REVENGE FOR MY EX-HUSBAND

REVENGE FOR MY EX-HUSBAND
DUA MENIT


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


Shindu membuka meeting tepat jam 10.00 tidak kurang tidak lebih.



Meja meeting adalah meja kotak panjang.



Shindu duduk di ujung yang berseberangan dengan Dinda. 



Sebagai pemimpin rapat, Dinda duduk di ujung meja dekat layar OHP di depan ruang meeting.



Di kanan Dinda ada Eddy sebagai CEO dan dikiri Dinda ada Radite.



Dari posisi itu sudah jelas siapa yang punya kendali di perusahaan ini. Bukan lagi Eddy tapi Dinda.


\*\*\*



"Selamat pagi menjelang siang kepada seluruh peserta rapat kali ini. Salam hormat dari kami untuk pak Eddy selaku CEO perusahaan. Selamat datang kembali kepada Ibu Adinda Suryani selaku wakil CEO yang telah kembali beraktivitas. Dan juga pak Radite sebagai Manager Marketing."



'*MM*?' Dinda mengernyitkan dahinya sambil memandang Eddy yang menatapnya dengan senyum dikulum.



'*Bagaimana bisa MM padahal papa bilang ke aku jabatan mas Adit adalah asistenku*!' sungut Dinda.



'*Nanti harus aku luruskan hal ini*.'



"Untuk hari ini meeting adalah permintaan Ibu Adinda Suryani setelah beliau vakum 7 bulan. Mungkin untuk beberapa karyawan baru yang baru masuk sebelum 7 bulan mungkin tidak tahu beliau adalah istri dari Pak Radite dan menantu dari pak Eddy."



"Tanpa berpanjang kata saya persilakan ibu Dinda untuk memimpin rapat ini."



"Waktu dan tempat saya persilakan," kata Shindu dari ujung meja.



"Baik, selamat pagi menjelang siang. Saya Adinda Suryani atau biasa disebut Dinda tidak bisa dan tidak biasa berbasa-basi."



"Untuk yang baru salam kenal dan silakan tunjukkan prestasi kerja kalian. Saya tidak memandang wajah anda, saya tidak memandang keramahan anda,  saya hanya memandang kinerja kalian."



"Saya tidak terpesona wajah ganteng atau cantik terlebih hanya memamerkan keseksian tubuh."



"Itu NOL BESAR buat saya. Yang saya perlukan di sini adalah pegawai yang punya otak. Saya berani bicara karena saya bisa berbuat atau melakukannya."



"Sama saja seorang nyonya, dia tidak akan bisa menyuruh pembantunya menyapu dengan bersih atau membereskan ruang dengan rapi dan artistik bila dia tidak bisa menunjukkan contoh cara mengerjakannya bagaimana."


__ADS_1


"Sama dengan dikantor, saya ambil contoh sehari-hari agar kalian mengerti dengan mudah!"



"Saya berani minta anda menunjukkan prestasi karena saya bisa menunjukkan prestasi kerja saya. Bukan OMDO."



"Saya baru masuk di kantor kemarin pagi. Di hari pertama belum 2 jam saya sudah melihat kecurangan yang dilakukan saudara Ronald."



"Saya bicara bukan menyerang personal, saya buka di forum agar semua mengerti pola kerja saya."



"Silakan kalian bicara dalam hati atau otak kalian mengumpat saya. Silakan, saya nggak peduli saya nggak minta makan dari kalian. Kalau kalian enggak suka silakan mengundurkan diri. Banyak tenaga yang antri untuk saya rekrut."



"Kalian tahu warung nasi di seberang perusahaan kita dan kalian tahu kantin di dalam kantor kita. Sama-sama jual nasi rendang."



"Di warung nasi depan mungkin nasi rendang bisa harganya Rp12.000 dan dikantin kita mungkin 12.500 atau 11.500."



"Bisa juga sama-sama Rp12.000."



