REVENGE FOR MY EX-HUSBAND

REVENGE FOR MY EX-HUSBAND
UCAPAN ADALAH DOA


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


"Kenapa kok pulang mukanya kayak gitu kasihan anak-anak lah. Mereka pasti takut melihat wajah Ayahnya jelek gitu," Dinda mengambil tas kerja Adit. Sejak dulu itu dia lakukan walau dia juga kerja di kantor.



"Emang yang ganteng seperti apa?"



"Yang senyum dan kiss Bunda, bersih-bersih badan lalu kiss dan peluk anak-anak. Itu Ayah idaman super ganteng," jawab Dinda.



"Kan tadi sudah kiss Bunda," protes Adit.



"Kiss nya enggak tulus. Masih ada amarah yang dibawa dari luar, entah dari kantor atau dari jalanan," jawab Dinda.



"Kesel Bun, inget mahluk alien yang Ayah ceritain kemarin?"



"Tadi tetiba papanya datang. Dia nuduh Mas dan papa menyebarkan kebohongan dan mendiskredit putrinya jadi nama putrinya tercemar dan banyak rekanannya mundur."



"Mas bongkar aja semua, Mas panggil pak Pandu pengacara kantor buat tuntut karena perbuatan tak menyenangkan."



"Dia cuma dengar dari anaknya tanpa cek kebenaran. Kan keqi."



"Mas yakin dia juga sudah sesumbar ke banyak orang kalau Mas memfitnah anaknya."



Dinda menyiapkan baju ganti suaminya.  Sehabis mandi Adit langsung salat lalu menemui dua putranya.

__ADS_1



'*Kalian lah sinar hidupku. Bagaimana mungkin aku menukar dengan kenikmatan sesaat yang akan menghancurkan hidupku juga hidup kalian*?' Adit menciumi putranya dengan gemas.



Adit bersyukur Dinda masih mau menerimanya kembali. Dirinya sudah kotor, sudah bersalah dan Dinda besar hati memaafkanya. Tak mungkin dia mau terjebak dengan perempuan seperti Lianee.


\*\*\*



"Terus kelanjutannya gimana?" Tanya Dinda saat mereka makan siang berdua.



"Mas kasih liat banyak email dari rekan yang bilang kalau mereka ditekan oleh Lianee dengan video-video ke brengsekan yang telah mereka lakukan dengan Lianee."



"Mereka tidak salah. Mereka berperilaku seperti itu kan karena sudah terpengaruh  oleh obat sehingga melakukan hal buruk itu."




"Pasti Mas akan berpikir ulang bila diancam dengan video dan dibilang akan diberitahu kamu bila Mas tak tanda tangan kontrak lagi."



"Iya aku ngerti," kata Dinda.



Dinda dia berupaya menenangkan suami yang sedang emosi.



"Rupanya ada untungnya Bunda memaksa Ayah berangkat kerja hari ini. Ternyata biar bertemu dan bisa menggebrak ayahnya Lianee," Kata Adit sambil mengambil lauk tambahan.



"Feeling aja. Mau dilaksanakan monggo, enggak ya enggak apa-apa."

__ADS_1



"Yang pasti hari ini kita siapkan mental. Pertama kita akan expose kalau Mas adalah ayah dari si kembar."



"Dan kedua, kita akan melihat tersangka dalang pembunuhan tertangkap di rumah kita saat acara aqiqah. Pasti akan heboh dunia maya karena sebagai anak-anak wakil CEO dan cucu CEO, aku yakin banyak wartawan akan datang meliput anak-anak kita."



"Mas siap sayank. Dengan kamu disisiku Mas siap." Adit meyakinkan istrinya.



"Kesempatan nanti yang paling Mas tunggu. Dunia luar akan tahu kita telah memiliki bayi kembar."



"Semoga mereka cepat punya adik."



"Ih Mas ngawur. Masa aku suruh hamil lagi. Urus sikembar itu repot dan butuh attensi penuh lho."



"Satu kali lagi, jarak mereka biar dekat jadi kita sekalian cape besarin tiga anak sekalian Yank," pinta Adit.



"Yakin tiga? Gimana kalau empat atau malah lima?" goda Dinda. Maksud Dinda apakah Adit yakin dengan satu kehamilan lagi anak mereka hanya tambah satu? Bagaimana bila tambahnya dua atau tiga walau hanya satu kali hamil?



"Aaamiiiiin. Ingat Yank, ucapan adalah doa." Adit kembali mengingatkan Dinda.



"Eh …."


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul LOVE FOR AMOR


__ADS_1


__ADS_2