
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Apa kabar Ibu Bapak?" tanya dokter itu dengan ramah dan lembut.
"Alhamdulillah kami baik dan sehat," jawab Radite tak kalah ramah.
"Kayaknya pengobatan Bapak tinggal vitamin terus aja ya Pak. Bapak tetap harus rutin kontrol dan minum vitaminnya agar stamina tetap sehat tapi kalau untuk terapinya sudah nggak perlu karena sudah bagus," kata dokter.
"Dan untuk Ibu ayo kita bersiap kita lihat bagaimana baby twins pertumbuhannya sampai di bulan ini."
"Semoga saat ini kita bisa lihat jenis kelamin mereka." dokter pun meminta suster membantu Adinda untuk siap naik ke bed pemeriksaan.
Suster membantu Adinda.
"Bagimana Bu apa ada keluhan?" tanya dokter sambil mengoles gel ke perut Adinda yang makin buncit.
"Enggak sih Dok cuma sekarang jadi cepet capek dan sering begah," kata Adinda.
"Begah saat hamil adalah masalah yang terbilang umum dan sering terjadi. Itu karena tubuh Ibu menghasilkan lebih banyak gas selama hamil akibat lebih banyak hormon progesteron yang dapat melemaskan otot-otot di tubuh, termasuk juga saluran pencernaan."
Dengan begitu, pencernaan menjadi lebih lambat yang menimbulkan kembung dan bersendawa, terutama setelah makan besar."
"Selain itu, makanan yang dikonsumsi juga sangat berpengaruh terhadap hal ini. Terutama zat karbohidrat yang dapat menjadi penyebab utama dari perut kembung."
"Di sisi lain, protein dan lemak hanya menghasilkan sedikit gas secara langsung, meskipun lemak dapat menyebabkan rasa kembung dan gas karena memperlambat sistem pencernaan."
"Biar ibu enggak sering begah perbanyak konsumsi air putih ya Bu."
__ADS_1
"Ibu juga harus lebih banyak makanan berserat untuk menghindari sembelit agar begah saat hamil tidak terjadi."
"Wow yang satu sudah memproklamirkan diri nih Pak, Bu yang satunya nggak mau kasih tahu dia arjuna atau srikandi."
"Yang sudah ketahuan apa Dok?" tanya Adinda dia tetap ingin anak-anaknya diketahui jenis kelaminnya agar dia persiapkan segala persiapan bayi sesuai jenis kelaminnya.
"Ini jagoan Bu, ini terlihat jelas jagoan tapi yang satu nggak mau kelihatan perempuan atau laki seperti si Abang," dokter menunjuk bagian kelamin bayi yang menurit Adinda tetap saja tak jelas.
"Semoga aja yang satunya perempuan ya Dok. Jadi kami punya sepasang anak sekaligus," kata Radite.
"Aamiiiin," kata Dinda dan dokter bersamaan.
"Tapi kalau pun dia laki-laki juga ya alhamdulillah. Kami tetap menerima apa pun adanya," kata Radite lagi.
"Ya harus menerima lah, wong itu anak kalian," kata dokter.
"Insya Allah sehat kalau Ibu selalu bisa istirahat dengan baik. Sekarang Ibu sering kelelahan, harus dijaga pola hidupnya jangan terlalu lelah Bu, nanti bahaya buat kandungan."
'*Berarti memang aku harus terima Mas Adit jadi sopirku. Aku tak mau kenapa-kenapa dengan bayiku. Aku harus mengurangi kegiatanku*.'
'*Mulai minggu depan Mas Adit bisa antar jemput aku*,' pikirAdinda.
"Ini resep tambahan vitaminnya saya beri yang banyak calsiumnya Bu. Untuk perkembangan bayi agar sehat juga buat ibu."
"Perbanyak konsumsi sayuran yang mengandung asam folat."
"Baik Dok."
__ADS_1
"Pak Radit masih mengalami sindromnya?"
"Alhamdulillah sudah berhenti Dok. Cuma sesekali malah jadi kepengen sesuatu kayak orang *ngidam* itu. Kadang tiba-tiba pengen yang tak pernah saya sukai. Pernah pengen coca-cola susuu. Lalu pengen suusu coklat panas, gitu lah Dok, bukan ngidam yang asem-asem sih misalnya rujak atau apa itu, nggak."
"Tapi ya hal yang saya suka bingung aja. Tiba-tiba tengah malam kepengen buah salak kan bingung Dok."
Dinda tertawa kecil dia tak percaya Radite mengalami hal itu.
"Ya itu memang percaya nggak percaya tapi begitulah keadaannya."
"Saya kadang bingung sendiri. Kalau masih bisa dijangkau saya akan cari tapi kalau di tengah malam cari salak kayak kemarin saya bingung. Pernah panas siang-siang kepengen martabak telur. Padahal kan kita tahu martabak agak sulit dicari kalau siang. Iya saya minta bibik di rumah untuk bikin martabak telur."
"Ya demi si kecil dinikmati aja ya Pak."
" ya Dok, saya juga nggak ngeluh kok ini kan karena dokter tanya aja. Selama ini saya diem aja kok. Saya nggak akan ngeluh karena ini adalah anugerah yang Allah berikan untuk saya," kata Radite.
Adinda tak percaya Radite begitu menikmati kehamilannya kali ini sebagai suatu anugrah. Tapi memang siapa yang mengeluh bila ganjarannya adalah anak-anak yang sehat?
"Baik Ibu Bapak ini resepnya saya banyakin vitamin untuk Ibu dan Bapak karena nggak ada keluhan kan."
"Enggak ada Dok." Jawab Adit.
"Alhamdulillah enggak ada," kata Adinda.
"Oke saya tunggu satu bulan lagi ya Bu." Lalu dokter memberikan tanda kapan jadwal mereka harus berkunjung lagi.
\*\*\*
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul LOVE FOR AMOR
__ADS_1