REVENGE FOR MY EX-HUSBAND

REVENGE FOR MY EX-HUSBAND
BIBITNYA JELEK


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Pak Radite eh maaf Radit dipanggil oleh Pak Eddy sekarang juga di ruangannya," ucap Usman pada Radite.



"Baik pak Usman," kata Radite.



Radit pun menuju ruangan papanya. Disana sudah ada Adinda mantan istrinya.



"Iya ada apa Pa?" Radite tak tahu apa lagi kejutan dari papanya kali ini.



Eddy memperlihatkan foto seseorang membawa Bram keluar dari rumah yang Radite kontrak.



Lalu ada selembar kertas dengan copy KTP dan data lengkap alamat terkini yang tak sesuai KTP orang tersebut.



Foto selanjutnya memperlihatkan orang tersebut menaruh Bram di pintu panti asuhan lalu dia tinggal begitu saja.



"Itu kelakuan perempuan yang kamu puja sehingga kamu bisa meninggalkan dan mengkhianati istri sahmu!"


__ADS_1


"Perempuan sampah yang juga berasal dari panti asuhan."



"Dulu ibunya pela-cur jalanan. Tapi entah bagaimana sopir Papa menikahi, mungkin kejebak juga seperti kamu yang kejebak Shalimah bahwa bayi yang dia kandung adalah anakmu."



"Saat itu sopir Papa tidak sempat tes DNA, tapi mungkin juga karena jaman dulu biaya test tak terjangkau."



"Saat sopir Papa meninggal,  ibunya Shalimah meletakkan bayinya di tempat sampah Panti Asuhan seperti yang Shalimah lakukan sekarang!"



"Mamamu tidak tega karena ingat jasa sopir papa, dirawat lah bayi sopir tersebut. Mamamu memberi nama yang bagus SHALIMAH. Nama Shalimah artinya adalah yang terhindar dari cacat; yang sehat; selamat. Mama berharap dia terhindar dari cacat jiwa seperti ibunya."



"Nama asli dari ibunya dulu Stephanie. Entah ambil nama dari mana orang kampung pakai nama barat."




"Sekarang kamu mau ambil anak itu? Kamu menyayanginya dia dari perutkan karena menganggap anakmu!" Eddy menodong Radite yang mau menjadi budak Shalimah selama satu tahun merawat Bram. Karena Shalimah tak mau merawat bayi sama sekali. Kalau tak ada Radite, perawatan Bram dia serahkan pada pembantu.



"Enggak Pa. Bukan aku enggak sayang dia. Tapi takut dia sama seperti Shalimah. Bibitnya seperti itu bagaimana jadinya nanti?"



"Sedangkan Mama aja yang penuh kasih dan punya waktu 24 jam nggak bisa mengobati Shalimah, terlebih aku yang tidak bisa full merawat anak. Mau jadi apa anak itu kalau hanya diasuh baby sitter atau pembantu?"



"Papa yakin habis ini dia akan bebas jual diri buat  makan."

__ADS_1



"Pengawasan Papa akan selesai dalam dua hari ini lagi tapi berkas perkara sudah di tangan polisi sehingga dia akan berhubungan dengan Polisi langsung.  Untuk pengawasan Papa sudah tidak akan melakukan setelah dua hari lagi."



"Jadi kalau kamu tetap membelanya dan tetap mau ngambil adik angkatmu itu silakan. Papa tidak apa-apa."



"Aku sudah mengaku salah aku tidak akan melakukan kesalahan lagi,"  jawab  Radite.



"Sebenarnya kalau kamu mau, kamu bisa berobat karena kamu bukan mandul 100%. Ini dokter yang bisa kamu kunjungi untuk membuat kamu subur."



"Enggak Pa. Buat apa aku sembuh kalau nggak ada istri," tolak Radite.



"Ya kali aja nanti kamu ketemu orang lain lagi." 



"Aku nggak akan menikah lagi kalau tidak dengan kamu," kata Radite pada Adinda di depan Eddy.



Adinda diam, dia masih sakit hati atas pengkhianatan yang Radite lakukan.



"Sudah berobat aja dulu. Jadi kalau Adinda bisa terima kamu lagi, kamu sudah subur,"  kata Eddy.



'*Iya  juga ya*,' pikir Radite.  Dia pun mengambil kartu nama yang diberikan oleh papanya.

__ADS_1


\*\*\*


__ADS_2