja membuka semua ini pada keluarga. Saya akan bercerita dan nanti kita lihat foto-foto cerita pendek dari saya." kata Adit.



Dia memasukkan flashdisk keTV layar lebarnya sangat besar.



"Tujuh bulan lalu istri saya yang saat itu kandungannya baru 5 bulan mengalami kecelakaan fatal."



"Bisa Tante, Om, Pakde, Bude semua bayangkan bagaimana hancurnya hati saya. Dia retak kaki kiri, dan langsung koma tak sadarkan diri. Kalau saat itu istri saya nggak selamat, mungkin saya juga ikut bunuh diri."



"Awal-awal dokter mempertahankan bayi dalam rahim Dinda yang ternyata sama sekali tak terganggu akibat kecelakaan itu."


__ADS_1


"Dinda hanya diberi obat agar bertahan hidup karena bayinya belum siap hidup diluar rahim. Kami menunggu hingga bayi siap yaitu paru-paru bayi siap hidup diluar rahim."



"Jadi supply obat dan makanan pada saat itu hanya untuk bayi. Tubuh Dinda terus menyusut hingga tulang berbalut kulit saja."



"Satu minggu sebelum jadwal yang ditentukan untuk operasi pengeluaran bayi kami, Dinda kritis."



"Dokter segera mengambil keputusan :  hari itu juga harus dioperasi!"



"Satu minggu sebelum jadwal yang sudah kami rencanakan akhirnya operasi dilakukan.  Alhamdulillah berhasil dan bayi-bayi kami bertahan sampai saat ini."



"Tapi saat itu Dinda sempat tidak ada denyut jantungnya."



Semua tak terpercaya menunggu kelanjutan cerita itu karena Adit sempat memeluk lembut Dinda lebih dahulu dan mengecup mesra kening istri tercintanya itu.  



"Bisa bayangkan saya punya dua anak sebagai pengganti istri yang meninggal?"



"Hati saya hancur. Biar bagaimana pun saya tidak ingin anak saya ditukar dengan istri saya. Saya enggak akan bisa milih karena mereka semua adalah cahaya hidup saya."



"Tapi Allah berkehendak lain,  Dinda bisa bertahan"



"Setelah bayi dikeluarkan baru saat itu dokter memberi pengobatan untuk Dinda. Tulang kaki yang retak saat ditabrak, Alhamdulillah sudah sembuh. Tinggal otaknya saja."



"Saat itulah dokter memberi obat yang sangat kuat agar Dinda bisa sadar dari koma, karena sejak ditabrak dokter tidak memberikan obat paten karena takut ada side efek buat para bayi."



"Begitu sudah tidak ada bayi lagi di rahimnya dokter langsung memberi obat keras. Akhirnya Dinda bisa sadar setelah bayi kami berumur 1 bulan."



"Selanjutnya hampir 1 bulan setelah itu Dinda harus berjuang untuk memberi ASI, perjuangannya sangat berat karena dia harus menetralisir semua obat yang selama ini sudah dikonsumsi. Sekarang alhamdulillah bayi kami dapat ASI. Perjuangan Dinda sampai saat ini bisa kita tonton dari semua foto dan video yang sempat saya rekam."


Adit menyalakan tv super besarnya dan terlihat slide kondisi Dinda sejak ditabrak hingga bisa sadar dan memeluk bayinya.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul CINTA KECILNYA MAZ

__ADS_1



__ADS_2