
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Kamu dengarkan tadi dokter bilang kamu nggak boleh capek. Besok aku antar jemput ya?" pinta Radit saat mereka sedang menunggu vitamin yang diresepkan oleh dokter.
"Minggu depan aja ya Mas. Biar aku menyiapkan diri dulu. Jujur aku sulit terima kamu berdekatan denganku secara terus menerus dan lama," kata Adinda dengan pelan.
Radite mengerti soal itu. memang tidak mudah menerima kesalahan seseorang yang pernah selingkuh seperti dirinya.
"Baiklah. Semoga satu minggu ini kamu nggak terlalu lelah."
"Insya Allah nggak," balas Adinda.
"Aku senang anak-anak membalas dendamku untukmu Mas."
"Balas dendam?"
"Yups REVENGE. Mereka membalaskan sakit hatiku untukmu dengan membuatmu ngeblangsak. Aku ingin kamu mengalami kesulitan lagi dan lagi." Adinda mengingat bagaimana anak-anak membuat ayahnya kalang kabut cari salak dan martabak.
"Jangan bicara sembarangan karena bisa jadi itu doa."
"Aku memang mendoakan kamu kesulitan. Setelah apa yang kamu dan Shalimah lakukan padaku." Adinda sangat geram bila ingat Shalimah.
\*\*\*
"Makan dulu ya?" pinta Adinda. Dia terasa lapar seperti biasa.
"Mau makan di mana?" tanya Radite.
__ADS_1
"Aku kepengen nasi goreng kambing Mas. Kalau nggak ya makan sate kambing juga nggak apa apa," Adinda minta menu kambing untuk makan malam kali ini.
Adit pun menuju ke rumah makan kambing yang mereka lewati. Dia tak ingin berputar mencari yang jauh karena Adinda pasti sudah sangat lapar bila berani minta atau ngajak makan seperti sekarang. Biar bagaimana pun dia hafal dengan sifat mantan istrinya itu.
\*\*\*
"Kamu mau beli apa?" Tanya Radite saat telah tiba di rumah makan penjual menu olahan daging kambing.
"Nasi goreng kambing sedang eh pedes satu sama sate."
Radite langsung pesan 20 tusuk lontongnya dua, nasi goreng kambing yang sedang satu porsi.
"Koq nasi gorengnya sedang Mas? Enggak pedas?" Protes Adinda.
"Mau tambah tongseng atau sop?" Tanya Radite bersamaan dengan protes Adinda.
"Kayaknya nggak deh sate sama nasi goreng aja cukup."
"Mas ini yang separuh buat Mas ya." Saat nasi goreng datang Adinda minta piring kosong dan dia membagi dua nasi yang belum dia makan.
"Ya," jawab Adit karena dia tahu wanita ini pasti ingin lontongnya juga.
"Tapi aku minta lontongnya ya Mas," lanjut Adinda.
'Nah bener kan dugaanku,' kata Radit dalam hatinya.
__ADS_1
"Ya ambil aja Yank, tapi kalau pedas nggak boleh." Kata Radite.
"Jangan racik sate lontongnya pedas. Kamu nggak boleh makan pedas dulu," Radite tanpa sengaja menyebut YANK seperti dulu sejak mereka pacaran.
\*\*\*
"Terima kasih ya Mas," Adinda mengucapkan terima kasih saat mereka baru tiba di parkiran apartemennya.
"Iya ini kunci mu. Hati-hati ya," Radite menyerahkan kunci mobil sqat mereka telah keluar mobil.
"Mas pulang naik apa?"
"Gampang, aku akan naik ojol aja langsung ke kamar kosku." Balas Radite.
"Lho? Enggak ngambil motor dulu di kantor?"
"Sama aja bohong kan nanti juga aku daei kantor aku harus ke kamar smabil ngantuk-ngantuk. Mending besok aja sekalian," jawab Radite.
"Oh oke baik Mas."
"Jangan lupa diminum vitaminnya. Enggak ketuker dengan punyaku kan?"
"Enggak Mas. Kan dari resepnya aja beda nama, jadi petugas apoteknya juga kasih di kresek yang beda."
"Oh ya udah." jawab Radite.
Adinda masuk lift baru Radite pesan ojek online.
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul WANT TO MARRY YOU
__ADS_1