
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
Adit diam. Sekali lagi rumah tangganya akan hancur. Selama ini dia selalu menghindar karena tak mau ribut. Ternyata ketidak tegasannya menjadi bumerang. Menikam dirinya sendiri.
Seharusnya sejak awal dia tegas dan keras. Adit tak tahu dari mana Dinda tahu semua yang perempuan itu lakukan padanya.
Dinda makan dalam diam. Tadi dia pesan gado-gado dengan bumbu yang medok atau kental dan kerupuknya dia minta digoreng kembali biar sedikit gosong.
Dinda juga minta peyek teri dan lauknya perkedel kentang.
Adit pesan nasi rendang tapi tadi Dinda minta agar lalap daun singkongnya agak banyak agar ada seratnya.
Sedang Eddy pesan soto mie bogor.
Minumannya sama semua yaitu juice sirsak.
"Wah, aku lupa bawa vitaminku. Aku balik ke ruangan sebentar buat minum vitamin dan pumping ya Pa," pamit Dinda.
"Udah penuh nih ASI-ku. Aku balik lagi kesini habis pumping," pamit Dinda.
"Jangan lama ya Yank," pesan Adit.
"Paling baliknya lagi besok," canda Dinda.
\*\*\*
"Kenapa bisa seperti itu Dit? Baru kemarin Papa bilang hati-hati, eh malah sudah terjadi," sesal Eddy.
"Aku bukan mau selingkuh Pa. Aku enggak mau keras karena enggak enak aja."
"Dia emang ngajak nonton, ngajak makan bakso pas hujan tapi aku enggak ladenin. Aku enggak niat mendua Pa."
__ADS_1
"Tapi kamu enggak jujur kalau ada serangan. Seakan kamu memberi lampu hijau dia boleh masuk," Eddy tak habis pikir mengapa Adit persis dirinya yang tidak tegaan pada orang terlebih perempuan.
"Papa dulu juga pernah diserang, tapi Papa langsung lapor mama karena Papa enggak bisa keras ke perempuan."
"Mamamu langsung mendatangi orang tua perempuan itu dan bilang mau dibikin ribut atau tarik anaknya dari kantor."
"Memang akhirnya perempuan itu keluar dari kantor. Tapi dia tetap terobsesi ke Papa."
"Akhirnya mamamu bilang silakan dia bawa Papa tapi dia harus bayarin hutang perusahaan dulu. Karena selama ini hutang itu mama yang tanggung."
"Tahu kalau Papa kere, perempuan itu mundur teratur."
"Wah berarti sebentar lagi anak marketing juga mundur Pa. Kan tadi dia tahu kalau aku kere," Adit agak tenang.
"Belum tentu orientasinya sama." Jawab Eddy.
"Koq Dinda lama ya Pa. Aku cek di ruangan dulu deh," pamit Adit.
Eddy merasa ada yang salah.
"Koq feeling Papa enggak enak ya Dit," Eddy pun mengikuti Adit ke ruangan Dinda.
Ternyata Dinda tak ada di ruangannya, Adit bahkan mengecek ke toilet. Disana kosong.
"Dit!" Eddy mengambil amplop di meja Dinda.
Ada tulisan tangan Dinda disana. Hanya tertulis TO : RADITE
Bukan mas Adit atau Ayah!
__ADS_1
"*Aku menepi sebentar. Enggak perlu dicari. Aku akan kembali bila otakku sudah dingin*!"
"*Dua minggu aku pendam melihat kamu senang dan nyaman diberi perlakuan menjijikan seperti itu*."
"*Aku bilang : aku tak akan pernah mempertahankan sampah. Kalau tak ada Ghifari dan Ghibran tak akan pernah aku mau terima bekas orang*!"
"*Dan sekarang semua terulang. Aku dikalahkan perempuan rendahan. Karena tak ada perempuan baik-baik yang mau pada suami orang*!"
"*Perempuan itu sudah diperingatkan banyak orang kalau kamu punya istri, diantaranya pak Usman, Shindu bahkan ibu kantin. Tapi dia tak peduli karena dia bisa merasa puas bila bisa menang dari istri sah*!"
"*Rasanya dia cocok denganmu. SAMA-SAMA SAMPAH*!"
"*Sesalku yang tak berkesudahan adalah, ayah anak-anakku sangat kotor*."
"*Selamat tinggal*."
~adinda suryani~
"Sudah pergi satu jam lalu Mas. Katanya mau dibawa ke kantor. Enggak bawa koper, cuma tas baju kecil sama diapers. Enggak bawa botol suusu." Adit menghubungi nomor rumah dan kaget Dinda telah pergi dengan dua anak mereka tanpa bawa perbekalan.
Eddy baru selesai membaca surat yang Adinda tulis buat Adit. Dia juga mendengar kalau Dinda sudah pergi tanpa ditemani siapa pun. Tak bawa bekal memadai juga tak bawa stroller.
Eddy langsung memanggil Usman dan Shindu.
\*\*\*
"Jelaskan apa yang kalian tahu tentang Merrydian," pinta Eddy. Sementara Adit berupaya melacak keberadaan Dinda melalui GPS ponselnya. Dan Adit langsung tahu posisi ponsel Dinda!
DILACI MEJA KERJA ADIT!
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING
__ADS_1