REVENGE FOR MY EX-HUSBAND

REVENGE FOR MY EX-HUSBAND
TERLIHAT DI CCTV


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


Eddy kaget saat tiba di rumah ternyata Tasih masih di rumah. Entah masih di rumah entah tadi sudah pergi lalu kembali lagi saat sore seperti yang Dinda atur dalam skenarionya.



Dinda bilang Lilis pulang sehabis Eddy berangkat kerja, dan kembali saat Eddy  akan pulang.



'*Wah Dinda nih paling bisa deh bikin skenario. Enggak mungkin kan orang betah seharian di rumah yang penghuninya nggak nemenin? Dinda pasti nggak mungkin nemenin sepanjang hari. Dia lebih banyak nemenin anak-anaknya*,' pikir Eddy.



'*Koq Dinda nggak bilang ada Tasih saat tadi telepon*?' pikir Eddy. 



Eddy dan Adit sebenarnya sudah malas bersikap manis pada Tasih. Tapi karena semua dibawah skenario Dinda maka kedua lelaki itu tak mau menggagalkan jebakan Dinda.



"Loh kamu dari pagi nggak pulang?" tanya Eddy pada Tasih.



"Tadi pulang kok Mas, terus balik lagi," jawab Tasih tanpa malu.



"Balik lagi? Ada perlu apa lagi? Apa ada yang ketinggalan," tanya Eddy.



"Apa saya harus bayar hasil masakan kamu tadi pagi?" 



"Oh enggak kok Mas. Saya main aja." Tasih sedikit gagap menjawab pertanyaan Eddy.



"Oh main, banyak waktu ya bisa main sepanjang hari."



"Iya," kata Tasih tanpa sadar.



"Mungkin karena kamu nggak berkeluarga ya jadi banyak waktu luang. Seharusnya kamu produktif kerja atau cari kegiatan positif lainnya. Bukan luntang-lantung ke sana ke sini," sindir Eddy.



Eddy masuk ke kamarnya tentu untuk berganti baju dan bersih-bersih. Kalau tak ada Tasih biasanya dia akan menggendong para cucunya sehabis mandi sore.

__ADS_1



Dinda tak pernah membawa anak-anaknya keluar kamar dan Tasih sama sekali tak pernah bertanya pada Dinda perihal anaknya dan ingin lihat anaknya. Boro-boro kasih kado buat baby.



Fokusnya Tasih hanya Eddy sehingga tak sadar soal keberadaan anak Dinda.


\*\*\*



Eddy keluar kamar setelah bersih-bersih badan dan berganti pakaian, di meja teras belakang sudah ada teh hangat, entah siapa yang bikin.



Eddy pura-pura akan meminumnya tapi dia langsung memukul nyamuk yang menempel di lengannya sehingga teh miliknya tumpah.



"Mbooook," panggil Eddy.



"Mbok maaf ini tehnya tumpah," Eddy berkata pada Siti ya g segera datang saat Eddy memanggil tadi. Saat bersamaan Dinda datang tergopoh-gopoh.



"Ada apa Din?"




"Ini tehnya tumpah," jawab Eddy.



"Belum Papa minum?" tanya Dinda memastikan.



"Belum lah."



"Baguslah," kata Dinda spontan.



"Bagus kenapa Din?" Eddy merasa ada yang Dinda tutup-tutupi.



"Ya bagus nggak kena apa-apa," jawab Dinda menetralisir.

__ADS_1



"Bik Siti, biar saya yang bikin tehnya Papa," kata Dinda pada bik Siti.



"Oh iya Bu Dinda," jawab Siti.



Dinda membuatkan teh madu untuk Eddy.



"Papa nggak apa apa bajunya nggak basah? Atau celananya nggak basah?" tanya Dinda.



"Enggak, Papa enggak apa-apa," jawab Eddy.


\*\*\*



Eddy membaca koran pagi di sore hari. Memang kebiasaannya masih seperti orang-orang tua lama yaitu baca koran. Eddy tidak suka baca berita online di handphone.



Eddy masih setia baca koran dan menonton televisi untuk mengetahui berita terkini. Hanya nggak sempat baca pagi jadi bacanya sore hari.



Dinda meletakkan teh yang baru dia buat.



"Pa ini hangat loh aku bikinnya langsung minum ya," tawar Dinda dengan suara yang bisa didengar siapa saja.



"Teh tadi sudah diberi sesuatu makanya aku lari," bisik Dinda.



"Feeling Papa juga gitu makanya Papa langsung tumpahin," jawab Eddy.



Dinda memang melihat dari CCTV maka dia langsung lari keluar.


\*\*\*


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul TELL LAURA I LOVE HER


__ADS_1


__ADS_2