
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
"Papa nggak percaya Dit," ujar Eddy mendengar laporan Adit soal sosok pelaku yang membayar Mukhtar.
"Percaya nggak percaya, kita udah bayar mahal buat tukar info ini dengan membayar pengacara bagi Mukhtar Pa."
"Dan ini memang sudah ada bukti transfernya, juga bukti chat Mukhtar dengan dalang itu."
"Aku sudah kirim capture an itu ke nomor Papa."
"Ada bukti percakapan seperti ini, kita mau bilang apa?" Adit memperlihatkan chat instruksi lalu juga chat saat eksekusi telah dilakukan oleh orang suruhan Mukhtar.
Ternyata saat kejadian itu Mukhtar ada ditempat kejadian dan dia bikin foto buat laporan pada orang yang membayarnya.
"Kita nggak punya permasalahan dengan dia, terlebih kamu dan Dinda. Kenapa dia ingin kematian kalian?"
"Buat Papa mungkin enggak, tapi buat dia mungkin ada masalah Pa."
"Papa pikir tadinya malah yang punya motif jadi adalah adalah tante Lilis," ujar Eddy makin bingung.
"Koq papa bisa punya pemikiran seperti itu?"
"Tante Lilis kemarin tahu soal sakitnya Dinda." Eddy memberi tahu.
"Jadi awalnya saat Dinda kirim foto Ghifari dan Ghibran. Saat itu kan Papa langsung jadikan sebagai profil picture."
"Saat itu tante Lilis tanya itu anak siapa?"
"Ya Papa bilang dong itu cucu Papa."
__ADS_1
"Yang Papa bingung tante Lilis waktu itu bilang *kok bisa*?"
"Papa jawab ya bisa lah."
"Nah tante Lilis langsung jawab : *yang aku tahu Dinda itu sakit dan sedang koma*!"
"Nah disitu Papa curiga, karena kita nggak pernah kasih tahu siapa pun soal kasus Dinda. Kok Tante Lilis tahu."
"Sejak itu Papa pikir dalangnya adalah dia," kata Eddy.
"Maka kita harus jebak pelaku supaya datang dan kita sudah siapkan polisi buat ringkus."
"Kita harus coba pikirkan bagaimana menangkap dia."
"Apa Lilis dapat info dari dia kali Pa," Adit memperkirakan darimana Lilis mendapat info soal sakitnya Dinda.
"Papa udah tanya kepada semua penjaga di rumah apa ada pegawai yang kasih info ke dia."
"Semua bilang enggak pernah ada yang kasih tahu itu kesiapa pun."
"Itu kenapa Papa menduga tante Lilis adalah sosok dalang utama percobaan pembunuhan Dinda."
"Tapi buktinya bukan. Yang chat ke Mukhtar bukan Lilis dan bukti transfer uang juga bukan dari Lilis," Eddy makin bingung dengan kondisi ini.
"Kalau begitu kita harus tanya lagi semuanya. Enggak bisa seperti itu," Radite akhirnya menyuruh mbok Asih.
"Mbok panggilkan semua karyawan terutama satpam di depan sekarang juga ke ruang tamu."
"Baik Pak Radite," kata mbok Asih.
__ADS_1
"Sekarang yang dinas malam siapa?"
"Pak Dito dan Rusli," kata Pak Parjo yang baru masuk.
"Saya mau tanya, selama Dinda sakit ada tamu yang tanya papa ke mana?"
"Enggak Mas," hampir serempak semua pegawai baik asisten rumah tangga, sopir, tukang kebun dan satpam menjawab pertanyaan Radite.
"Saya dapat info katanya tante Lilis pagi-pagi ke sini. Siapa yang ketemu sama dia?"
"Enggak ada tamu pagi-pagi Mas. Bisa cek CCTV depan Mas." Pak Parjo dan Dadang yang jaga gerbang tentu tak enak hati.
"Lilis bilang sama saya dia datang dan bertemu pegawai. Dadi pegawai itu dia diberitahu kalau Dinda sedang di rumah sakit dan sedang koma," Eddy memperlihatkan bukti chatnya pada Adit.
"Ya, ini dia bilang katanya dia datang pagi-pagi dan ada yang bilang ke dia papa berangkat pagi-pagi karena harus ke rumah sakit dan kondisi Dinda sedang koma," Adit membaca pesan dari Lilis pada Eddy.
"Demi Allah saya nggak nggak bicara apa-apa." Pak Parjo sungguh bingung karena semua yang masuk harus melalui gerbang wilayah tugasnya.
"Lalu siapa? Ini bukan masalah sepele. Saya sudah bilang berkali-kali tidak boleh ada yang membocorkan apa pun masalah di dalam rumah ini, kalau kalian masih mau kerja di sini," kata Adit tegas.
"Bener Pak saya berani di kroscek siapa yang memberi info itu. Kalau saya pelakunya, saya langsung berani dipecat dengan ganti 10 bulan gaji."
"Saya berani Pak saya nggak pernah kasih tahu itu," kata Parjo.
"Coba tanya ke Dito dan Rusli," tanpa buang waktu Parjo langsung menghubungi Dito yang memang gantian jaga dengannya.
Eddy bingung siapa yang bohong karena Rusli dan Dito ternyata tak pernah terima tamu yang bertanya tentang Eddy saat pagi hari.
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel keren karya teman yanktie yang bernama OCEAN NA VINLI
dengan judul novel ISTRI BAYANGAN TUAN AROGAN ya
__ADS_1