
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Seperti permintaan Adinda tadi, hari ini Adinda diantar pulang oleh Radite.
"Kamu masih lihat ada yang ngikutin atau ada yang membayangimu?" tanya Radite.
"Aku belum lihat sih Mas," kata Adinda. Dia memang sejak tadi memperhatikan lingkungan tapi belum melihat penguntit.
Radite pun mengantar Adinda sampai ke pintu lift. Dia tidak melepas Adelia sampai merasa istrinya aman.
Di apartemen itu memang tidak boleh orang luar naik lift tanpa izin dari penjaga. Apartemen ini sangat ketat penjagaannya.
Radit meninggalkan apartrmen Adinda setelah liftnya tertutup. Besoknya pagi-pagi sekali Radite sudah ada di lobby apartemen menunggu Adinda.
Sampai hari Jumat sore semua aman. Adinda juga sudah tidak masak pagi lagi. Adinda memasak seadanya buat sarapan dan dalam jumlah yang cukup untuk dirinya sendiri, tidak bawa ke kantor lagi.
Yang lebih sering dia hanya makan roti bakar berisi daging kornet atau apa pun itu.
Makan siang Adinda pesan kekantin kantor atau resto terdekat begitu pun untuk makan malam. Kalau siang Eddy juga sering mengirim makanan di sela-sela jam makan utama. Jadi kalau untuk makanan Adinda tidak kekurangan hal apa pun.
Adinda juga sering beli makanan matang untuk dibawa pulang untuk makan tengah malam.
\*\*\*
Weekend adalah hari bermalas-malasan buat Adinda dia bangun siang. Itu pun bangun karena dia sudah kelaparan, perutnya semakin buncit sudah memasuki bulan kelima.
Bayi kedua belum mau kelihatan jenis kelaminnya kemarin di pemeriksaan bulan berikutnya dia tetap ngumpet nggak mau kasih tahu perempuan atau laki-laki.
__ADS_1
Radite tertawa melihat sekecil yang usil tetap sembunyi dari mata ayahnya.
"Aduh sabun mandi dan krim-krim mandiku habis. Begitu pun roti dan suusu kehamilan serta bahan sarapan. Hari ini aku harus keluar belanja walau aku males."
Adinda pun membawa sling bag-nya yang berisi dompet dan ponselnya. Dia keluar untuk belanja.
"Bu Adel mau ke mana?" kata satpam.
"Mau jalan ke depan situ aja Pak. Perlengkapan mandi dan bahan sarapan habis," kata Adel.
Adel enggak pakai mobil karena letak supermarket hanya nyebrang ke depan saja.
"Hati-hati Bu," kata si satpam.
Adelia membeli semua perlengkapan mandi perlengkapan dapurnya. Dia dorong trollynya dengan pelan.
"Apa lagi ya? Kayaknya aku perlu sesuatu, tapi aku lupa," kata Adelia.
"Apa ya?" katanya lagi sambil mengingat-ingat apa yang dia butuhkan.
"Oh iya aku belum beli susuu ibu hamil. Tadi tujuanku belanja kan karena suusuku habis."
Adelia pun mengambil susuu dua varian rasa. Sesudah cukup semuanya Adelia pergi bayar dan keluar dari supermarket.
\*\*\*
__ADS_1
"Kamu di mana Dit?" tanya Eddy.
"Di rumah Pa. Ada apa?" Radite menjawab telepon papanya pagi ini.
"Papa rasanya enggak tenang Dit. Papa takut terjadi sesuatu pada Adinda. Papa punya feeling enggak enak sejak bangun tidur tadi," Eddy memberi tahu apa yang dia rasa.
"Coba kamu tengok ke sana," perintah Eddy.
"Kenapa nggak ditelepon Pa?" kata Radit.
"Enggak Dit, kamu tengoklah ke sana cepet. Papa was-was dan enggak enak. Beda antara ditelepon dengan melihat sendiri," Eddy tetap keukeuh menyuruh Radite segera meluncur ke apartemen Adinda.
"Aku juga dari malam merasa enggak tenang Pa. Tapi aku nggak kepikiran Adinda. Aku ganti baju dulu baru aku bersiap ke tempatnya Adinda. Karena aku lagi bersih-bersih kamar, jadi badanku berkeringat."
"Sebentar ya Pa aku langsung berangkat sehabis mandi kok," kata Radite.
Radite enggak mau terlambat karena papanya sering punya feeling yang akurat dan tak bisa disepelekan. Radite segera membersihkan diri mandi dan ganti pakaian lalu melajukan motornya ke apartemen Adinda.
\*\*\*
"Dindaaaaaaaaaaa!!" begitu sampai di parkiran Radite langsung berteriak.
Radite tak percaya melihat Adinda jadi korban tabrak lari persis di depan matanya.
Sayang dia berjarak cukup jauh karena dia sedang memarkir motor di parkiran apartemen, sedang kejadiannya ada di jalan raya.
"Ini rupanya firasat Papa dari tadi!"
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIED
__ADS_1