"Jadi ada alternatif pertama harga di kantin kita lebih mahal atau lebih murah. Atau lebih jelasnya alternatif pertama ada selisih harga."



"Dan alternatif ke dua adalah harganya sama!"



"Kenapa saya kasih contoh ini? Semata biar kalian bisa nangkep. Kalau yang otaknya lemah langsung bisa mengerti apa yang saya maksudkan."




"Bisa jadi karena bahan bakunya mungkin mereka belanja di tempat yang beda sehingga harga bahan baku beda. Biaya operasionalnya mungkin beda, misalnya bayar listriknya bayar pegawainya dan sebagainya atau bayar sewa gedungnya beda.  Perbedaan itu bisa menjadi penyebab perbedaan harga jual dua rumah makan itu."



"Bagaimana bila sama harganya?"



"Tadi kan kita bahas bila ada perbedaan harga." 



"Sekarang kita bahas bila harganya sama. Ini harus kita bahas karena akan berguna buat membuka wawasan anda semua."



"Rendang di kantin dan di warung depan harga boleh sama. Tapi apa rasanya sama? Apa sizenya sama?"



"Saya berani jamin 1000% pasti ada perbedaan."



"Mungkin dirasa bumbu, size daging, kemasan dan seterusnya."



"Sekali lagi PASTI ADA PERBEDAAN."

__ADS_1



"Ada yang mau membantah hal ini silakan jawab sebelum saya tunjukkan kelanjutan yang saya maksud."



"Oke saya sudah tunggu 2 menit kalian tidak ada yang bicara satu pun. Berarti kalian setuju dengan saya bahwa walau pun harga sama pasti ada perbedaan entah dirasa, entah di kemasan atau apa pun."



"Jadi pasti ada perbedaan, walau harga sama."



"Sekarang saya mau tanya kalau sebuah proyek di Magelang dan di Banyuwangi semua speck harga, nama bahannya, jumlahnya sampai penulisan titik dan koma sama, apa yang anda pikirkan?"



"Apakah hal itu impossible atau possible?"



Semua mencermati apa yang Dinda katakan proyek di Magelang dan Banyuwangi dengan pengajuan proposal penulisan titik dan  komanya sama.



Semua langsung mengerti itu tak mungkin. Mereka mengerti dengan analogi harga rendang yang sama tadi, pasti akan ada perbedaannya. 



Apalagi ini dua proyek dengan dua lokasi yang berbeda. Tak mungkin bisa sama persis termasuk titik dan koma.



"Kalian semua tahu? Kejanggalan itu saya temukan tidak sampai 2 jam saya bekerja di hari pertama kemarin. Itu yang saya bilang saya bisa bicara karena saya bukan omdo."



"Jadi yang lain bersiaplah kalian untuk saya libas bila melakukan kecurangan seperti itu."



"Itu baru soal satu proyek, saya yakin akan banyak proyek lain yang akan saya kupas."



"Saya mempunyai kebiasaan menghubungi anda semua  menggunakan connection table."



"Kemarin saya menghubungi saudara Ronald dari meja kerja saya ke meja dia."



"Sesampainya di ruangan saya dia bilang saat saya menghubunginya dia sedang diskusi dengan Pak Shindu!"



"Bagaimana mungkin dia sedang diskusi dengan Pak Shindu saat saya panggil dia wong dia di meja kerjanya!"



"Saya yakin di otak anda sudah ada yang mencibir kebodohan saya. Anda akan berpikir bahwa mungkin aja kan mereka diskusi di ruang Ronald." Dinda tersenyum culas.



"Saya terima alibi itu kalau saya tidak habis menghubungi pak Shindu di meja kerjanya 2 menit sebelum saya menghubungi Ronald."



"Saya baru saja minta pak Shindu data semua aktivitas kantor dikirim ke email saya untuk saya cek."



"Apa dalam tempo dua menit pak Shindu sudah bisa berada di lantai yang berbeda dan sudah melakukan diskusi?"

__ADS_1


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIED



__ADS_2