
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
"Terima kasih sarapannya. Saya mau ke kamar bersiap-siap untuk berangkat kerja," Kata Eddy.
Tanpa menanti respon tamunya, Eddy langsung masuk ke kamarnya meninggalkan Tasih.
Tasih kembali ke dapur dia melihat rendang yang dia buat tadi.
"Kenapa pagi ini Mas Eddy enggak mau minum kopi pahit ya Mbok? Kopinya malah diminum oleh Adit," keluh Tasih pada bik Siti yang berada di dapur. Mbok Marni sedang di belakang dan mbok Asih masih dikamar Dinda karena Dinda belum kembali ke kamar.
"Saya masih baru disini Bu, enggak tahu kebiasaan Tuan." Siti menjawab sejujurnya tapi itu juga sesuai skenario.
"Yang penting saya sudah siapkan sarapannya. Untung tadi kopinya bukan saya yang buat tapi mbok Marni."
"Mungkin karena bukan bikinan bu Lilis. Biasanya kalau Bu Lilis bikin Bapak minum kok kopi pahitnya." Jelas Siti.
"Saya baru lihat ada orang super kaya koq bawa bekal dari rumah. Apa enggak terlalu pelit ya?"
"Setahu saya kata Bu Marni, Bapak dan den Adit sejak dulu memang suka bawa bekal seperti itu. Biasanya mbak Dinda menyiapkan agar Bapak tidak lupa makan siang."
"Bu Marni bilang tiap makan siang mbak Dinda akan mengingatkan Bapak dan den Adit tidak terlambat makan." Lanjut bik Siti sambil mencuci piring.
"Kata bu Marni, bawa bekal itu bukan urusan kaya atau tidak tapi lebih higienis dan seleranya sesuai dengan keinginan." Bu Siti terus aja bicara.
"Kalau beli sesuatu kan belum tentu sesuai selera dan kadang nunggunya lama."
"Dulu waktu Mbak Dinda hamil tiap pagi Mbak Dinda yang masak karena den Adit tak bisa makan apa pun kalau pagi, kecuali masakan istrinya."
__ADS_1
"Jadi mbak Dinda membawakan Pak Eddy dan den Adit bekal dari rumah hasil masakannya sendiri."
"Oh mereka selalu bawa bekal?"
"Iya memang bawa sendiri bukan nggak mampu beli tapi kalau bawa sendiri kan aman."
"Seperti bu Marni bilang Pak Eddy nggak mau makan kalau yang beli bukan mbok Marni atau den Adit. Di kantor kan den Adit belum tentu sempat membelikan bapaknya. Jadi lebih baik Mbak Dinda membawakan dari rumah saja."
"Biasanya bekal apa?"
"Makanan sehari-hari aja Bu. Kayak lontong sayur gini, bihun goreng, mie goreng kwetiauw goreng, kadang suka ketoprak dan nasi goreng atau nasi uduk."
"Apa aja yang penting lebih aman bawa daripada beli di luar."
"Lagian bawa dari rumah lebih aman. Tidak bisa diberi obat oleh orang yang ingin merugikan mereka."
\*\*\*
Adit dan Dinda memperhatikan percakapan bik Siti dan Tasih.
Dinda melarang mbok Marni dan mbok Asih ke dapur sebelum dapat tanda darinya. Dia masih ingin mendengar dan melihat semua percakapan yang terjadi dari CCTV.
\*\*\*
"Kalau Ibu sudah lama sekali ya kenal dengan keluarga pak Eddy ini," pancing bik Siti.
"Saya kenal keluarga ini sejak kakak sepupu saya menikah dengan mas Eddy."
"Wah lama sekali Bu," ucap Siti. Ha ha ha, namanya sepupu ya pasti kenal sejak lama. Bik Siti pintar mancing nih.
__ADS_1
"Iya saya masih SMP waktu itu. Kak Ina istrinya pak Eddy adalah kakak sepupu saya."
"Sejak kak Ina menikah sama Mas Eddy, saya sering melihat mas Eddy. Sejak muda dia ganteng tapi karena dia suaminya kak Ina ya saya nggak berani ganggu. Lagian saya masih SMP."
"Enggak seperti Lilis yang memang usianya dua tahun diatas saya. Lilis berani godain Mas Eddy sejak dulu."
"Wah rupanya naksir sejak kecil," goda bik Siti.
"Iya dia cinta pertama saya," Tasih tanpa sadar cerita pada orang yang baru dia kenal.
"Apa pak Eddy dari dulu baik bu?" pancing Siti lagi.
"Dia selalu baik terus. Dia dan kak Ina pasangan yang sangat baik."
"Kenapa Ibu nggak pernah ke sini kan istrinya udah meninggal lama?" tanya Siti.
"Saya sebenarnya kepengen ke sini, tapi ada kejadian yang bikin saya sakit hati sama Adit." Suara Tasih sedikit bergetar.
"Loh den Adit kan dari dulu baik Bu?"
"Iya dia baik karena dari keluarga sangat baik. Tapi karena kebaikan mereka keponakan saya jadi menderita."
"Penderitaannya membikin saya benci sekali sama Adit. Saya ingin Adit celaka. Saya ingin Adit mati!" Bik Siti mendengar nada penuh amarah dan dendam di suara Tasih saat menyebut dia ingin Adit mati.
Untuk penggemarnya mas Sonny dan caca Adelia di novel berjudul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE
baca sequel tentang Mukti, Vio dan Komang di cerita baru berjudul CINTA TANPA SPASI yaaaaa
__ADS_1