REVENGE FOR MY EX-HUSBAND

REVENGE FOR MY EX-HUSBAND
MULAI TERPERANGKAP


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.



"Terus apa pendapat mas Eddy selama Lilis disini?"



"Papa sih enggak keberatan. Kan  papa sama mas Adit di kantor nggak tahu kalau tante Lilis sampai siang disini."



"Tante Lilis itu datang pagi sebelum sarapan. Kalau sarapan ketemu papa di meja makan, dia yang ngeladenin papa, dia juga siapin semuanya."



"Emang nggak takut keracunan kalau Lilis yang siapin?" Dari sini Dinda menyimpulkan, kalau ada pemikiran buat meracun Eddy setidaknya memberi tambahan sesuatu di makanan Eddy.



"Enggak lah Tante. Masa sih diracunin sama pacar sendiri? Kan nggak mungkin."



"Oh gitu ya?"



"Iyalah. Lagi kalau soal racun, rugi dong kalau papa diracun masa calon suaminya diracun kan nggak mungkin?"



"Yang jadi tujuan tante Lilis kan memang mau jadi istrinya papa, jadi enggak mungkin kasih racun."



"Lagian papa kemana-mana selalu sama ajudannya. Jadi kalau dikasih obat perangsang atau apa itu nggak mungkin berfungsi, kalau dikasih racun atau obat perangsang ya pasti langsung dibawa lari ke rumah sakit. Enggak mungkin berdua-duaan Tante."



"Yang siapin sarapan akan langsung ditangkap polisi bila papa keracunan atau kena obat perangsang." 


__ADS_1


"Memang harus dari hati kalau mau pendekatan ama papa, bukan dari obat-obat seperti itu."



"Oh gitu," Mintarsih mengangguk-angguk tanda mengerti.



"Tapi mulai hari ini sampai hari Kamis kayaknya tante Lilis enggak datang. Dia sudah kasih tahu mbok Marni mau libur."



"Kenapa?"



"Tante Lilis lagi ada keperluan luar kota. Dia juga udah pamit sama papa mulai tadi pagi sampai hari Kamis tante Lilis eggak ada."



"Jadi hari ini mbok Marni nggak ada yang bantu atur sarapan sama makan malam nanti."



"Tante Lilis akan kembali hari Sabtu karena hari Sabtu aku mau aqiqah  anakku."




"Memang ada acara apa malam Jumat?"



"Malam Jumat aku mau bikin pengajian buat ibu-ibu dan bapak-bapak."



"Lho kenapa bikin acara aqiqahnya hari Sabtu tapi pengajiannya hari Kamis malam Jumat?"



"Biar pengajian anak-anak sama pengajian bapak ibu dipisah. Kalau dicampur nanti sulit ngawasin saat anak-anak panti asuhan datang." Sejak tadi Dinda tidak menyebut kalau bayinya kembar. Dinda juga melarang semua pegawainya memberitahu kalau bayinya kembar.

__ADS_1



"Kalau begitu besok Tante boleh pagi-pagi ke sini?" Tanya Mintarsih.



'Nah perangkap mulai berhasil nih,' batin Dinda.



"Enggak apa-apa Tante di sini rumahnya terbuka kok. Tapi mau apa ya Tante pagi-pagi ke sini?" Dinda pura-pura tak mengerti alasan Mintarsih mau datang pagi-pagi.



"Mau bantu Marni siapin sarapan buat Mas Eddy," Mintarsih menjawab tanpa ragu.



"Oh gitu? Enggak apa apa Tante, nggak bentrok sama tante Lilis. Kalau ada tante Lilis janganlah."



"Nanti dia merasa punya saingan. Tante kan sama papa nggak deket. Sedang tante Lilis yang sudah lama dekat dengan papa." Dinda swmakin memojokkan Mintarsih yang dia bilang saingan dengan Lilis.



"Iya nggak apa apa kan besok katanya sampai hari Kamis Lilis enggak ada."



"Memang besok sampai hari Kamis tante Lilis enggak ada. Takutnya dia dengar kalau tante kesini dia langsung kembali karena enggak mau disaingi."



"Padahal enggak enak juga saingan sama adik sendiri."



"Tante sama Lilis itu sepupu, bukan kakak adik langsung."



"Tante, Ina dan Lilis satu kakek.  Kakek punya tiga anak. Anak pertama laki-laki yaitu Papanya Ina. Anak kedua kakek perenpuan perempuan yaitu ibu aku dan anak bungsu kakek juga perempuan yaitu ibunya Lilis."

__ADS_1


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul LOVE FOR AMOR



__ADS_2